Dec 29, 2014

Hanya Allah Yang Diri Tuju

Hidupnya hati dengan dzikir bagai kebutuhan ikan akan air.
Menyelami palung-palung samudera cinta Rabb dengan tenggelam mengingat-Nya.

Hidupnya jiwa dengan takwa selayaknya kehati-hatian melangkah di dunia.
Melalui setiap jengkal waktu dengan bait-bait lintasan zuhud dan wara mendekati-Nya.

Semaikan pribadi dengan akhlak mulia kelak keberkahan akan diterima di dunia.
Suburkan nurani dengan amal nyata atas izin Rabb keselamatan di akhir masa.

Pribadi tegar adalah pribadi yang tak takut dicecar.
Pribadi tangguh adalah pribadi tak kenal letih membersamai-Nya.
Pribadi mulia ada pada diri mereka yang berjuang karena-Nya.

Tak pernah sepi semangat dalam diri.
Lantaran kecintaan yang dahsyat pada Illahi.
Hingga lelah dan letih tak dirasai lagi.

Hanya Allah yang diingati.
Hanya Allah yang dicintai.
Hanya Allah sandaran hati.
Dan kebersamaan dengan-Nya yang diingini.

Ungkapan bijak dari Ibnul Qoyyim Al Jauzi
"Jika hanya Allah yang kamu tuju, maka kemuliaan akan mengikutimu. Tapi jika kamu hanya mencari kemuliaan, Allah akan meninggalkanmu. Jika kamu telah menuju Allah kemudian tergoda untuk mencari kemuliaan selain bersama Allah, maka Allah dan kemuliaan-Nya akan pergi meninggalkanmu."
Jika Rabb mulai mencintai diri,
maka jemari akan bekerja sesuai dengan kehendak-Nya,
kaki akan melangkah sesuai arah-Nya,
mata akan melihat sesuai pandangan-Nya.
Cinta Allah itu datang dan kembali kepada-Nya.
-Rochma Yulika dan Ummu Adib-




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

No comments:

Post a Comment