Oct 10, 2014

Perginya Sang Khadim

Sejak kudengar dirimu sakit
Dan terbaring tak sadarkan diri
Doa pintaku kumohonkan pada-Nya
Agar dirimu kembali pulih
Karena sehatmu selama ini
Engkau berikan sepenuh jiwa
Untuk kami saudaramu

Dan kutahu sejak dulu
Kehadiranmu selalu terasa
Cintamu memberi tak terbalaskan
Ketulusanmu melayani tak terlupakan

Teringat dirimu yang bersahaja
Datang menyapa dengan ta'zim
Bertanya apa yang kami butuhkan
Sebelum kami bertanya
Tentang apa kabarmu sendiri

Aku tak kan pernah melupakan
Jawaban cintamu untuk melayani
Kepada saudaramu dalam dakwah ini
Ketika kutanya tentang kebiasaanmu melayani itu
Padahal dirimu adalah pemimpin
Padahal posisimu dipanggil ketua
"Biarlah ustadz ana menjadi pelayan bagi ikhwah"

Menangis aku mengenangmu saudaraku
Mengenang kesederhanaanmu yang bersahaja
Mengenang jasa dan baktimu yang tulus
Mengenang pelayananmu yang penuh cinta

Malam ini
Entah mengapa aku sangat gelisah
Setelah melihat fotomu
Terbaring lemah di rumah sakit
Berdiri di sisimu Ustadz Hadi Mulyadi
Dengan wajah kesedihan yang dalam

Itukah pertanda akan kepergianmu
Itukah jawabanmu diakhir waktumu
Di saat kita terakhir bertemu
Engkau masih sempat berkata:
"Ustadz maafkan jika pelayanan ana kurang maksimal"

Ya Allah rahmatilah saudaraku
Aku sangat malu padamu saudaraku
Aku sudah tak mampu mengenangmu
Dengan semua jasa dan pelayananmu
Dan dirimu masih meminta maaf padaku

Aku hanya berupaya mencintai dirimu
Tapi cintamu jauh lebih besar
Kepada kami semua saudaramu
Dan Allah jauh lebih mencintai dirimu lagi

Di bulan suci Dzulhijjah
Di hari suci jum'at
Engkau telah pergi meninggalkan kami
Menghadap Rabbmu yang Agung
Yang telah menjanjikan Jannah bagimu

Selamat jalan saudaraku tercinta
Akhuna Muhammad Umar Faruq
Terima kasih wahai Sang Khodimul Ikhwah dan Ummat
-Dari Saudaramu yang sangat kehilangan dirimu, Zain Al-Haq-




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

No comments:

Post a Comment