Mar 6, 2015

Penyakit Umat di Dalam Dakwah

Saat ini dakwah kepada umat menunjukan adanya perkembangan walau belum signifikan. Sudah banyaknya yang menyadari hijab, tidak seperti beberapa tahun yang lalu, namun hijab yang ada nampaknya masih jauh dari nilai syar'i. Keberhasilan untuk memahamkan umat patut diapresiasi dengan banyaknya orang yang sudah berhijab namun sekali lagi hal ini masih jauh dari yang diharapkan. Disini nampak bahwa dakwah kita belum optimal.

Pemahaman umat tentang ajarannya masih sebatas seremonial saja, belum sampai pada pemahaman yang benar. Hal ini terjadi karena adanya kekosongan jiwa umat dan hilangnya pegangan hidup yang benar, karena memang serbuan ghozul fikri yang sangat dahsyat yang menyerang umat. Penyakit umat yang ada memang tidak lepas dari peran da'i yang belum optimal dan belum adanya kebersamaan dalam berdakwah.

Beberapa penyebab yang timbul antara lain:
  • Sifat infirodi yang ada pada da'i dimana mereka berdakwah secara sendiri-sendiri dengan gaya dan cara sendiri menyebabkan adanya perpecahan karena merasa adanya perbedaan fikroh, padahal secara aqidah sebenarnya sama. Dakwah infirodi ini juga bisa menyebabkan perasaan hebat dari diri da'i, ia merasa bangga, dan cenderung merasa benar sendiri. Ini sangat berbahaya, karena bisa menyebabkan umat terkotak-kotak menuruti da'i atau ustadz yang mengajarkannya. Ada anggapan kalau bukan ustadz ini yang ceramah saya tidak mau hadir, dan sebagainya. Selain itu akan timbul pengkultusan pd seorg da'i dan ini sangat berbahaya, karena bisa menjadikan umat syirik karena menganggap da'inya itu tanpa pernah salah dan dosa. Dakwah infirodi ini selain menyebabkan hal-hal yang di atas yang sudah saya sebutkan juga bisa menyebabkan da'i sembarangan dalam berdakwah, dia bisa berdakwah sesuai orderan, yang penting masyarakat senang, suka lucu-lucu dan berharap ia bisa sering dipanggil karena dapat amplop yang lumayan.
  • Pemahaman ajaran agama yang parsial atau setengah-setengah. Fenomena sekarang untuk para da'i yang ada mereka merasa sudah cukup dengan ilmunya, dan merasa sudah puas. Hal ini terjadi karena banyaknya yang hadir ketika dia sedang ceramah, seringnya ia tampil di layar tv dan banyaknya panggilan. Dia merasa ilmunya sudah cukup.
  • Kurangnya da'i yang terjun dan umat masih banyak yang awam. Kekurangan para juru dakwah yang mumpuni yang terjun ke umat ini juga sebagai penyakit yang menyebabkan umat jauh dari nilai-nilai islam. Umat yang hanya faham Islam kulitnya saja menyebabkan mereka bagai buih di lautan. Banyaknya mereka tidak menunjukan kekuatan Islam yang signifikan dan kurangnya pemahaman mereka menyebabkan pelaksanaan keislamannya tidak sumul atau tidak sempurna. 
Tugas kita menyadarkan para da'i agar mereka bekerja secara berjamaah, terstruktur dan jangan infirodi sangat ditunggu. Penyadaran kepada umat agar mau memahami islam secara sumuliah serta tidak mengkultuskan seseorang yang menyebabkan  syirik, sangat menanti kita untuk melakukan pengajaran itu. Sungguh tugas kita sangat banyak karena itu mumpung masih ada umur, ada kesempatan mari kita belajar agama lebih giat lagi, belajar sambil mengajar sangat dianjurkan. Sebaik-baik kita adalah orang yang belajar dan mengajar Al-Qur'an. Belajar Al-Qur'an dan belajar agama adalah hal yang sangat penting karena itu sifat bosan hendaklah kita upayakan untuk dihindari.
~Ustad Latif & Ustadzah Rusma~




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

No comments:

Post a Comment