Oct 8, 2014

Menapaktilasi jejak Nabi Ibrahim Dan Keluarganya

Peristiwa besar yang pernah luntur dimakan waktu. 
Bukan sekedar peristiwa monumental yakni pengorbanan Ibrahim atas anak yang disayangi yakni Ismail, namun banyak pelajaran yang kita bisa berhikmah. 

Ada hikmah yang luar biasa dari kisah tersebut salah satunya masalah pendidikan anak yang diajarkan oleh Ibrahim. Sebagai orang tua yang berhati mulia mendidik anak bagian dari ibadah sehingga lahirlah pribadi mulia yakni Ismail. Ibundanya pun seorang wanita shalihah yang penuh ketaatan pada suami dan Rabbnya. 

Terbersit tanya dalam hati kita, seperti apa Ibrahim mendidik Ismail sehingga di usia belia Ismail sudah memiliki ketaatan yang tak dipertanyakan lagi. Perintah Allah untuk menyembelihnya diiyakan begitu saja. Padahal kala itu usia Ismail masih sangat belia, bahkan anak-anak seusianya masih banyak yang memilih untuk bermain bersuka ria. Tapi Ismail sangatlah berbeda. 

Bukan sekedar garis kenabian Ismail menjadi pribadi agung nan menawan namun sang ayah mendidik penuh keteladanan dan keshalihan. Tergambar dari doa yang terpanjat, yang tercantum dalam Al Quran surat Ibrahim 37-41 yang artinya 
"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang mendirikan shalat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. Beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab."
Dari doanya kita bisa melihat bagaimana cara Nabi Ibrahim mendidik anak, keluarga dan keturunannya yang kita umat selanjutnya bisa mengambil pelajaran sehingga akan lahir generasi-generasi yang penuh ketaatan serta rela berkorban. 

Semoga kita menjadi hamba-hamba yang bisa mengambil ibrah dari kisah-kisah orang-orang terdahulu. Aamiin
-Rochma Yulika-




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

No comments:

Post a Comment