Nov 25, 2014

Beramal Walau Merasa Riya

Beramallah meski kamu khawatir akan sikap Riya. Karena sikap riya akan menghilangkan amal-amal shalih seseorang seperti debu di atas batu yang dikumpulkan menjadi banyak hanya karena hujan satu kali bersihlah batu itu. Tapi doa orang-orang shalih untuknya in sha Allah akan di terima Allah.

Seperti dalam kitab tanbihul ghafilin ada seorang yang mendirikan pesantren, tapi dia merasa riya dan ingin di sebutnya sebagai syaikh, kyai dan sebagainya. Tapi murid-muridnya merasakan manfaat yang luar biasa dari amalan beliau, hingga doa selalu beliau terima dari para muridnya yang ikhlas yang dalam sujudnya mendoakan beliau. Amal beliau tidak diterima, tapi tidak dengan doa-doa para muridnya.

Dan ketahuilah, perkara riya adalah perkara yang sulit. Riya adalah syirik yang paling halus yang berada dalam hati. Bahkan banyak orang karena khawatir dengannya malah mematikan amal shalih yang hendak ia lakukan. Mengikhlaskan amal hanya untuk Allah semata perkara yg sulit terlebih bagi para penuntut ilmu agama. Maka dari itu apapun kondisinya baik ia riya, sum'ah, ujub dalam menunutut ilmu, ia WAJIB menuntut ilmu agama, diharapkan dengannya ia mampu memperbaiki niat dan amal-amalnya.

Bahkan syaikh Al Ghozali mengkisahkan dirinya, belajar di sebuah pesantren dengan harapan agar menyambung hidup, seiring berjalannya waktu beliau mampu mengikhlaskan seluruh amalnya untuk Allah. Bahkan ada kisah kyai yang menipu syaithan. Dua sahabat kyai sebut saja kyai sholeh
dan Gus Sholeh.

Kyai sholeh bertanya pada gus sholeh
"Gus kok sampeyan selalu selesai kalau nulis buku, kalau aku gak pernah selesai. Padahal kesibukan kita sama gus"
"Sampeyan nulis buku niatnya karna Allah, jadi makin banyak godaan setannya untuk ngegoda sampeyan. Kalau aku nulis buku untuk nyambung hidup, jadi kalau ada apa ajah tetap mau ndak mau yah terus tak tulis bukunya. Nah kalau sudah selesai baru saya kasih penerbit saya niatkan karna Allah dan semoga bermanfaat untuk umat."

Memang sulit untuk menghindari sikap riya, tapi tidak bagi yang di rahmati Allah. Beramallah, dan jangan terlalu banyak alasan. Beramal dan berilmullah. Mari kita benahi niat kita kembali, membenahi amal-amal kita, dan memandang baik saudara saudara kita yang beriman. Milikilah amalan-amalan sunnah yang tersembunyi, dan jangan pernah takut untuk beramal. Dan niatkan semua karna Allah, bahkan setiap hembus nafas, kita jadikan dzikir yang mengingatkan kita pada Allah.




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

No comments:

Post a Comment