Jan 3, 2015
Renungan Awal Tahun
Biodata Manusia Idola terbaik, Termulia dan Terfaforit Di Dunia dan akhirat
- Rasulullah
- An-Nabi
- Khootamul Anbiyaa’ wal Mursaliin
- Al-Mushthofaa
- Al-Amiin
- Shollallahu ‘alaihi wa Sallam (Sholawat dari Allah dan salam atas-Nya)
- Jalur Ayah : Abdulloh bin Abdul Muttholib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushoy bin Kilaab bin Murroh bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghoolib bin Fihr bin Maalik bin An-Nadhr bin Kinaanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyaas bin Mudhor bin Nizar bin Ma’ad bin Adnaan bin Isma’iil bin Ibrohiim
- Nenek dari jalur ayah : Faathimah binti Amr Al Makhzuumiyyah
- Jalur Ibu : Aminah binti Wahb bin Abdu Manaaf bin Zuhroh bin Kilaab.
- Nenek dari jalur ibu: Barroh binti abdil ‘uzza
- Khoodijah binti Khuwailid,
- Saudah binti Zum’ah,
- Aisyah binti Abu Bakar,
- Hafshoh binti Umar,
- Zaynab binti Khuzaymah,
- Hindun binti Abi Umayyah,
- Zaynab binti Jahsy,
- Juwayriyah binti Harits,
- Romlah binti Abu Sufyan,
- Shoofiyah binti Huyay,
- Maymuunah binti al-Harits,
- Mariah binti Syam’un
- Al-Qoosim,
- Abdulloh,
- Zainab,
- Ruqoyyah,
- Ummu Kultsuum,
- Faathimah,
- Ibrohim
Jan 2, 2015
Belajar Konsep Rezeki Dari Penjual Rujak
“Kalau musim hujan jualannya repot juga ya, Pak. ” Kataku sambil menatap gerobaknya. “Masih banyak banget.”
Beliau tersenyum, “Iya bu. Mudah-mudahan ada rejekinya.” jawabnya.
“Aamiin,” kataku.
“Kalau gak abis gimana, Pak?” tanyaku penuh iba.
“Ya... Kalau gak abis ya risiko, Bu. Kalau yang gak bisa sampai besok kayak semangka, melon yang udah kebuka ya kasih ke tetangga juga seneng dari pada kebuang. Kalau kayak bengkoang, jambu, mangga yang masih bagus bisa disimpan. Mudah-mudahan aja dapet nilai sedekah,” katanya tersenyum.
“Kalau hujan terus sampai sore gimana, Pak?” tanyaku lagi.
“Ya Alhamdulillah bu. Berarti rejeki saya hari ini diizinkan banyak berdoa dan meminta sesuatu sama Allah. Kan kalau hujan waktu mustajab buat berdoa bu.” Katanya sambil tersenyum. “Dikasih kesempatan berdoa juga kan rejeki, Bu.”
“Terus kalau gak dapet uang gimana, Pak?” tanyaku lagi.
“Berarti rejeki saya bersabar, Bu. Allah yang ngatur rejeki, Bu. Saya bergantung sama Allah. Apa aja bentuk rezeki yang Allah kasih ya saya syukuri aja. Tapi Alhamdulillah, bertahun-tahun saya jualan rujak belum pernah sampai kelaparan." “Pernah gak dapat uang sama sekali, tau tau tetangga ngirimin makanan. Kita hidup cari apa Bu, yang penting bisa makan biar ada tenaga buat ibadah dan usaha,” katanya lagi sambil memasukan Al-Qur'annya ke kotak di gerobak.
“Mumpung hujannya rintik, Bu. Saya bisa jalan. Makasih yaa ,Bu.” katanya sambil menutup badannya dengan plastik dan membuka payung yang menempel di gerobaknya.
Sifat Orang Munafik [Tafsir QS Al-Baqarah : 11 - 14]
Bangga terhadap diri sendiri dan merasa aman untuk melakukan apa yang mereka inginkan.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُون"Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan"."
"...Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan""
أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِنْ لَا يَشْعُرُونَ"Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar."
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُوا أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاءُ ۗ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَٰكِنْ لَا يَعْلَمُونَ"Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman". Mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu."
وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُون"Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok"."
Semoga Allah melindungi kita semua agar tidak termasuk ke dalam golongan mereka yang munafik. Wallahu'alam bishshowwab.
Cerita Pagiku
Aku tak tahu bagaimana awalnya aku ada di sana, di sebuah acara -semacam syukuran- yang diselenggarakan oleh salah satu teman laki-lakiku..
Aku dan teman-temanku sedikit menjauh dari para tamu undangan yang lain, kami bercanda, tertawa riang menceritakan cerita hidup masing-masing..
Tiba-tiba ada perasaan yang kurang lengkap hadir dalam benakku, ada seseorang yang seharusnya ada di sana tapi sejauh mata memandang tak kulihat sosok yang aku harapkan..
Ruang hampa pun muncul seketika dalam relung hatiku, aku inginkan kehadirannya di sana..
Kehampaan berlangsung cukup lama..
Kegusaran pun melanda..
Aku ingin ia segera ada di sini, mengobati rasa rinduku dan menghapus kehampaan dalam hatiku..
Di saat diri ini mulai pasrah tidak akan bertemu dengannya..
Sejenak kemudian, kulihat seseorang yang datang dari kejauhan..
Sekian lama ku memandang, harapanku cukup besar bahwa seseorang itu adalah dia yang kunanti..
Semakin lama aku melihat, sosok yang mendekat itu bukanlah sosok yang kuinginkan, tapi perasaanku masih berkata bahwa sosok itu adalah dia..
Sampailah sosok itu ada di depanku, aku pun masih tak percaya jikalau dia bukanlah dia yang kunanti..
Aku masih terlalu berharap bahwa dia yang kunanti masih berjalan, jauh di belakang sosok yang tadi..
Cukup lama ku menanti kehadirannya, tapi tak sedikitpun bayangannya muncul di hadapanku..
Kemudian, kesadaranku memanggil, membangunkanku dari lamunan panjang, mengabarkan kenyataan bahwa dia yang kunanti tak akan pernah datang sampai kapanpun..
Aku bersimpuh, tak percaya akan menelan pahitnya rasa rindu untuk kesekian kalinya..
~in my lovely room~
Jan 1, 2015
Muhasabah di Ujung Penantian
semua tetap dalam skenario-Nya yang indah.
Hamba yang berselimut malu, berhiaskan noda,
selalu bertanya masih adakah waktu untukku Ya Rabb?
Aku ingin seperti indahnya kupu-kupu yang bermetamorfosis.
Anggun nan menawan.
Tapi mungkinkah?
Tertundukku dalam rasa malu mengibas lembar-lembar perjalanan masa silamku,
serasa kuasa itu hilang di ujung penantian.
Lenyap dalam kesibukan duniawi.
Lepas bersama lantunan syair yang menderu.
Terkubur bersama angan yang menghias awan.
Ya Rabb masih adakah kesempatan itu?
Saudaraku...
Kini Dipenghujung penantian, di pergantian tahun, akankah esok hari kita jelang?
Masihkah kaki ini sanggup menapak jalan kebenaran?
Sanggupkah mata ini menerima kenyataan?
Atau telinga ini mendengar penuh kesabaran?
Ya Rabb semua ada di tangan Mu?
Ijinkan hamba berjuang meraih kesyahidan di ujung penantian.
Ijinkan hamba merenda ikhtiar menata hati mengisi jiwa,
agar hamba teguh menapaki masa depan dalam penuh penghambaan.
Sahabat di ujung penantian
"Hisablah dirimu sebelum kalian dihisab dihadapan Allah kelak"(Umar bin Khattab)