Showing posts with label Kegalauan. Show all posts
Showing posts with label Kegalauan. Show all posts

Jan 6, 2015

Bedanya Galau Kita dan Galaunya Sahabat Nabi

Tsa’labah bin Abdurrahman RA pernah secara tidak sengaja melihat wanita Anshar yang mandi. Ia merasa sangat berdosa, malu kepada Nabi dan mengasingkan diri ke gunung selama 40 hari. Ia terus menerus minta ampun kepada Allah. Sedangkan kita? Setiap hari, wanita di sekeliling kita mengumbar aurat ada di mana-mana. Di kantor, di Mall, di televisi, di mana-mana. Apakah kita meminta ampun kepada Allah? Nabi Muhammad merasa kehilangan dia. Sampai Allah menunjukkan gunung tempat bersembunyinya. Nabi meminta Umar RA dan Salman RA untuk menjemputnya.

Tsa’labah masih malu, dia mau ke Madinah kalau Nabi sedang sholat sehingga dianggap tidak menyadari kedatangannya. Iapun sampai sakit keras karena galau takut akan dosanya melihat wanita mandi, walupun tak sengaja.

Sebelum sakit Nabi SAW memberikan amalan buatnya supaya dosanya diampuni berupa bacaan Al Qur’an “...Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka”. (QS. Al-Baqarah : 201). Sebuah do’a yang mudah dan sering kita ulang-ulang yaitu Robbana Atina Fid Dunya Hasanah wa fil akhiroti hasanah. Waqina adzaabannaar.”

Tsa’labah sakit keras selama 8 hari, karena khawatir akan dosanya. Bagaimana dengan kita? tiap hari berbuat dosa apakah kita merasa bersalah. Kebanyakan tidak. Nabi Muhammad SAW saja yang dijamin masuk surga istighfar 70 kali sehari dalam riwayat lain dikatakan 100 kali sehari. Kita berapa kali? Begitulah seharusnya. Mestinya kita galau bukannya urusan duit, urusan lawan jenis, urusan dunia lainnya. Mestinya kita galau urusan dosa, urusan ibadah, urusan akherat, begitulah muslim yang baik.

Rasulullah pun menjenguknya. Rasulullah memangku Tsa’labah di pangkuannya. Tapi ia menggeser kepalanya, 
“Kepalaku penuh dosa wahai Rasulullah. Aku tidak pantas!”
“Apa yang kamu senangi?”
“Ampunan Allah.”
Jabir bin Abdullah RA meriwayatkan sebuah hadits tentang sahabat ini,
“Ketika itu turunlah Jibril Alaihisallam, mengatakan, “Wahai Muhammad, sesungguhnya Tuhanmu mengirimkan salam padamu, dan berfirman, ‘JIka hamba-Ku ini menemui-Ku dengan dosa sejengkal tanah, maka Aku akan menemui dengan sejengkal ampunan’.”
Tsa’labah langsung berteriak kegirangan karena mendapat ampunan Allah, tidak lama kemudian ia meninggal. Ketika Rasulullah SAW ke rumah Tsa’labah, Rasulullah merangkak. Para sahabat keheranan. 
“Mengapa Engkau merangkak wahai Rasulullah?” 
Rasulullah SAW menjawab, 
“Aku tidak bisa berdiri saking banyaknya malaikat yang turun, ta’ziyah kepada Tsa’labah.”




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Dec 3, 2014

Damailah Bersama Kegalauan

Mengikhlaskan itu lebih menenangkan
Tak perlu bergelut dengan dendam atau cacian
Merelakan setiap yang dirasa itu lebih menyenangkan
Tak perlu sesak menerpa atau gundah merana
Terjatuh, tergores dan terluka itu sakit
Tetapi ketika senyum yang kita beri
Maka biarkan hati yang menjalankan fungsi
Mengeluarkan keimanan di dalam hati
Menggambarkan kita sebagai seorang pengontrol emosi
Sebab sabar tiada jeda dan air mata kan terus ada
Sebab ujian kan terus dirasa
Maka damaikan semua dengan iman dan taqwa

Kita semua bukan bidadari surga,
Bukan pula Malaikat yang tak pernah alpa,
Tetapi manusia yang penuh dengan potensi dosa

Tapi ingatlah akan apa yang kita miliki hari ini
Semua potensi telah Ia beri
Maka tugas kita menyelaraskan potensi dengan semua ketentuan dan ketetapan Ilahi

Mengeluhlah, menangislah dan tersungkurlah di hadapan-Nya
Karena kesulitan kita hanya pantas dilihat oleh-Nya
Beban dan ujian hanya Allah kuncinya
Berbagi dan ceritakan semua kepada-Nya.

Qolbu, kaulah penguat gerakan
Lisan, kaulah yang menjadi cerminan
Laku, kaulah tanda kekuatan
Semoga Allah selalu menjaga kita dalam lingkar iman dan taqwa

Seluas apapun ujian, seberat apapun cobaan, tetaplah iman yang kita simpan
-Rochma Yulika-




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Aug 19, 2014

Penawar Dahaga

Biarkan hari berlalu dengan segala lakunya
Lapangkan dada atas segala Takdir-Nya

Janganlah gundah dengan segala derita
Karena cobaan dunia hanya sementara



Tangguhkan jiwa atas segala nestapa
Hiasi diri dengan maaf dan sikap setia


Semua aib akan dapat tertutup dengan kelapangan dada
Layaknya kedermawanan menutupi cela manusia



Tak ada kesedihan yang abadi, begitupun suka ria
Dan tak ada pula cobaan yang kekal, begitupun riang gembira


Di depan musuh, janganlah engkau bersikap lemah
Karena hinaan dari seteru adalah bencana



Dan jangan pernah berharap dari kikir durjana
Karena api takkan menyediakan air untuk si haus dahaga


Rizkimu takkan berkurang karena ditunda
Dan takkan bertambah karena lelah mencarinya



Bila engkau punya hati qona'ah bersahaja
Tak ada bedanya engkau dengan pemilik dunia


Bila kematian sudah datang waktunya
Tak ada lagi langit dan bumi yang bisa membela



Ingatlah, dunia Allah sangat luas tak terhingga
Tapi bila takdir tiba, angkasa pun sempit terasa
Maka biarkanlah hari berlalu setiap masanya
Karena kematian tak ada obat penawarnya

-Imam Syafi'i-




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee