Dec 24, 2011

[Book Review] Infinitely Yours



Novel fiksi terbitan Gagas Media ini merupakan hasil karya Orizuka oenni yang berisi 294 halaman dengan 9 chapter di dalamnya yang berupa title-title dari sebuah lagu yang pas banget dengan isi ceritanya.


Cerita berfokus pada tokoh Jingga_seorang guru les bahasa Korea-Indonesia anak-anak, Rayan_seorang arsitektur yang perfeksionis dengan segala asumsi-asumsi yang dibuatnya, serta Yun Jae_seorang lelaki Korea yang sangat di kagumi Jingga yang menjadi tour guide di Korea. Beberapa tokoh pendukung seperti Darma_penanggung jawab tour dan Alif_sahabat sekaligus rekan kerja Rayan, dan para cameo lainnya. ;p


Okay, mari mulai mereview per-chapter yang titlenya dikemas dari playlist lagu di ipod Jingga ini..


Day 1 : Fly to Seoul
Jingga sedang bermain dengan PSPnya sambil menunggu kedatangan para rombongan tour bersamanya ke Korea. Ini adalah kali keduanya bepergian ke sana. Tanpa sengaja PSP yang di pegangnya meluncur dari tangannya setelah dia ditabrak oleh seorang pemuda yang membuat konsol PSPnya terbelah dua akibat terlindas. Pemuda yang bernama Rayan itu berjanji akan menggantinya setelah memberikan kartu namanya. Ternyata Jingga dan pemuda tersebut merupakan satu rombongan tour yang membuatnya tambah mudah untuk "bertransaksi". 
Tanpa sengaja juga, di pesawat mereka duduk bersebelahan, dan membuat mereka akan menjadi "partner" selama tour ini dimulai di Korea nanti. Karena Jingga kehilangan PSPnya, jadilah dia menjadi sangat heboh dan banyak mengajak Rayan mengobrol, padahal Rayan tak menyukai dia yang terlalu heboh itu membuat Rayan merasa perjalanan 7 jamnya terasa sangat lama.


Day 2 : Run Devil Run
Rombongan tiba di bandara Incheon. Rayan sangat kaget saat melihat kenyataan bahwa Jingga yang di sangkanya anak SMA itu ternyata kelahiran '86, yang membuatnya sangat kesal karena sedari awal Jingga menyapanya dengan sebutan "Om", padahal beda usia mereka hanyalah 3 tahun. Rayan pun menyuruh Jingga untuk tak memanggilnya dengan sebutan "Om" lagi.
Rombongan langsung memulai tour ke daerah Cheung Jeong Jeon, dimana tour guide yang ditunggu dan merupakan alasan Jingga untuk ikut rombongan tour lagi tahun ini masuk ke dalam bis, Yun Jae. Saat semua peserta asyik mendengar penjelasan Yun Jae, Rayan memisahkan diri, berusaha untuk mencari Mariska-mantan pacar yang sekarang tinggal di Korea dan akan menikah dengan pria Korea- yang tinggal di apartemen Itaewon. Jingga yang merasa pasangan tournya menghilang segera mencari dan mengikutlah dia bersama Rayan, kabur dari rombongan tour.


Day 3 : Irreversible
Setelah seharian menghilang, Rayan dan Jingga dimarahin Darma dan berharap tak akan menghilang lagi lain kali. Tapi karena usaha Rayan kemaren belum berhasil menemukan Mariska, saat sarapan Rayan kembali mengendap-endap berusaha kabur lagi dari rombongan yang akan pergi ke pulau Nami. Jingga pun kembali mencari Rayan dan kembali ikut dalam ekpedisi Rayan. 
Di tengah jalan, Rayan melihat Mariska yang sedang berjalan dan mereka pun mengikutinya secara diam-diam agar tak diketahui oleh Mariska. Jingga yang merasa mereka seperti stalker menjadi risih dengan pandangan aneh warga sekitar, karena memang di Korea masalah stalker bukan termasuk masalah ringan sampai-sampai ada remaja yang menelpon polisi walaupun Jingga sudah menjelaskannya berulang kali. Karena keributan yang terjadi di depan sebuah Coffee Shop tersebut, menarik perhatian Mariska. Akhirnya Rayan dan Mariska pun berbicara empat mata mengenai hubungan mereka.
Melihat Rayan yang patah hati akan Mariska, Jingga merasa perlu memberikan Rayan sedikit hiburan. Karena mereka tertinggal oleh rombongan yang pergi ke pulau Nami yang jaraknya cukup jauh, akhirnya Jingga memutuskan melakukan tour romantisme bersama Rayan sampai mereka kembali bersama rombongan tour.


Day 4 : All Day Long
Karena di terminal bus Rayan kecopetan yang membuat passport, kartu kredit dan uangnya lenyap, akhirnya mereka melakukan tour romantisme dengan uang seadanya milik Jingga. Mulai pergi ke Namsan Seoul Tower-membeli sepasang gembok cinta dan memasangnya dengan ditulisi kata-kata penyemangat-, turun dengan naik cable car-menulis "Rayan & Jingga Winter in Korea" di dinding cable car-, makan jjajjangmyeon di pasar Dong Dae Mun, cobain couple T warna ungu di Dotta Shopping Center, Jingga membeli produk penghilang keriput untuk Rayan, beli cincin couple  akibat ahjumma yang menjual memberikan diskon 50%, berfoto di counter photosticker. Semuanya dilakukan hingga malam dan mereka terpaksa menginap di hostel murah karena uang Jingga yang menipis di dompet.


 Day 5 : Bad Guy
Pagi-pagi sudah bergegas pergi ke gunung Seorak dengan bus. Setibanya di sana, ternyata rombongan sudah pergi ke tempat selanjutnya di Daegu yang berjarak 6-7 jam perjalanan. Karena uang Jingga juga sudah tak mencukupi untuk menginap di hostel, akhirnya mereka mengikut keluarga kakek-nenek yang mereka temui di bus. Karena disangka pasangan suami istri, mereka pun diberikan satu kamar tidur bersama. Rayan yang biasanya akan menolak tak melakukannya karena tanpa sengaja dia meminum segelas soju. Jingga yang merasa ini tak benar, merasa tak enak untuk mengatakannya pada keluarga yang telah baik padanya, sehingga dia hanya bisa menerima saja.


Day 6 : That Man
Pagi-pagi dianter keluarga kakek-nenek ke Everland, salah satu pusat wahana permainan. Jingga yang senang dengan wahana-wahana yang seru bermain dengan Yun Jae, tapi setelah melihat Rayan yang sendirian dia pun mengajak Rayan bermain Roller Coaster, yang diakhirnya Rayan ditonjok Yun Jae yang merasa Rayan udah membahayakan Jingga selama kabur dari rombongan.
Saat malam harinya, bekas luka yang ada di sudut bibir Rayan diobati oleh Jingga terus Jingga juga nge'demoin ke Rayan soal paket anti keriput yang udah dibeli sebelumnya. Dan karena botol serum yang menggelinding membuat Jingga terjatuh menimpa tubuh Rayan di ranjang, pada deg-degan ini orang berduanya. Kelar itu, ternyata si Yun Jae ngajakin Jingga keluar hotel dan menembaknya dan membuang couple ring milik Jingga.


Day 7 : How Can I?
Rayan masih mengingat kejadian di mana Yun Jae mengatakan cintanya pada Jingga, membuatnya semakin ingin menjauhi Jingga dan tak ingin berada dekat-dekat dengannya. Hingga di Lotte World Rayan pun mengucapkan "say goodbye"nya kepada Jingga saat mereka menaiki komidi putar dalam jangka waktu yang ada. Jingga yang biasa heboh, kali ini hanya terdiam dan kaku. Jingga merasa kalau selama ini kebersamaannya dengan Rayan bener-bener hanyalah sebuah moment.


Day 8 : Goodbye Love
Hari kepulangan para rombongan tour ke Indonesia lagi setelah membeli segala macam bentuk oleh-oleh di supermarket di Korea. Sesampainya di bandara Seotta, Jingga menyerahkan buku kumpulan foto Rayan hasil jepretan dari instax yang dimilikinya kepada Rayan saat mereka berpisah. Di foto terakhir yang ada dalam  buku itu Rayan menemukan sebuah kalimat dengan huruf hangeul yang di tulis Jingga. 안녕 사랑아. 행복해야돼.


92 Days Later : Found You
Jingga kembali lagi ke Korea karena undangan Yun Jae yang ternyata berencana melamar di Namsan Seoul Tower. Jingga dengan berat hati tak menerima lamaran Yun Jae setelah melihat pasangan gemboknya bersama dengan Rayan. 
Saat sedang asyik duduk-duduk di tepi sungai Chyeong Gye, Jingga melihat seperti sosok Rayan yang sedang berjalan di jembatan menuju arahnya, dan ternyata itu memang benar Rayan yang sedang asyik kembali dengan I-Padnya. Akhirnya saling berhadapan dalam jangka waktu yang cukup lama, Rayan pun mengucapkan kata "saranghae" yang membuat Jingga tak percaya dengan apa yang didengarnya dari mulut Rayan.


Sumpah seru banget ceritanya, dua karakter yang berbeda bisa bersatu dengan caranya tersendiri. Pas baca bukunya, Vee bener-bener berasa kek ngebaca cerita sendiri jadinya, abisan ada beberapa part yang sama kejadiannya ataupun situasinya kek cerita cinta Vee ndiri sih. Yang paling berasa yah gara-gara karakter Jingga sama Rayannya, tapi tukaran gendernya. Heeeee.. Selain masalah beberapa faktor kemiripan itu, yang bikin V tambah suka bacanya adalah penjabaran lokasinya dapet banget, jadi tambah pengen ke Korea banget lah Vee nah. Keren banget, gak sabar pengen liat dengan mata kepala sendiri apa yang udah digambarkan dalam cerita dengan lokasi yang sebenernya, apakah sama dengan imajinasi yang Vee miliki. Hoooo.. ^^


Ada kata-kata yang bikin Vee suka banget dah, kata-kata yang diucapin Mariska saat bertemu Rayan di Coffee Shop. Kata-katanya kek gini >>> Kita terlalu mirip, bagai medan magnet. kutub yang sejenis akan saling menolak satu sama lain. <<< sumpah neh kata-kata simpel, tapi maknanya dapet banget lah.


Recommended deh buat di baca ceritanya. Cerita yang simple tapi penuh makna banget lah..
Ayo yang belum baca segera di baca yah..


Sekian review'an dari Vee kali ini..
Selamat membaca..
^___^

No comments:

Post a Comment