Showing posts with label Inspiring Quote. Show all posts
Showing posts with label Inspiring Quote. Show all posts

Mar 27, 2015

Renungan : Rezeki

Syaikh Ali Mustafa Thanthawi -rahimahullah-mengatakan:

Falsafah rezeki itu sangat sulit untuk dimengerti, juga terlalu jauh untuk bisa diraih.
Tengoklah kehidupan manusia. Diantara mereka ada para penyelam yang Allah jadikan roti (kehidupan) mereka dan segenap keluarga tersimpan jauh di dasar lautan. Mereka takkan bisa menggapainya hingga mereka menyelam ke dasar lautan yang dalam.

Ada juga para pilot yang Allah jadikan roti (kehidupan) mereka berada di atas awan, sehingga mereka tidak mungkin mendapatkannya sampai mereka terbang tinggi ke angkasa.

Ada juga yang roti (kehidupannya) tersembunyi di dalam bebatuan yang sangat keras, sehingga mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali dengan memecah batu-batu itu.

Ada pula orang-orang yang rezeki mereka berada di bawah gorong-gorong air yang kotor, atau di tempat-tempat penambangan yang dalam, dimana wajah mentari dan cahaya siang tak dapat dilihat.

Ada orang yang mendapatkan bagian rezekinya dengan tangan, kaki, lisan dan otaknya. Ada juga yang tidak bisa meraihnya kecuali dengan mempertaruhkan nyawa dan menghadapkan diri kepada kematian, seperti halnya para pemain sirkus yang selalu saja diburu kematian. Kalau ia tidak mendapati rezekinya dengan cara jatuh bertumpuh di atas kepala, ia mendapatinya ketika berada di antara taring-taring singa atau di bawah kaki-kaki gajah.

Maka bersyukurlah kepada Allah, karena Dia telah menjadikan rezekimu berada di atas meja kerjamu. Kau bisa meraihnya sambil duduk di atas kursi. Dia tidak menjadikannya berada di puncak-puncak gunung yang tinggi, atau di dasar lautan yang dalam, juga tidak harus berhadapan dengan singa ataupun macan.
-Syekh Ali Musthafa Thanthawi dalam risalah Ma'a An-Naas-




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Mar 26, 2015

Walau Kami...

Walau tak dikayakan seberlimpah Sulaiman;
karuniai kami syukur dan tawadhu'nya, yang hormati semut serta burung hud-hud

Walau usia tak sepanjang Nuh;
tegarkan kami dengan kegigihan da'wah dan tekad bajanya untuk terus sampaikan kebenaran

Walau tak setampan Yusuf;
kuatkan diri kami menahan semua goda dan derita

Walau tak perlu ditelan ikan di gelap lautan;
hiasi jiwa kami dengan kepasrahan Yunus yang rintih doanya terdengar

Walau ujian cinta tak seberat Ibrahim, Hajar dan Sarah;
limpahi keluarga kami sakinah, mawaddah, dan rahmah dengan keturunan sholih-sholihah

Walau tak harus lari dan sembunyi sebagaimana Ashabul Kahfi;
beri kami keberanian dan perlindungan saat tegas mengatakan Al Haqq di depan tirani

Walau ilmu tak seutuh Luqman Al Hakim;
tajamkan pikir dan rasa kami 'tuk mengambil ibrah di setiap kejadian.
~Ust. Salim A. Fillah~





shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Mar 16, 2015

Isak Tangis Sang Kakek Dalam Tilawah

Dalam kesehariannya menjual balon mainan anak-anak, ditengah kecepeannya dia berhenti. Usianya yang renta, 85 tahunan bukanlah usia yang lagi pas untuk bekerja. Tetapi dia menjaga kemuliaan dirinya untuk tetap bekerja tanpa berharap uluran belas kasih dari siapapun. Bahkan dari anaknya.

Ditengah dia melepas lelah, kerasnya kehidupan yang tak mengampuni siapapun yang salah, dunia yang semakin hari semakin parah. Sang Kakek mengeluarkan Al Qur'an sakunya dan terdengarlah suaranya yang merintih melafalkan ayat demi ayat Al Qur'an yang mulia ini. Sang Kakek tak perlu kacamata walaupun mungkin dia membutuhkannya karena faktor usia. Dia membaca dengan fasih bahkan sangat fasih.

Sang kakek mengusap matanya, dia menangis, dia menangis bukan karena perihnya hidup. Bukan karena masa muda yang dibuang sia-sia. Tapi sang kakek membaca Al Qur'an sekaligus membaca terjemahannya yang berbunyi
قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا} [الكهف : 110
"Katakanlah : Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Rabb kamu itu adalah Tuhan yang esa. "Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Rabbnya."
Bagian ayat inilah yang membuat sang kakek penjual mainan anak ini menangis. Apakah jasad yang hina ini bisa bertemu dengan Allah, berkumpul dengan para Nabi dan Rasul di satu syurga yang sama. Masya Allah.

Wahai Anak Muda...
Tidakkah Kalian Malu pada sang kakek ini?
Tidakkah usia mudamu melakukan sesuatu dengan berharap kehidupan akhirat dan berjumpaan dengan Allah ta'ala semata? 
ALLAHU AKBAR  Walillahilhamd




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Mar 15, 2015

Renungan : Nafkah Suami Untuk Istri

Harta istri adalah harta milik istri, baik yang dimiliki sejak sebelum menikah, atau pun setelah menikah. Harta istri setelah menikah yang terutama adalah dari suami dalam bentuk nafaqah (nafkah), selain juga mungkin bila istri itu bekerja atau melakukan usaha yang bersifat bisnis.

Khusus masalah nafkah, sebenarnya nafkah sendiri merupakan kewajiban suami dalam bentuk harta benda untuk diberikan kepada istri. Segala kebutuhan hidup istri mulai dari makanan, pakaian dan tempat tinggal, menjadi tanggungan suami. Dengan adanya nafkah inilah kemudian seorang suami memiliki posisi qawam (pemimpin) bagi istrinya, sebagaimana firman Allah SWT:
"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka."
(QS. An-Nisa': 34)
Namun yang seringkali terjadi, sebagian kalangan beranggapan bahwa nafkah suami kepada istri adalah biaya kehidupan rumah tangga atau uang belanja saja. Pemandangan sehari-harinya adalah suami pulang membawa amplop gaji, lalu semua diserahkan kepada istrinya.

Cukup atau tidak cukup, pokoknya ya harus cukup. TInggallah si istri pusing tujuh keliling, bagaimana mengatur dan menyusun anggaran belanja rumah tangga. Kalau istri adalah orang yang hemat dan pandai mengatur pemasukan dan pengeluaran, suami tentu senang.

Yang celaka, kalau istri justru kacau balau dalam mengatur keuangan. Alih-alih mengatur keuangan, yang terjadi justru besar pasak dari pada tiang. Ujung-ujungnya, suami yang pusing tujuh keliling mendapati istrinya pandai membelanjakan uang, plus hobi mengambil kredit, aktif di arisan dan berbagai pemborosan lainnnya.

Padahal kalau kita kembalikan kepada aturan asalnya, yang namanya nafkah itu lebih merupakan ‘gaji’ atau honor dari seorang suami kepada istrinya. Sebagaimana ‘uang jajan’ yang diberikan oleh seorang ayah kepada anaknya.

Adapun kebutuhan rumah tangga, baik untuk makan, pakaian, rumah, listrik, air, sampah dan semuanya, sebenarnya di luar dari nafkah suami kepada istri. Kewajiban mengeluarkan semua biaya itu bukan kewajiban istri, melainkan kewajiban suami.

Kalau suami menitipkan amanah kepada istrinya untuk membayarkan semua biaya itu, boleh-boleh saja. Tetapi tetap saja semua biaya itu belum bisa dikatakan sebagai nafkah buat istri. Sebab yang namanya nafkah buat istri adalah harta yang sepenuhnya menjadi milik istri.

Kira-kira persis dengan nafkah di awal sebelum terjadinya akad nikah, yaitu mahar atau maskawin. Kita tahu bahwa sebuah pernikahan diawali dengan pemberian mahar atau maskawin. Dan kita tahu bahwa mahar itu setelah diserahkan akan menjadi sepenuhnya milik istri.

Suami sudah tidak boleh lagi meminta mahar itu, karena mahar itu statusnya sudah jadi milik istri. Kalau seandainya istri dengan murah hati lalu memberi sebagian atau seluruhnya harta mahar yang sudah 100% menjadi miliknya kepada suaminya, itu terserah kepada dirinya. Tapi yang harus dipastikan adalah bahwa mahar itu milik istri.

Sekarang bagaimana dengan nafkah buat istri?
Kalau kita mau sedikit cermat, sebenarnya dan pada hakikatnya, yang disebut dengan nafkah buat istri adalah harta yang sepenuhnya diberikan buat istri. Dan kalau sudah menjadi harta milik istri, maka istri tidak punya kewajiban untuk membiayai penyelenggaraan rumah tangga. Nafkah itu ‘bersih’ menjadi hak istri, di luar biaya makan, pakaian, bayar kontrakan rumah dan semua kebutuhan sebuah rumah tangga.

Mungkin Anda heran, kok segitunya ya? Kok matre’ banget sih konsep seorang istri dalam Islam?
Jangan heran dulu, kalau kita selama ini melihat para istri tidak menuntut nafkah ‘eksklusif’ yang menjadi haknya, jawabnya adalah karena para istri di negeri kita ini umumnya telah dididik secara baik dan ditekankan untuk punya sifat qana’ah. Saking mantabnya penanaman sifat qana’ah itu dalam pola pendidikan rumah tangga kita, sampai-sampai mereka, para istri itu, justru tidak tahu hak-haknya. Sehingga mereka sama sekali tidak mengotak-atik hak-haknya.

Memandang fenomena ini, salah seorang murid di pengajian nyeletuk, “Wah, ustadz, kalau begitu hal ini perlu tetap kita rahasiakan. Jangan sampai istri-istri kita sampai tahu kalau mereka punya hak nafkah seperti itu.”

Yang lain menimpali, “Setuju ustadz, kalau sampai istri-istri kita tahu bahwa mereka punya hak seperti itu, kita juga ntar yang repot nih ustadz. Jangan-jangan nanti mereka tidak mau masak, ngepel, nyapu, ngurus rumah dan lainnya, sebab mereka bilang bahwa itu kan tugas dan kewajiban suami. Wah bisa rusak nih kita-kita, ustadz.”

Yang lain lagi menambahi, “Benar ustadz, bini ane malahan sudah tahu tuh masalah ini. Itu semua kesalahan ane juga sih awalnya. Sebab bini ane tuh, ane suruh kuliah di Ma’had A-Hikmah di Jalan Bangka. Rupanya materi pelajarannya memang sama ame nyang ustadz bilang sekarang ini. Cuman bini ane emang nggak tiap hari sih begitu, kalo lagi angot doang.”

“Tapi kalo lagi angot, ustadz, bah, ane jadi repot sendiri. Tuh bini kagak mao masak, ane juga nyang musti masak. Juga kagak mau nyuci baju, ya udah terpaksa ane yang nyuciin baju semua anggota keluarga. Wii, pokoknya ane jadi pusing sendiri karena punya bini ngarti syariah.”

Menjawab ‘keluhan’ para suami yang selama ini sudah terlanjur menikmati ketidak-tahuan para istri atas hak-haknya, kami hanya mengatakan bahwa sebenarnya kita sebagai suami tidak perlu takut. Sebab aturan ini datangnya dari Allah juga. Tidak mungkin Allah berlaku berat sebelah. Sebab Allah SWT selain menyebutkan tentang hak-hak seorang istri atas nafkah ‘eksklusif’, juga menyebutkan tentang kewajiban seorang istri kepada suami. Kewajiban untuk mentaati suami yang boleh dibilang bisa melebihi kewajibannya kepada orang tuanya sendiri.

Padahal kalau dipikir-pikir, seorang anak perempuan yang kita nikahi itu sejak kecil telah dibiayai oleh kedua orang tuanya. Pastilah orang tua itu sudah keluar biaya besar sampai anak perawannya siap dinikahi. Lalu tiba-tiba kita datang melamar si anak perawan itu begitu saja, bahkan kadang maskawinnya cuma seperangkat alat sholat tidak lebih dari nilai seratus ribu perak.

Sudah begitu, dia diwajibkan mengerjakan semua pekerjaan kasar layaknya seorang pembantu rumah tangga, mulai dari subuh sudah bangun dan memulai semua kegiatan, urusan anak-anak kita serahkan kepada mereka semua, sampai urusan genteng bocor. Sudah capek kerja seharian, eh malamnya masih pula ‘dipakai’ oleh para suaminya.

Jadi sebenarnya wajar dan masuk akal kalau untuk para istri ada nafkah ‘eksklusif’ di mana mereka dapat hak atas ‘honor’ atau gaji dari semua jasa yang sudah mereka lakukan sehari-hari, di mana uang itu memang sepenuhnya milik istri. Suami tidak bisa meminta dari uang itu untuk bayar listrik, kontrakan, uang sekolah anak, atau keperluan lainnya.

Dan kalau istri itu pandai menabung, anggaplah tiap bulan istri menerima ‘gaji’ sebesar Rp 1 juta yang utuh tidak diotak-atik, maka pada usia 20 tahun perkawinan, istri sudah punya harta yang lumayan 20 x 12 = 240 juta rupiah. Lumayan kan?

Nah harta itu milik istri 100%, karena itu adalah nafkah dari suami. Kalau suami meninggal dunia dan ada pembagian harta warisan, harta itu tidak boleh ikut dibagi waris. Karena harta itu bukan harta milik suami, tapi harta milik istri sepenuhnya. Bahkan istri malah mendapat bagian harta dari milik almarhum suaminya lewat pembagian waris.

Semoga Bermanfaat.




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Mar 12, 2015

Hikmah Cerita : Rasa Sakit

Pada acara reality show Oprah Winfrey ditampilkan seorang gadis mungil, usia 5 tahun, asal Amerika Serikat, memakai kacamata plastik (seperti untuk berenang), lucu, manis, secara fisik terlihat normal dan berperilaku seperti anak-anak seusianya. Hanya saja, si gadis kecil ini mengidap suatu penyakit bawaan yang langka, yaitu tidak memiliki rasa sakit (tidak memiliki syaraf rasa sakit) di sekujur tubuhnya.

Sejak bayi, si kecil jarang rewel dan  menangis. Hanya terkadang suhu badannya yang menghangat. Penyakit bawaan yang diderita si kecil itupun baru diketahui (kalau tidak salah) ketika sang bocah mencolok-colok matanya karena gatal dan tidak menangis kesakitan padahal darah mengalir keluar. Akibat kejadian tersebut, satu matanya menjadi buta. Setelah itu dia diberi kacamata khusus untuk melindunginya.

Pernah suatu ketika, ketika gigi si kecil sudah tumbuh, saat kedua orangtuanya agak lengah, si kecil sedang asyik menggigit-gigit jari tangannya sendiri hingga hancur. Tentu saja si kecil tetap tenang karena sama sekali tidak merasakan sakit. Sebagai pencegahan, akhirnya diputuskan untuk mencabut semua giginya agar dia tidak sampai mengunyah lidahnya sendiri.

Karena kejadian-kejadian itulah, si kecil mendapat perhatian dan pengawasan ekstra dari seluruh keluarganya. Dengan kehilangan sensitifitas dikhawatirkan akan adanya bahaya-bahaya yang bisa menimpanya.

Semoga hal ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Agar kita kembali merenungi dan mensyukuri semua nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita dan meyakini bahwa segala ciptaan dan pemberian Allah adalah tidak sia-sia, termasuk rasa sakit yang seringkali kita tidak sabar untuk menghadapinya.




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Mar 10, 2015

Kebaikan dan Kejahatan Tidak Sesederhana Yang Terlihat

Sebuah kapal pesiar mengalami kecelakaan di laut dan akan segera tenggelam. Sepasang suami istri berlari menuju ke skoci untuk menyelamatkan diri. Sampai di sana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat untuk satu orang yang tersisa. Segera sang suami melompat mendahului istrinya untuk mendapatkan tempat itu. Sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum skoci menjauh dan kapal itu benar-benar menenggelamkannya.

Guru yang menceritakan kisah ini bertanya pada murid-muridnya, 
“Menurut kalian, apa yang istri itu teriakkan?”
Sebagian besar murid-murid itu menjawab, 
“Aku benci kamu!”
“Kamu tau aku buta!!”
“Kamu egois!”
“Nggak tau malu!”
Tapi guru itu kemudian menyadari ada seorang murid yang diam saja. Guru itu meminta murid yang diam saja itu menjawab.  Kata si murid, 
“Guru, saya yakin si istri pasti berteriak, ‘Tolong jaga anak kita baik-baik’”.
Guru itu terkejut dan bertanya, 
“Apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya?”
Murid itu menggeleng. 
“Belum. Tapi itu yang dikatakan oleh mama saya sebelum dia meninggal karena penyakit kronis.”
Guru itu menatap seluruh kelas dan berkata, 
“Jawaban ini benar.”
Kapal itu kemudian benar-benar tenggelam dan sang suami membawa pulang anak mereka sendirian. 

Bertahun-tahun kemudian setelah sang suami meninggal, anak itu menemukan buku harian ayahnya. Di sana dia menemukan kenyataan bahwa, saat orangtuanya  naik kapal pesiar itu, mereka sudah mengetahui bahwa sang ibu menderita penyakit kronis dan akan segera meninggal. Karena itulah, di saat darurat itu, ayahnya memutuskan mengambil satu-satunya kesempatan untuk bertahan hidup.  Dia menulis di buku harian itu, 
“Betapa aku berharap untuk mati di bawah laut bersama denganmu. Tapi demi anak kita, aku harus membiarkan kamu tenggelam sendirian untuk selamanya di bawah sana.”
Cerita itu selesai. Dan seluruh kelas pun terdiam.

Guru itu tahu bahwa murid-murid sekarang mengerti moral dari cerita tersebut, bahwa kebaikan dan kejahatan di dunia ini tidak sesederhana yang kita sering pikirkan. Ada berbagai macam komplikasi dan alasan di baliknya yang kadang sulit dimengerti.

Karena itulah kita seharusnya jangan pernah melihat hanya di luar dan kemudian langsung menghakimi, apalagi tanpa tahu apa-apa.

Mereka yang sering membayar untuk orang lain, mungkin bukan berarti mereka kaya, tapi karena mereka menghargai hubungan daripada uang.

Mereka yang bekerja tanpa ada yang menyuruh, mungkin bukan karena mereka bodoh, tapi karena mereka menghargai konsep tanggung jawab.

Mereka yang minta maaf duluan setelah bertengkar, mungkin bukan karena mereka bersalah, tapi karena mereka menghargai persahabatan.

Mereka yang mengulurkan tangan untuk menolongmu, mungkin bukan karena mereka merasa berhutang, tapi karena menganggap kamu adalah sahabat.

Mereka yang sering mengontakmu, mungkin bukan karena mereka tidak punya kesibukan, tapi karena kamu ada di dalam hatinya.




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Mar 9, 2015

Abdullah bin Ummi Maktum

Lelaki renta itu, dengan kehalusan hatinya ingin ber-Islam menjadi sebab turunnya ayat ‘Abasa watawalla', Rasul pun ditegur Allah karenanya. Seorang miskin lagi buta, bukan berarti tak lebih utama dari para pemuka negara.

Lelaki renta itu, pernah minta keringanan untuk tidak ikut sholat berjamaah di masjid karena dia buta, karena dia sebatang kara, karena masjid jauh sekali dari rumahnya, tapi tanya Rasul, “Apakah engkau masih mendengar adzan?” saat dijawabnya masih, maka kata Rasul, “Kalau begitu, berangkatlah.” 

Lalu, tunduk patuh ia pada perintah sekali pun tak pernah ia sanggah tiap sholat lima waktu sholat berjamaah. Meski fajar masih pekat dan jarak masjid tak dekat, ia meraba-raba dalam gelap. Hingga suatu saat, kakinya tersandung bongkahan batu badannya terjerembab jatuh,
mukanya tersungkur di runcingnya batu berdarah-darah.

Setelahnya, selalu datang seorang lelaki menuntunnya dengan ramah pergi dan pulang sholat berjamaah setiap hari, setiap lima waktu. Hingga suatu saat lelaki tua ingin sekali tahu siapa gerangan lelaki penolongnya itu karena ingin ia doakan atas kebajikannya selama ini. Tapi kata lelaki muda, “Jangan sekali-kali kau doakan aku dan jangan sekali-kali kau ingin tahu namaku karena aku adalah iblis”

Sontak lelaki renta itu terkejut, “Bagaimana mungkin engkau menuntunku ke masjid, sedangkan dirimu menghalangi manusia untuk mengerjakan sholat?”

Iblis menjawab, “Ingatkah dulu saat kau hendak sholat subuh berjamaah, kau tersandung batu, lalu bongkahannya melukai wajahmu? Pada saat itu aku mendengar ucapan Malaikat, bahwa Allah telah mengampuni setengah dosamu. Aku takut kalau engkau tersandung lagi, lalu Allah menghapuskan setengah dosamu yang lain. Maka aku selalu menuntunmu ke masjid dan mengantarkanmu pulang.”

Lalu, saat tubuh itu merenta makin menua dimakan usia datang seruan perang Qaddisiyah. Sang khalifah Umar mengumpulkan segenap lelaki dari seluruh penjuru negeri  terselip ia, berbaris bersama ingin sekali ikut berperang di medan laga demi cita-cita mulia. Khalifah Umar melarangnya, bagaimana seorang buta lagi renta, akan ikut berperang? Bagaimana jika dia langsung celaka terkena tombak? Atau justru mencelakai temannya karena tak mampu mengenali siapa.

Tapi, lelaki tua itu bersikukuh, “Tempatkan aku di  antara dua pasukan yang berperang. Aku akan membawa panji kemenangan. Aku akan memegangnya erat-erat untuk kalian. Aku buta, karena itu aku pasti tak akan lari”. Khalifah, tak lagi mampu menghalangi.

Lalu semuanya, berangkatlah lekaki tua itu ingin menepati janjinya dengan baju besi yang dikenakannya dan bendera besar yang dibawanya, dia berjanji akan mengibarkannya senantiasa, atau mati terkapar di sampingnya. Lewat pertempuran Qaddisiyah, Persia yang congak pun kalah tapi kemengangan itu tak murah dibayar dengan nyawa ratusan syuhada, terselip di antara mereka
jenazah lelaki tua terkapar berlumuran darah sambil memeluk erat sebuah bendera sungguh, dia telah menepati janjinya.

Wahai lelaki mulia, sesak dadaku membaca kisah hidupmu, menyungai sudut mataku mengenangmu. Engkau buta, sebatangkara dan renta tapi itu tak membuatmu pasrah dan diam meski udzur telah membolehkanmu untuk tak kemana-mana, di rumah saja. 

Lalu, bagaimana dengan diriku ini? Aku masih muda, aku bukan fuqara, akuu tak buta jua tak sebatangkara. Tapi kenapa, sering sekali ada alasan mendera untuk tak bersegera?

Lelaki sepertimu, dengan segala keterbatasan terus mencari-cari alasan agar mampu mengambil peran. Sedang aku, kita dengan segala kemudahan sering mencari-cari alasan agar boleh tak ikut berperan. Lalu, dengan apa akan kita buktikan bahwa kita ini beriman?

Mari belajar darinya, Abdullah bin Ummi Maktum.
-Ustadz Sani bin Husein, S.Si.-




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Mar 7, 2015

Sepenggal Cerita Indah Bersama Syaikh Abdurrozaq al Badr

Tadi malam, Syaikh Abdurrozaq memanggil ana.
"Badrusalam kemari."
"Iya syaikh", jawabku.
"Ana mau cerita padamu agar kamu tertawa tapi berfaidah."
"Cerita apa syaikh?" jawabku.
Syaikh berkata, 
"tadi sore ana merenung sendirian di apartemen ini. Ana berada di tingkat 35 setinggi ini..kira kira ada semut tidak ya?"

Aku melihat ke lantai. Ternyata ada semut. hehehe akupun tertawa.

Syaikh berkata,
"Di sini ada faidah yang bermanfaat. Lihatlah semut ini naik ke tingkat setinggi ini untuk mencari makanan. Iya semangat dalam hidupnya untuk sesuatu yang bermanfaat. Sementara banyak orang bermalas-malasan di rumahnya. Dahulu ada seseorang ditanya dari mana kamu belajar kesabaran? Ia menjawab dari semut. Aku melihat semut yang membawa roti ke atas berkali kali ia jatuh namun tak pernah berputus asa, akhirnya berhasil juga."

Itulah kawan sepenggal cerita indah disaat bersantai dengan beliau dalam bercanda pun beliau tetap memberi faidah. Subhanallah. Walhamdulillah.
~Ustadz Badru Salam, Lc~




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Mar 6, 2015

Merelakan Sesuatu Yang Disayangi

Di suatu malam seorang ayah membacakan cerita untuk anak perempuannya. Setelah membacakan cerita, si ayah bertanya kepada anaknya,
"Nak, apa kamu sayang Ayah?"
Si anak menjawab, 
"Tentu saja aku sayang Ayah"
Ayahnya tersenyum lalu bertanya, 
"Kalau begitu, boleh Ayah minta kalungmu?"
Lalu si anak menjawab, 
"Ayah, aku sayang Ayah, tapi aku juga sayang sama kalung ini"
Lalu Ayahnya berkata, 
"Ya sudah tidak apa-apa, Ayah hanya bertanya saja"
Si ayah lalu pergi.

Di malam berikutnya selama 3 hari berturut-turut, ayahnya menanyakan hal yang sama dan si anak pun menjawab dengan kata-kata yang sama. Si anak berpikir sambil memegang kalung imitasi kesayangannya itu, 
"Kenapa tiba-tiba Ayah mau kalung ini? Ini kalung yang paling aku sayangi, kalung ini pun pemberian Ayah juga"
Malam berikutnya, sang Ayah menanyakan hal yang sama, lalu si anak berkata, 
"Ayah, Ayah tahu aku sayang sama Ayah dan juga kalung ini. Tapi kalau Ayah mau kalung ini, ya sudah aku berikan ke Ayah"
Si anak memberikan kalungnya dan Ayahnya mengambilnya dengan tangan kiri, lalu Ayahnya memasukkan tangan kanannya ke saku kanan dan mengambil kalung berbentuk sama namun emasnya asli. Ayahnya mengenakannya pada leher anaknya, 
"Anakku, sebetulnya kalung ini sudah ada di saku Ayah sejak pertama kali Ayah meminta kalungmu, tapi Ayah menunggu kamu memberikan sendiri kalungmu itu dan Ayah gantikan dengan yang lebih baik dan indah"
Si anak menangis terharu.

Seringkali kita merasa Tuhan tidak adil. Dia yang memberikan tapi kenapa Dia juga yang mengambilnya, kadang kita selalu sakit hati, sedih dan kecewa, tapi tidakkah kita tahu, di saat Tuhan mengambil sesuatu yang berharga dari kita, ternyata Tuhan punya rencana lain. Dia mau menggantikannya dengan yang LEBIH BAIK lagi dari apa yang sudah kita miliki sekarang.
Jadi,
  • Terimalah apapun yang kita alami (bersabar),
  • Berilah apa yang harus kita berikan (beramal),
  • Kembalikanlah apa yang diminta oleh Tuhan (ikhlas), dan
  • Tetaplah bersyukur, maka rejekimu akan dilipat gandakan





shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Janganlah.....

Jangan menilai orang dari rupanya.
Karena Rasulullah saw melihat si pendek tak menawan yaitu sahabat beliau Saidina Julaybib r.a dikejar - kejar oleh para bidadari syurga.

 Berilah kesempatan seseorang untuk berubah.
Karena seseorang yang hampir membunuh Rasul pun kini terbaring disebelah makam beliau yaitu Saidina Umar Al Khattab.

Jangan melihat seseorang dari masa lalunya.
Seseorang yang pernah berperang melawan agama Allah pun akhirnya menjadi pedang-nya Allah (saifullah) yaitu Saidina Khalid Ibnu Walid.

Jangan memandang orang dari status dan hartanya.
Karena sepatu emas fir'aun pun berada di neraka, sedangkan sandal lusuh/terompah Saidina Bilal bin Rabah kedengaran langkahnya di syurga.

Subhanallah
Semoga Allah memberikan kita petunjuk dan hidayah-Nya, agar di setiap ilmu yang kita miliki, dapat menggerakkan kita untuk lebih dekat lagi dengan rahmat.




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Mar 1, 2015

Balon

Pada suatu acara seminar yang dihadiri oleh sekitar 50 peserta. Tiba-tiba sang Motivator berhenti berkata-kata dan mulai memberikan balon kepada masing-masing peserta. Dan kepada mereka masing-masing diminta untuk menulis namanya di balon-balon tersebut dengan menggunakan spidol. Kemudian semua balon dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam ruangan lain.

Sekarang semua peserta disuruh masuk ke ruangan itu dan diminta untuk menemukan balon yang telah tertulis nama mereka dengan diberi waktu hanya 5 menit. 

Semua orang panik mencari nama mereka, bertabrakan satu sama lain, mendorong dan berebut dengan orang lain di sekitarnya sehingga terjadi kekacauan. Waktu 5 menit sudah usai, tidak ada seorangpun yang bisa menemukan balon mereka sendiri. 

Lalu di waktu berikutnya Sang Motivator meminta kepada Peserta untuk secara acak mengambil
sembarang balon dan memberikannya kepada orang yang namanya tertulis di atasnya. Dalam beberapa menit semua orang punya balon dengan nama mereka sendiri.

Akhirnya sang Motivator berkata :
"Kejadian yang baru terjadi ini mirip dan sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Semua orang sibuk mencari kebahagiaan untuk diri sendiri, mirip dengan mencari balon mereka sendiri, dan banyak yang gagal. Mereka baru berhasil mendapatkannya ketika mereka memberikan kebahagiaan kepada orang lain, mirip dengan memberikan balon tadi kepada pemiliknya."

Kebahagiaan kita terletak pada kebahagiaan orang lain. Beri kebahagiaan kepada orang lain, maka anda akan mendapatkan kebahagiaan anda sendiri. 

Penutup
Manusia terbaik pernah memberikan nasehat,
"Barangsiapa yang membantu seorang mu'min terlepas dari kesusahan didunia, niscaya Allah akan membantunya terlepas dari kesusahan dunia dan akhirat"
(HR.Muslim)




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Feb 26, 2015

Black Box Ciptaan Allah

Black Box atau Kotak Hitam adalah sekumpulan perangkat yang digunakan dalam bidang transportasi, umumnya merujuk kepada perekam data penerbangan (Flight Data Recorder; FDR) dan perekam suara kokpit (Cockpit Voice Recorder; CVR) dalam pesawat terbang.

Fungsi dari kotak hitam sendiri adalah untuk merekam pembicaraan antara pilot dan pemandu lalu lintas udara atau Air Traffic Control (ATC) serta untuk mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan. Apabila pesawat mengalami kecelakan, jatuh dan hancur atau lainnya, maka Black Box sangat diperlukan untuk mengetahui hasil rekaman data yang akan membantu memberikan informasi mengenai kondisi sebelum terjadinya kecelakaan pada pesawat terbang.

Sahabat...
Mari sama-sama kita renungkan, jika manusia saja mampu membuat teknologi perekam seperti Black Box, maka bagaimana dengan Allah Yang Maha Pencipta, Yang Menciptakan manusia?! Black Box ciptaan Allah tentu jauh lebih canggih, bahkan dapat merekam semua aktifitas yang kita lakukan.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman : 
"Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan tangan-tangan mereka berkata kepada Kami dan kaki-kaki mereka memberi kesaksian terhadap apa yang telah mereka usahakan."
(QS. Yasin : 65)
Ibnu Katsir Rahimahullah menjelaskan tentang ayat ini : “Ini adalah kondisi orang-orang kafir dan orang-orang munafik pada hari kiamat ketika mereka mengingkari perilaku buruk yang mereka lakukan di dunia serta bersumpah dengan apa yang telah mereka lakukan. Lalu Allah menutup lisan-lisan mereka, sedangkan anggota tubuh mereka  berbicara tentang apa yang sudah mereka perbuat.”

Sahabat...
Lantas bagaimana dengan perbuatan kita hingga detik ini?
Merasa amankah kita dengan melalaikan tugas sebagai hamba Allah?
Merasa amankah kita dengan bermalas-malasan terhadap perintah-Nya? 
Semua aktifitas kita akan direkam dan bila saatnya nanti, semua rekaman aktifitas kita akan diperlihatkan dan kita tak dapat mengelak, semua tentang kebaikan maupun keburukan yang kita perbuat, bahkan tentang isi hati kita, Allah Maha Tahu.
Siapkah kita dengan hal ini?!

Sahabat...
Mari kita perbanyak beristighfar, memohon ampunan kepada Allah kemudian sama-sama berbenah diri, berubah dari kondisi buruk menjadi baik, dari kondisi malas ibadah menjadi rajin ibadah, dari kondisi hati yang lalai menjadi hati yang senantiasa terpaut pada-Nya.
In sya Allah, semoga iman kita senantiasa dikuatkan dan dijaga keistiqamahan dalam Islam.
Aamiin yaa Rabb...
~Erik Mardiansyah~




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Feb 23, 2015

Pelajaran dalam masalah "Cinta"

Rasulullah SAW pernah duduk bersama para Sahabatnya r.hum. dan menanyai mereka dimulai dari Abu Bakar, Apa yang engkau cintai dari dunia ini? 
Maka ia berkata : yang saya cintai dari dunia ini ada tiga:
  1. Duduk di hadapanmu SAW.
  2. Melihatmu SAW.
  3. Menginfaqkan hartaku untukmu SAW.

Dan engkau wahai Umar, apa yang kamu cintai dari dunia ini?
Maka ia berkata : yang saya cintai dari dunia ini ada tiga :
  1. Mengajak kepada kebenaran walaupun secara sembunyi-sembunyi.
  2. Dan mencegah kemungkaran walaupun secara terang-terangan.
  3. Dan mengatakan yang haq (benar) walaupun itu pahit.

Dan engkau wahai Utsman, apa yang kamu cintai dari dunia ini?
Maka ia berkata : yang saya cintai dari dunia ini ada tiga :
  1. Memberi makan.
  2. Menyebarkan salam.
  3. Dan shalat di malam hari di saat manusia tidur.

Dan engkau wahai Ali, apa yang kamu cintai dari dunia ini?
Maka ia berkata : yang saya cintai dari dunia ada tiga :
  1. Memuliakan tamu.
  2. Berpuasa di musim panas.
  3. Dan membunuh musuh dengan pedang.

Kemudian Nabi SAW. menanyai Abu Dzar Al-Ghifary, apa yang kamu cintai di dunia ini?
Ia berkata : yang saya cintai di dunia ini ada tiga hal :
  1. Rasa lapar.
  2. Sakit.
  3. Dan mati.

Kemudian Nabi saw. berkata kepadanya : Mengapa?
Maka Abu Dzar menjawab :
  1. Saya mencintai rasa lapar agar hatiku menjadi lembut.
  2. Dan saya mencintai sakit agar dosaku berkurang.
  3. Dan saya mencintai mati agar aku dapat bertemu dengan Rabbku.

Kemudian Nabi saw. bersabda: Aku telah dijadikan mencintai tiga hal dari dunia kalian ini : 
  1. Wangi-wangian (parfum)
  2. Wanita
  3. Dan dijadikan penyejuk mataku di dalam shalat.

Dan pada waktu itu turun Jibril as. dan mengucapkan salam kepada mereka dan berkata : Dan saya mencintai tiga hal dari dunia kalian :
  1. Menyampaikan risalah (pesan).
  2. Menunaikan amanah.
  3. Dan mencintai orang-orang miskin.

Kemudian ia naik ke langit dan turun kembali dan berkata : Allah azza wa jalla mengucapkan salam kepada kalian dan mengatakan : sesungguhnya Ia mencintai tiga hal dari dunia kalian :
  1. Lidah yang senantiasa berdzikir.
  2. Hati yang khusyuk.
  3. Dan jasad (tubuh) yang sabar atas musibah.

Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha suci Allah Yang Maha Agung.

Tiga do'a yang tidak kalian lupakan dalam sujud kalian :
  • Allahumma innii asaluka husnal khatimah (اللهم إني أسألك حسن الخاتمة)
#Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu husnul khatimah.

  • Allahummarzuqnii taubatan nasuuhah qablal mauti (اللهم ارزقني توبة نصوحة قبل الموت)

#Ya Allah berilah hamba rezeki berupa taubat nasuhah sebelum mati.
  • Allahumma yaa muqallibal quluub tsabbit qalbii alaa diinika (اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك)

#Ya Allah yang membulak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku atas agamamu.
Bahkan jika anda berniat untuk menyebarkan kalimat ini, niatkanlah untuk kebaikan. Mudah-mudahan Allah menghilangkan untukmu dengannya (kalimat ini) kesulitan dari kesulitan-kesulitan dunia dan akhirat.

Sembilan perkara yg bermanfaat bagimu di dalam kehidupanmu sehari-hari :
  1. ingin kebahagiaan = Shalatlah tepat pada waktunya.
  2. ingin cahaya pada wajah = Laksanakan shalat malam.
  3. ingin kelonggaran (hidup) = Bacalah Al-Qur'an.
  4. ingin kesehatan = Berpuasalah.
  5. ingin kelapangan (hidup) = Senantiasalah beristighfar.
  6. ingin hilangnya kesedihan/kesusahan = Senantiasalah berdo'a
  7. ingin hilangnya kesukaran/penderitaan = Ucapkanlah "لا حول و لا قوة إلا بالله".
  8. ingin keberkahan = Bershalawatlah atas Nabi SAW.
  9. ingin kebaikan (yang banyak) tanpa rasa lelah = Janganlah simpan kalimat ini, akan tetapi sebarkanlah dan anggaplah sebagai shadaqah jariyah bagimu dan bagi kedua orang tuamu.





shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Koin Penyok

Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu. Ia membungkuk dan menggerutu kecewa.
"Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok." 
Meskipun begitu, ia mengambil dan membawa koin itu ke bank.
"Sebaiknya koin ini anda bawa ke kolektor uang kuno", kata teller itu memberi saran. 
Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai 30 ribu. Lelaki itu begitu senang. Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga 30 ribu untuk membuat rak buat istrinya. Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang. 
Di tengah perjalanan dia melewati bengkel pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu bermutu yang dipanggul lelaki itu. Dia menawarkan lemari 100 ribu untuk menukar kayu itu. Setelah setuju, dia meminjam gerobak untuk membawa pulang lemari itu. 
Dalam perjalanan dia melewati perumahan. Seorang wanita melihat lemari yang indah itu dan menawarnya 2 juta. Lelaki itu ragu-ragu. Si wanita menaikkan tawarannya menjadi 2.5 juta. Lelaki itupun setuju. 
Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 2.5 juta. Tiba-tiba seorang perampok datang, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur. Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya dan bertanya, 
"Apa yang terjadi? Engkau baik-baik saja kan? Apa yang diambil perampok tadi?" 
Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, "Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi". 
Sahabat yang baik.
Bila kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan? Sebaliknya, sepatutnya kita bersyukur atas segala yang telah kita miliki, karena ketika datang dan pergi kita tidak membawa apa-apa. Ingat !
Menderita karena melekat
Bahagia karena melepas
Karena demikianlah hakikat sejatinya kehidupan, apa yang sebenarnya yang kita punya dalam hidup ini? Tidak ada, karena bahkan napas kita saja bukan kepunyaan kita dan tidak bisa kita genggam selamanya.

Hidup itu perubahan dan pasti akan berubah. Saat kehilangan sesuatu  ingatlah kembali, bahwa sesungguhnya kita tidak punya apa-apa. Jadi "kehilangan" itu tidaklah nyata dan tidak akan pernah menyakitkan. KEHILANGAN hanya sebuah TIPUAN PIKIRAN yang penuh dengan ke"aku"an.  Ke"aku"an lah yang membuat kita menderita.

Lahir tidak membawa apa-apa, meninggal pun sendiri, tidak mengajak apa-apa dan siapa-siapa. 

Pada waktunya "let it go", siapapun yang bisa melepas, tidak melekat, tidak menggenggam erat maka dia akan bahagia.

Semoga bermanfaat.




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Feb 22, 2015

Di Balik Ketidaktahuan

  • Nabi NUH belum tahu banjir akan datang ketika ia membuat kapal dan ditertawai kaumnya.

  • Nabi IBRAHIM belum tahu akan tersedia domba ketika pisau nyaris memenggal buah hatinya.

  • Nabi MUSA belum tahu laut terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.

Yang mereka tahu adalah bahwa mereka harus patuh pada perintah Allaj dan tanpa berhenti berharap yang terbaik. Ternyata dibalik Ketidaktahuan kita, Allah telah menyiapkan kejutan! Seringkali Allah berkehendak di detik-detik terakhir dalam pengharapan dan ketaatan hamba-hamba-Nya. Jangan kita berkecil hati saat sepertinya belum ada jawaban doa. Karena kadang Allah mencintai kita dengan cara-cara yang kita tidak duga dan kita tidak suka.

Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan!
Lakukan bagianmu saja, dan biarkan Allah akan mengerjakan bagian-Nya.
Tetaplah Percaya.
Tetaplah Berdoa. 
Tetaplah Setia.
Tetaplah meraih Ridho-Nya 
Aamiin




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Jan 12, 2015

Inspirasi Pagi

Nasehat emas dari ulama besar Al Hasan Al Basri rahimahullah :
Kepada orang yang ragu akan rezekinya...
Kepada seorang pemuda yang ragu melangkah maju untuk menikah, khawatir tidak bisa menghidupkan rumah tangga...
Kepada orang tua yang membatasi anaknya hanya dua atau tiga saja, karena khawatir miskin...
Kepada suami yang ragu untuk berpoligami, karena takut tidak bisa memberi makan istri kedua dan anak-anaknya...
Kepada istri pertama, yang tidak mau memberikan izin kepada suaminya untuk berpoligami karena khawatir jatuh miskin, atau tidak mendapatkan nafkah dari suami karena dibagi kepada istri kedua...
Kepada siapapun yang bingung hidup takut miskin...
Kepada orang yang selalu mengeluh kesusahan hidup, dll...

Simaklah perkataannya :
Hasan Basri berkata : "Aku telah membaca di sembilan puluh tempat (90 kali disebutkan) di dalam Al-Qur'an, bahwa sesungguhnya Allah telah menetapkan (mentakdirkan) rezeki dan menjamin rezeki itu untuk makhluk-Nya, dan aku membaca (hanya) pada satu tempat “syaitan menakut-nakutimu akan kefakiran”, lantas, (apakah layak) kita ragu terhadap perkataan yang Maha Benar di sembilan puluh tempat, sementara kita mempercayai perkataan pembohong (hanya) di satu tempat?"

Apakah setelah ini, kita masih ragu terhadap rezeki kita yang telah ditetapkan Allah untuk kita? Bersemangatlah, maju.  Langkahkanlah kaki anda untuk maju ke depan.
_Fawaid Abu Muhammad Arsyad hafizhahullah_




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Jan 2, 2015

Belajar Konsep Rezeki Dari Penjual Rujak

Hari ini hujan mulai jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang berteduh di teras ruko. Beliau saya pinjamkan tempat duduk dari dalam toko. Masih penuh gerobaknya dengan buah-buah tertata rapi. Kulihat dari dalam toko beliau membuka buku kecil. Rupanya sebuah Al-Qur'an. Beliau begitu tekun dengan Al-Qurannya. Sampai jam setengah 11 hujan tak kunjung berhenti. Saya mulai risau karena sepi pembeli. Saya keluar sekadar memberikan air minum kemasan dan beberapa butir kurma. Tidak ada sedikitpun raut gelisah terlihat di wajahnya.
“Kalau musim hujan jualannya repot juga ya, Pak. ” Kataku sambil menatap gerobaknya. “Masih banyak banget.”
Beliau tersenyum, “Iya bu. Mudah-mudahan ada rejekinya.” jawabnya.
“Aamiin,” kataku.
“Kalau gak abis gimana, Pak?” tanyaku penuh iba.
“Ya... Kalau gak abis ya risiko, Bu. Kalau yang gak bisa sampai besok kayak semangka, melon yang udah kebuka ya kasih ke tetangga juga seneng dari pada kebuang. Kalau kayak bengkoang, jambu, mangga yang masih bagus bisa disimpan. Mudah-mudahan aja dapet nilai sedekah,” katanya tersenyum.
“Kalau hujan terus sampai sore gimana, Pak?” tanyaku lagi.
“Ya Alhamdulillah bu. Berarti rejeki saya hari ini diizinkan banyak berdoa dan meminta sesuatu sama Allah. Kan kalau hujan waktu mustajab buat berdoa bu.” Katanya sambil tersenyum. “Dikasih kesempatan berdoa juga kan rejeki, Bu.”
“Terus kalau gak dapet uang gimana, Pak?” tanyaku lagi.
“Berarti rejeki saya bersabar, Bu. Allah yang ngatur rejeki, Bu. Saya bergantung sama Allah. Apa aja bentuk rezeki yang Allah kasih ya saya syukuri aja. Tapi Alhamdulillah, bertahun-tahun saya jualan rujak belum pernah sampai kelaparan." “Pernah gak dapat uang sama sekali, tau tau tetangga ngirimin makanan. Kita hidup cari apa Bu, yang penting bisa makan biar ada tenaga buat ibadah dan usaha,” katanya lagi sambil memasukan Al-Qur'annya ke kotak di gerobak.
“Mumpung hujannya rintik, Bu. Saya bisa jalan. Makasih yaa ,Bu.” katanya sambil menutup badannya dengan plastik dan membuka payung yang menempel di gerobaknya.
Saya terpana. Betapa malunya saya, dipenuhi rasa gelisah ketika hujan datang, begitu khawatirnya rezeki materi tak didapat sampai mengabaikan nikmat yang ada di depan mata. Tiba-tiba hati yang tadinya gundah menjadi ceria, mumpung masih hujan. Masih ada kesempatan dapat berdoa di waktu mustajab. 




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Dec 31, 2014

Air Mata Yang Menyelamatkan

Kapan kita bisa menangis?
Mungkin kala diri kita mendapat sikap yang sinis
Mengapa kita menangis?
Mungkin kala hati kita serasa teriris-iris
Bolehkah kita menangis?
Abu Abdirrahman Ra dengan bijak mengatakan
"Tangis yang dibenarkan ialah jika berasal dari suara hati karena dorongan iman, lalu diwujudkan dengan tindakan" 
Menangislah hai sahabat...
Karena takut akan ajal mendekat
Karena takut Allah akan melaknat
Bila tiada henti dan jera kita bermaksiat

Terpekur diri sambil menghitung hari
Tanpa terasa semua seperti mimpi
Waktu berlalu hari demi hari
Hanya berkawan sepi, bersahabat sunyi

Berbenah diri menjadi kewajiban
Jaga diri dari bujuk rayu syaitan
Jaga hati tuk jadikan jiwa tetap beriman
Jaga pekerti agar menjadi tauladan bagi insan.

Dec 29, 2014

Hanya Allah Yang Diri Tuju

Hidupnya hati dengan dzikir bagai kebutuhan ikan akan air.
Menyelami palung-palung samudera cinta Rabb dengan tenggelam mengingat-Nya.

Hidupnya jiwa dengan takwa selayaknya kehati-hatian melangkah di dunia.
Melalui setiap jengkal waktu dengan bait-bait lintasan zuhud dan wara mendekati-Nya.

Semaikan pribadi dengan akhlak mulia kelak keberkahan akan diterima di dunia.
Suburkan nurani dengan amal nyata atas izin Rabb keselamatan di akhir masa.

Pribadi tegar adalah pribadi yang tak takut dicecar.
Pribadi tangguh adalah pribadi tak kenal letih membersamai-Nya.
Pribadi mulia ada pada diri mereka yang berjuang karena-Nya.

Tak pernah sepi semangat dalam diri.
Lantaran kecintaan yang dahsyat pada Illahi.
Hingga lelah dan letih tak dirasai lagi.

Hanya Allah yang diingati.
Hanya Allah yang dicintai.
Hanya Allah sandaran hati.
Dan kebersamaan dengan-Nya yang diingini.

Ungkapan bijak dari Ibnul Qoyyim Al Jauzi
"Jika hanya Allah yang kamu tuju, maka kemuliaan akan mengikutimu. Tapi jika kamu hanya mencari kemuliaan, Allah akan meninggalkanmu. Jika kamu telah menuju Allah kemudian tergoda untuk mencari kemuliaan selain bersama Allah, maka Allah dan kemuliaan-Nya akan pergi meninggalkanmu."
Jika Rabb mulai mencintai diri,
maka jemari akan bekerja sesuai dengan kehendak-Nya,
kaki akan melangkah sesuai arah-Nya,
mata akan melihat sesuai pandangan-Nya.
Cinta Allah itu datang dan kembali kepada-Nya.
-Rochma Yulika dan Ummu Adib-




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Dec 27, 2014

Wanita Yang Cantik

WANITA yang Cantik Kulitnya akan Takut Terbakar Panas Matahari.
Sedangkan, Wanita yang Cantik Akhlaknya akan Takut Terbakar Api Neraka

WANITA yang Cantik Wajahnya akan Berseri - seri Menikmati Duniawi.
Sedangkan, WANITA yang Cantik Hatinya akan Tunduk, Patuh dan Takut pada Illahi.

WANITA yang Cantik Dirinya akan Menangis jika Dunia pergi Darinya.
Sedangkan, WANITA yang Cantik Jiwanya  akan tercukupi Hidupnya dengan Aqidahnya.

WANITA yang Cantik Hidupnya akan Bangga dengan Kemewahannya.
Sedangkan, WANITA yang Cantik Akhiratnya akan Berpuasa dan Bersedekah dengan Hartanya.

WANITA yang Cantik Zamannya akan mengikuti Akal, Nafsu dan Segala kehendaknya.
Sedangkan, WANITA yang Cantik Waktunya, akan menemukan Hikmah, Ilmu dan Segala Amal Soleh untuknya.




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee