Showing posts with label Hadits. Show all posts
Showing posts with label Hadits. Show all posts

Mar 10, 2015

Dia Yang Beradab Tinggi Dalam Menasehati

Tingkat kebutuhan kita terhadap nasehat.
Sering kali berbanding terbalik dengan rasa  suka hati terhadapnya.

Kadang kita fasih bicara, tapi gagap beramal.
Maka ba’da iman dan amal shalih, hidup saling mendo’a dan mengingatkan itu jelita.

Iman menuntunmu menasehati kawan yang keliru.
Tapi syaitan membisikkan cara penyampaian yang membuat jauh dari kebenaran.
Orang berilmu menjaga lisannya karena Allah
Jika takjub pada bicaranya, dia diam.
Jika takjub pada diamnya, dia berbicara.
(Imam Adz Dzahabi)
Adalah Imam Ahmad, agung dalam mengamalkannya. Inilah yang dikisahkan Harun Ibn Abdillah Al-Baghdadi : Di satu larut malam pintuku diketuk orang. Aku bertanya, “Siapa?”. Suara di luar lirih menjawab, “Ahmad!”.  Kuselidik, “Ahmad yang mana?” . Nyaris berbisik kudengar, “Ibnu Hanbal!” . Subhanallah, itu Guruku!

Kubukakan pintu, dan beliau pun masuk dengan langkah berjingkat; kusilakan duduk, maka beliau menempuh hati-hati agar kursi tak berderit.

Kutanya, “Ada urusan sangat pentingkah sehingga engkau duhai Guru, berkenan mengunjungiku di malam selarut ini?” . Beliau tersenyum. “Maafkan aku duhai Harun,”  ujar beliau lembut dan pelan, “aku terkenang bahwa kau biasa masih terjaga meneliti hadits di waktu semacam ini. Kuberanikan untuk datang karena ada yang mengganjal di hatiku sejak siang tadi.”

Aku terperangah, “Apakah hal itu tentang diriku?”

Beliau mengangguk.

“Jangan ragu,” ujarku,”sampaikanlah wahai Guru, ini aku mendengarkanmu.”

“Maaf Harun,” ujar beliau, “tadi siang kulihat engkau sedang mengajar murid-muridmu. Kaubacakan hadits untuk mereka catat. Kala itu mereka tersengat terik mentari, sedangkan dirimu teduh ternaungi bayangan pepohonan. Lain kali jangan begitu duhai Harun, duduklah dalam keadaan yang sama, sebagaimana muridmu duduk.”

Aku tercekat, tak sanggup menjawab. Lalu beliau berbisik lagi, pamit undur diri. Kemudian melangkah berjingkat, menutup pintu hati-hati. Masya Allah, inilah Guruku yang mulia, Ahmad bin Hanbal. Akhlak indahnya sangat terjaga dalam memberi nasihat dan meluruskan khilafku.

Beliau bisa saja menegurku di depan para murid, toh beliau Guruku yang berhak untuk itu. Tetapi tak dilakukannya demi menjaga wibawaku.

Beliau bisa saja datang sore, bakda Maghrib atau Isya yang mudah baginya. Itu pun tak dilakukannya, demi menjaga rahasia nasihatnya. Beliau lakukan juga agar keluargaku tak tahu , agar aku yang adalah ayah dan suami tetap terjaga sebagai imam dan teladan di hati mereka.

Maka termuliakanlah Guruku sang pemberi nasihat, yang adab tingginya dalam menasihat menjadikan hatiku menerima dengan ridha dan cinta.

Namun bagaimanapun, nasehat itu permata. Ada yang ditimpukkan ke muka, digenggamkan ke tangan, atau diselip ke saku bersama senyum. Pokoknya, ambil permatanya.




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Feb 21, 2015

Hadits Tentang Iman, Islam dan Ihsan

عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال : بينما نحن جلوس عند رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم إذ طلع علينا رجل شديد بياض الثياب شديد سواد الشعر , لا يرى عليه أثر السفر , ولا يعرفه منا أحد حتى جلس إلى النبي صلى الله عليه وسلم فأسند ركبته إلى ركبتيه ووضح كفيه على فخذيه , وقال : يا محمد أخبرني عن الإسلام , فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم " الإسلام أن تشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وتقيم الصلاة وتؤتي الزكاة وتصوم رمضان وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلا " قال صدقت فعجبا له يسأله ويصدقه , قال : أخبرني عن الإيمان قال " أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره " قال : صدقت , قال : فأخبرني عن الإحسان , قال " أن تعبد الله كأنك تراه , فإن لم تكن تراه فإنه يراك " قال , فأخبرني عن الساعة , قال " ما المسئول بأعلم من السائل " قال فأخبرني عن اماراتها . قال " أن تلد الأمة ربتها وأن ترى الحفاة العراة العالة رعاء الشاء يتطاولون في البنيان " . ثم انطلق فلبث مليا , ثم قال " يا عمر , أتدري من السائل ؟" , قلت : الله ورسوله أعلم , قال " فإنه جبريل أتاكم يعلمكم دينكم " رواه مسلم
Dari Umar bin Al-Khathab radhiallahu 'anh, dia berkata: ketika kami tengah berada di majelis bersama Rasulullah pada suatu hari, tiba-tiba tampak dihadapan kami seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih, berambut sangat hitam, tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan jauh dan tidak seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Lalu ia duduk di hadapan Rasulullah dan menyandarkan lututnya pada lutut Rasulullah dan meletakkan tangannya diatas paha Rasulullah, selanjutnya ia berkata," Hai Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam " Rasulullah menjawab,"Islam itu engkau bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah, engkau mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya. " Orang itu berkata, "Engkau benar," kami pun heran, ia bertanya lalu membenarkannya. Orang itu berkata lagi," Beritahukan kepadaku tentang Iman" Rasulullah menjawab, "Engkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada utusan-utusan-Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk". Orang tadi berkata, " Engkau benar". Orang itu berkata lagi," Beritahukan kepadaku tentang Ihsan" Rasulullah menjawab, "Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu." Orang itu berkata lagi, "Beritahukan kepadaku tentang kiamat" Rasulullah menjawab," Orang yang ditanya itu tidak lebih tahu dari yang bertanya." Selanjutnya orang itu berkata lagi, "Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya" Rasulullah menjawab," Jika hamba perempuan telah melahirkan tuan puterinya, jika engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, tidak berbaju, miskin dan penggembala kambing, berlomba-lomba mendirikan bangunan." Kemudian pergilah ia, aku tetap tinggal beberapa lama kemudian Rasulullah berkata kepadaku, "Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya itu? "Saya menjawab," Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui" Rasulullah berkata," Ia adalah Jibril, dia datang untuk mengajarkan kepadamu tentang agama kepadamu."
(Muslim no. 8)
Hadits ini sangat berharga karena mencakup semua fungsi perbuatan lahiriah dan bathiniah, serta menjadi tempat merujuk bagi semua ilmu syari’at dan menjadi sumbernya. Oleh sebab itu hadits ini menjadi induk ilmu sunnah.

Hadits ini menunjukkan adanya contoh berpakaian yang bagus, berperilaku yang baik dan bersih ketika datang kepada ulama, orang terhormat atau penguasa, karena jibril datang untuk mengajarkan agama kepada manusia dalam keadaan seperti itu.
Kalimat “Ia meletakkan kedua telapak tangannya diatas kedua paha beliau, lalu ia berkata : "Wahai Muhammad...” adalah riwayat yang masyhur. Nasa’i meriwayatkan dengan kalimat, “Dan ia meletakkan kedua tangannya pada kedua lutut Rasulullah...” Dengan demikian yang dimaksud kedua pahanya adalah kedua lututnya.

Dari hadits ini dipahami bahwa islam dan iman adalah dua hal yang berbeda, baik secara bahasa maupun syari’at. Namun terkadang, dalam pengertian syari’at, kata islam dipakai dengan makna iman dan sebaliknya.
Kalimat, “Kami heran, dia bertanya tetapi dia sendiri yang membenarkannya...” mereka para shahabat Rasulullah menjadi heran atas kejadian tersebut, karena orang yang datang kepada Rasulullah hanya dikenal oleh beliau dan orang itu belum pernah mereka ketahui bertemu dengan Rasulullah dan mendengarkan sabda beliau. Kemudian ia mengajukan pertanyaan yang ia sendiri sudah tahu jawabannya bahkan membenarkannya, sehingga orang-orang heran dengan kejadian itu.

Kalimat, “Engkau beriman kepada Allah, kepada para malaikat-Nya, dan kepada kitab-kitab-Nya...” Iman kepada Allah yaitu mengakui bahwa Allah itu ada dan mempunyai sifat-sifat Agung serta sempurna, bersih dari sifat kekurangan,. Dia tunggal, benar, memenuhi segala kebutuhan makhluk-Nya, tidak ada yang setara dengan Dia, pencipta segala makhluk, bertindak sesuai kehendak-Nya dan melakukan segala kekuasaan-Nya sesuai keinginan-Nya. Iman kepada Malaikat, maksudnya mengakui bahwa para malaikat adalah hamba Allah yang mulia, tidak mendahului sebelum ada perintah, dan selalu melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya. Iman kepada Para Rasul Allah, maksudnya mengakui bahwa mereka jujur dalam menyampaikan segala keterangan yang diterima dari Allah dan mereka diberi mukjizat yang mengukuhkan kebenarannya, menyampaikan semua ajaran yang diterimanya, menjelaskan kepada orang-orang mukalaf apa-apa yang Allah perintahkan kepada mereka. Para Rasul Allah wajib dimuliakan dan tidak boleh dibeda-bedakan. Iman kepada hari Akhir, maksudnya mengakui adanya kiamat, termasuk hidup setelah mati, berkumpul dipadang Mahsyar, adanya perhitungan dan timbangan amal, menempuh jembatan antara surga dan neraka, serta adanya Surga dan Neraka, dan juga mengakui hal-hal lain yang tersebut dalam Qur’an dan Hadits Rasulullah. Iman kepada taqdir yaitu mengakui semua yang tersebut diatas, ringkasnya tersebut dalam firman Allah : “Allah menciptakan kamu dan semua perbuatan kamu” dan dalam QS. Al-Qamar : 49, “Sungguh segala sesuatu telah kami ciptakan dengan ukuran tertentu” dan di ayat-ayat yang lain. Demikian juga dalam Hadits Rasulullah, Dari Ibnu Abbas, “Ketahuilah, sekiranya semua umat berkumpul untuk memberikan suatu keuntungan kepadamu, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang Allah telah tetapkan pada dirimu. Sekiranya merekapun berkumpul untuk melakukan suatu yang membahayakan dirimu, niscaya tidak akan membahayakan dirimu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Segenap pena diangkat dan lembaran-lembaran telah kering” (QS. Ash-Shaffaat : 96)

Para Ulama mengatakan, Barangsiapa membenarkan segala urusan dengan sungguh-sungguh lagi penuh keyakinan tidak sedikitpun terbersit keraguan, maka dia adalah mukmin sejati.
Kalimat, “Engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya...” Pada pokoknya merujuk pada kekhusyu’an dalam beribadah, memperhatikan hak Allah dan menyadari adanya pengawasan Allah kepadanya serta keagungan dan kebesaran Allah selama menjalankan ibadah.

Kalimat, “Beritahukan kepadaku tanda-tandanya? sabda beliau : Budak perempuan melahirkan anak tuannya” maksudnya kaum muslimin kelak akan menguasai negeri kafir, sehingga banyak tawanan, maka budak-budak banyak melahirkan anak tuannya dan anak ini akan menempati posisi majikan karena kedudukan bapaknya. Hal ini menjadi sebagian tanda-tanda kiamat. Ada juga yang mengatakan bahwa itu menunjukkan kerusakan umat manusia sehingga orang-orang terhormat menjual budak yang menjadi ibu dari anak-anaknya, sehingga berpindah-pindah tangan yang mungkin sekali akan jatuh ke tangan anak kandungnya tanpa disadarinya.

Hadits ini juga menyatakan adanya larangan berlomba-lomba membangun bangunan yang sama sekali tidak dibutuhkan. Sebagaimana sabda Rasulullah, ”Anak adam diberi pahala untuk setiap belanja yang dikeluarkannya kecuali belanja untuk mendirikan bangunan.”

Kalimat, “Penggembala Domba” secara khusus disebutkan karena merekalah yang merupakan golongan badui yang paling lemah sehingga umumnya tidak mampu mendirikan bangunan, berbeda dengan para pemilik onta yang umumnya orang terhormat.

Kalimat, “Saya tetap tinggal beberapa lama” maksudnya Umar radhiallahu 'anh tetap tinggal di tempat itu beberapa lama setelah orang yang bertanya pergi, dalam riwayat yang lain yang dimaksud tetap tinggal adalah Rasulullah.

Kalimat, “Ia datang kepada kamu sekalian untuk mengajarkan agamamu” maksudnya mengajarkan pokok-pokok agamamu, demikian kata Syaikh Muhyidin An Nawawi dalam syarah shahih muslim. Isi hadits ini yang terpenting adalah penjelasan islam, iman dan ihsan, serta kewajiban beriman kepada Taqdir Allah Ta'ala.

Sesungguhnya keimanan seseorang dapat bertambah dan berkurang, QS. Al-Fath : 4, “Untuk menambah keimanan mereka pada keimanan yang sudah ada sebelumnya”. Imam Bukhari menyebutkan dalam kitab shahihnya bahwa ibnu Abu Mulaikah berkata, “Aku temukan ada 30 orang shahabat Rasulullah yang khawatir ada sifat kemunafikan dalam dirinya. Tidak ada seorangpun dari mereka yang berani mengatakan bahwa ia memiliki keimanan seperti halnya keimanan Jibril dan Mikail ‘alaihimus salaam”

Kata iman mencakup pengertian kata islam dan semua bentuk ketaatan yang tersebut dalam hadits ini, karena semua hal tersebut merupakan perwujudan dari keyakinan yang ada dalam bathin yang menjadi tempat keimanan. Oleh karena itu kata Mukmin secara mutlak tidak dapat diterapkan pada orang-orang yang melakukan dosa-dosa besar atau meninggalkan kewajiban agama, sebab suatu istilah harus menunjukkan pengertian yang lengkap dan tidak boleh dikurangi, kecuali dengan maksud tertentu. Juga dibolehkan menggunakan kata Tidak beriman sebagaimana pengertian hadits Rasulullah, “Seseorang tidak berzina ketika dia beriman dan tidak mencuri ketika dia beriman” maksudnya seseorang dikatakan tidak beriman ketika berzina atau ketika dia mencuri.

Kata islam mencakup makna iman dan makna ketaatan, syaikh Abu ‘Umar berkata, “kata iman dan islam terkadang pengertiannya sama terkadang berbeda. Setiap mukmin adalah muslim dan tidak setiap muslim adalah mukmin” ia berkata, “pernyataan seperti ini sesuai dengan kebenaran” Keterangan-keterangan Al-Qur’an dan Assunnah berkenaan dengan iman dan islam sering dipahami keliru oleh orang-orang awam. Apa yang telah kami jelaskan diatas telah sesuai dengan pendirian jumhur ulama ahli hadits dan  lain-lain.

Wallahu a'lam




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Tiga Perkara Yang Memudahkan Masuk Surga

Abu Hurairah Radiyallahu'anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam pernah bersabda : 
Ada tiga perkara yang siapapun memilikinya maka ALLAH akan menghisab dirinya dengan penghisaban yang mudah dan ringan serta memasukkan dirinya ke dalam surga-NYA dengan Rahmat-NYA, yaitu :
  1. Engkau memberi kepada orang yang tidak pernah memberi kepadamu
  2. Engkau memaafkan orang yang telah mendzalimimu
  3. Dan Engkau menyambungkan hubungan silaturahmi dengan orang yang memutuskannya

(HR Al-Hakim,Al-Baihaqi dan Ath-Thabrani)




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Jan 6, 2015

Hasan Basri ditanya : Apa rahasia zuhudmu di dunia ini?

Beliau menjawab :
Aku tahu rezeki-ku tidak akan diambil orang lain, karena itu hatiku selalu tenang.
Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itulah aku sibuk beramal soleh.
Aku tahu ALLAH Ta'ala selalu mengamatiku, karena itulah aku malu jika ALLAH melihatku sedang dalam maksiat.
Dan aku tahu kematian itu sudah menungguku, karena itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan ALLAH.

Sahabat...
Jangan tertipu dengan usia MUDA karena syarat Mati TIDAK harus TUA.
Jangan terpedaya dengan tubuh yang SEHAT karena syarat Mati TIDAK mesti SAKIT
Jangan terperdaya dengan Harta Kekayaaan Sebab Banyak si kaya yang tidak pernah menyiapkan Kain Kafan buat dirinya meski cuma Selembar.

Mari Terus berbuat BAIK,
Berniat untuk BAIK,
Berkata yang BAIK, 
Memberi nasihat yang BAIK
Meskipun TIDAK banyak orang yang mengenalimu dan Tidak suka dengan Nasihatmu
Cukuplah ALLAH yang mengenalimu lebih dari pada orang lain.

Jadilah bagai Jantung yang tidak terlihat, 
Tetapi terus berdenyut setiap saat hingga kita terus dapat hidup, berkarya dan menebar manfaat bagi sekeliling kita sampai diberhentikan oleh-NYA

Sahabat...
"Waktu yang kusesali adalah jika pagi hingga matahari terbenam, 'Amalku tidak bertambah sedikitpun, padahal aku tahu saat ini umurku berkurang"
(Ibnu Mas'ud r.a)




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Nov 21, 2014

Hadits

Dari Abdullah Ibn Muslin berkata :
kalimat yang pertama kali ku dengar dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam saat itu adalah
“Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambunglah silaturahmi, tegakkan lah shalat malam saat manusia lainnya sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.”
-(HR. Ibnu Majah)-




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Nov 5, 2014

Hadits

Abdullah Ibn Muslim berkata
“Kalimat yang pertama kali ku dengar dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam saat itu adalah 'Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambunglah silaturahmi, tegakkan lah shalat malam saat manusia lainnya sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat'.” 
(HR. Ibnu Majah)




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Oct 30, 2014

Hadits

Rasulullah Saw bersabda :
"Puasa dan Al-Qur'an memberikan syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat.  Puasa akan berkata "Wahai Rabb, saya telah mencegahnya dari makan dan minum serta syahwatnya di siang hari, maka berikanlah syafaatku kepadanya."
Al-Qur'an berkata,
"Saya telah menahannya tidur dimalam hari maka berikanlah syafaatku kepadanya."
Maka keduanyapun memberikan syafaat.
-Tasdiqul Qur'an-




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Oct 29, 2014

Hadits

Ibnu Mas'ud mengatakan:
"Janganlah kalian baca Al-Qur'an ini dengan cepat dan janganlah kalian tebarkan ia ibarat kalian menebarkan kurma yang jelek (tanpa dipahami). Berhentilah pada setiap yang menakjubkan yang ada didalamnya dan getarkanlah hati kalian dengannya. Dan janganlah salah seorang dari kalian obsesinya hanya akhir surat saja."       
-Tasdiqul Qur'an-




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Aug 17, 2014

Berbuat Baik

Teruslah berbuat kebaikan wahai sahabat. Teruslah berbuat baik, berkata baik, memberi nasihat yang baik. Walaupun tidak ramai yang mengenalimu. Cukuplah Allah mengenalimu lebih daripada orang lain. Jadilah seperti jantung yang tidak terlihat, tetapi terus berdenyut setiap saat, hingga membuat kita terus hidup menjelang akhir hayat.

Hadith :

Nabi s.a.w bersabda:
"Sesiapa yang melakukan dua atau lebih dari jenis-jenis amal kebajikan untuk mencapai keredhaan Allah, ia akan diseru oleh Malaikat dari pintu-pintu Syurga,  
katanya: "Wahai Hamba Allah! Pintu ini lebih baik bagimu memasukinya! Maka sesiapa yang membanyakkan jenis sembahyang: ia tetap diseru dari pintu sembahyang, dan sesiapa yang membanyakkan jenis perjuangan: ia tetap diseru dari pintu perjuangan, dan sesiapa yang membanyakkan jenis puasa: ia tetap diseru dari pintu puasa yang bernama: Rayyan, dan sesiapa yang membanyakkan jenis sedekah: ia tetap diseru dari pintu sedekah." 
Mendengarkan yang demikian, Abu Bakar r.a berkata:
"Ayah dan ibuku menjadi galang gantimu Ya Rasulullah (dalam saat kecemasan)! Tiadaklah menjadi sebarang kesusahan kepada orang yang dijemput masuk dari setiap pintu itu bahkan satu kemuliaan kepadanya, maka adakah sesiapa yang dijemput masuk dari semua pintu itu?" 
Nabi s.a.w menjawab:
"Ia ada! Dan aku harap engkau seorang dari mereka yang berbahagia itu."
~Abu Hurairah r.a~

Pengajaran hadith:

  1. Setiap amal kebajikan yang dilakukan oleh orang-orang mukmin akan dibalas oleh Allah S.W.T dengan ganjaran yang setimpal sekalipun amalan itu cuma sekecil zarah.
  2. Di hari akhirat kelak, bagi orang yang membanyakkan ‘jenis’ amal kebajikannya, para malaikat syurga akan memberikan kemuliaan dan penghormatan yang tinggi kepada mereka sehingga masing-masing berebut-rebut menjemputnya masuk melalui pintu yang dijaganya.
  3. Sebaik-baik amal adalah yang disertai dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan keredhaan Allah S.W.T bukanlah untuk menunjuk-nunjuk (riya’) dan sebagainya kerana hal ini amat dibenci oleh Allah.
  4. Di samping melakukan ibadah wajib kita juga digalakkan mempelbagaikan amalan sunat kerana yang demikian itu boleh menguatkan ketakwaan kita kepada Allah S.W.T.


Ya Allah Ya Tuhanku,
Cucikanlah hati ini agar mudah memaafkan orang lain,
Bersihkanlah jiwa ini agar tidak menyakiti orang lain,
Berikanlah kesedaran agar tidak menyimpang ke arah kejahatan
Bukakanlah mata ini hanya untuk kebaikan.
Amin ya Rabbal 'Alamin
Adakala kita rasa kurniaan Allah itu indah ,
tanpa tahu itu adalah suatu dugaan
dan adakala kita rasa ujian itu sukar,
padahal ianya tanda kasih Allah pada hamba NYA

Rasulullah SAW bersabda,
"Khairunnas anfa’uhum linnas", yang artinya, "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." 
(HR. Bukhari dan Muslim)




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Aug 13, 2014

When Allah Say No

"Maha Suci Allah yang di tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya." 
(QS. Al Mulk : 1 - 2)
Kegagalan menghadapi ujian Allah, seringkali terjadi karena kelengahan hati, yaitu tidak menyadari bahwa masalah yang sedang dihadapi itu sebenarnya adalah merupakan ujian-Nya. Ujian-ujian Allah itu jawabannya telah tersedia dalam Al-Qur'an dan hadist, oleh karena itu, supaya kita dapat selalu lulus dalam ujian-Nya, maka tidak ada jalan lain selain dari pada memahami Al-Qur'an dan hadist dengan baik.
"Allah menganugerahkan al hikmah (kepahaman yang dalam tentang Al-Qur'an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal."
(QS. Al Baqarah : 269)
Salah satunya dengan cara tafakur.  Mengapa?  Karena tafakur sudah terbukti sebagai pelita hati.
Waktu, nafas yang tak akan kembali. Manusia hanyalah pengendara di atas punggung usianya. Digulung hari demi hari, bulan,  dan tahun tanpa terasa. Nafsu terus berjalan, setiap menuntunku ke pintu kematian. Sebenarnya dunialah yang ku jauhi dan liang kuburlah yang ku dekati. Satu hari berlalu, berarti satu hari  berkurang umurmu. Umurmu yang tersisa di hari ini sungguh tidak ternilai harganya, sebab esok hari belum tentu jadi bagian dari diriku. Karena itu, jika suatu hari berlalu tapi tiada pahala dan keyakinanku yang bertambah, apalah arti hidupku di mata Allah.

Ketika Allah berkata tidak...
YA Allah, ambillah kesombongan dariku...
"Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya!"
Ya, Allah berilah aku kesabaran...
"Tidak. kesabaran diperoleh dari ketabahan dalam menghadapi cobaan.  AKU tidak memberikan kesabaran, engkau harus meraihnya sendiri!"
Ya Allah, berilah aku kebahagiaan...
"Tidak.  AKU memberi keberkahan dan hikmah, sedangkan kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri! "
Ya Allah, jauhkan aku dari kesusahan...
"Tidak. Penderitaan akan menjauhkanmu dari jerat dunia dan mendekatkanmu padaKu!"
Ya Allah, beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat...
"Tidak. AKU beri kau akal dan kali serta Al-Qur'an,  supaya kamu dapat menikmati kehidupan!"




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee