Showing posts with label Age. Show all posts
Showing posts with label Age. Show all posts

Dec 11, 2014

Usia Yang Mencair

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Usia seperti es batu, dipakai atau tidak akan tetap mencair, begitu juga dengan usia, digunakan atau tidak digunakan akan tetap berkurang. Hujan besar itu seperti tantangan hidup. Tak perlu memohon hujan berhenti, tapi cukup memohon supaya payung bertambah kuat.
Persiapkanlah diri untuk dapat memenuhi setiap panggilanNya 
“Dan hendaklah setiap jiwa memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)" 
(Qs Al-Hasyr 18)





shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Nov 16, 2014

Romantika Udzur

Pagi itu saya sedang mengabsen anggota lingkaran yang tidak hadir. Ketika sampai pada sebuah nama, dijawab "sakit" oleh yang lainnya. Selang beberapa menit kemudian, tiba-tiba saja nama yang barusan disebut muncul dengan wajah sedikit pucat.
"Lho mbak, katanya sakit? Tanya saya.
"Iya bu. Tapi rugi kalau ketinggalan ilmu." Jawabnya dengan tersipu.
Subhanallah. Sesungguhnya dia sedang berbagi ilmu, bagaimana bernegosiasi dengan udzur. Hari itu dia bertahan duduk melingkar hingga seluruh agenda usai. 

Tak mudah bernegosiasi dengan udzur ini. Bagaimana kita memenej kendala agar tidak jadi penghalang bagi kita untuk melakukan sebuah kebaikan. Kata Syaikh Hasan Al Banna, 
"udzur itu terlalu banyak jika dituruti."
Sakit itu udzur syar'i. Tapi kita bisa menakar separah apa sakitnya kita. Saya teringat seorang ustadzah, tetap berangkat liqo saat beliau sakit. Hingga sakitnya benar-benar tak tertahankan, beliau izin ke rumah sakit dan ternyata harus diopname. Atau seorang ustadz yang dalam perjalanannya ke tempat liqo mengalami kecelakaan. Kendaraannya ditinggalkan dan beliau sendiri melanjutkan perjalanan ke tempat liqo. 
Udzur syar'i, tapi tak diambil. Sungguh patut untuk diteladani.
Sementara kita, lelah sedikit dijadikan udzur, pusing sedikit meminta izin, galau meminta izin. Bahkan terkadang tak datang tanpa keterangan. Astaghfirullah. Ampuni hamba ya Rabbi.

Saya pernah dinasihati seseorang.
  • Ketika kita berada di posisi yang memiliki udzur, minimalisir lah. Jangan terlalu mudah meminta izin. Seringnya, memaksa diri hadir pada agenda dakwah yang di dalamnya banyak menyebut nama Allah bisa menjadi sebab pertolongan Allah (misalnya yang sakit menjadi sehat, yang galau menjadi tenang, yang lapar jadi kenyang. Hehehe.) Ingat, udzur itu terlalu banyak jika dituruti.
  • Ketika orang lain yang memiliki udzur maka kita harus memiliki 1999 alasan untuk berprasangka baik. Kadang kita tidak memiliki udzur yang sama karena belum terjebak pada kondisi yang sama. Seorang ibu rumah tangga yang tidak pernah menjadi guru tidak tahu bagaimana rasanya hectic mengejar deadline mengisi rapor atau tak nyaman meninggalkan rapat. Seorang karyawati yang belum memiliki anak tidak tahu bagaimana ribetnya ketika hendak pergi dan sudah berpakaian rapi tiba-tiba anak balitanya 'pup'. 

Belum lagi fakta bahwa setiap orang memiliki kekuatan yang berbeda. Ada orang yang hamil muda tidak pakai mabuk, ada yang mabuk pake banget. Ada yang anaknya 1 tapi kalang kabut menghadapi tingkah polah si anak, ada yang beranak 4 tapi easy going. Maka semua membutuhkan permakluman. Akan tetapi, bagi kita yang ber-udzur, jangan terlalu banyak memaklumi diri sendiri. Tertinggal kita nanti. 

Satu lagi yang penting.
Ini kata suami saya, jangan menikmati udzur. Jangan bersuka cita karena sakit yang diderita, hingga bisa izin tidak hadiri agenda dakwah. Hanya satu alasan yang boleh membuat kita mensyukuri sakit, yaitu diampuninya dosa ketika kita sakit. Jangan disyukuri musibah. Karena rumah kebanjiran jadi ada alasan untuk meminta izin. Astaghfirullahal adziim.
-Ambasador F3 22-




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Oct 16, 2014

Umur 40 Tahun

"Siapa yang pandangannya hanya ke perhiasan dunia saja, maka Allah bukakan bagi mereka pintu-pintu segala sesuatu, tapi bagi mereka tidak akan dibuka pintu-pintu langit, tidak akan terbuka kebenaran hakiki, juga tidak akan menemukan  wajah Allah dan tersibukkan oleh mencari dunia.
"Dijadikan  indah perhiasan bagi manusia kecintaan kepada syahwat." 
(QS. Ali Imran : 14).
Sebenarnya antara kita mencintai objek-objek dunia, terpaut pada keindahan duniawi, ketika syahwat kita  terpaut ke situ maka setan masuk, sehingga kinerja kita untuk  mengejar objek itu akan didukung oleh setan hingga tindakan dia mengejar objek itu dipandang indah juga.”
(Mursyidku, 19-11-2005)
Barang siapa yang telah mencapai umur empat puluh tahun,  tetapi tidak juga menjadi orang baik, maka hendaklah ia  bersiap-siap masuk neraka! (HR Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin)
Apabila sampai seseorang berumur empat puluh tahun dan tidak bertaubat, niscaya setan menyapu mukanya dengan  tangannya. Dan setan itu berkata: “Demi bapakku! Muka orang yang tiada memperoleh kemenangan.”
(HR Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin).
“Jika engkau telah berusia empat puluh tahun, maka segeralah untuk memperbanyak amal shalih siang maupun malam. Sebab, waktu pertemuanmu dengan Allah ‘Azza wa Jalla semakin dekat. Ibadah yang kau kerjakan saat ini tidak mampu menyamai ibadah seorang pemuda yang tidak menyia-nyiakan masa mudanya. Bukankah selama ini kau sia-siakan masa muda dan kekuatanmu. Andaikata saat ini kau ingin beramal sekuat-kuatnya, tenagamu sudah tidak mendukung lagi.”
(Ibn Atha'illah)
Imam asy-Syafi’i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, jawab beliau, “Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa-sisa syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syara’ lazim bagiku. Di antara aku dan dia ada Allah.”
“Sesungguhnya Allah menyebutkan umur 40 tahun karena ini sebagai batasan bagi manusia dalam keberhasilan maupun keselamatannya.” 
(Al-Tsa‘labi)
“Mereka berkata bahwa jika seseorang sudah mencapai umur 40 tahun dan berada pada suatu perangai tertentu, maka ia tidak akan pernah berubah hingga datang kematiannya." 
(Ibrahim al-Nakhai)
“Para ahli tafsir berkata bahwa Allah Ta'ala tidak mengutus seorang Nabi kecuali jika telah mencapai umur 40 tahun.” 
(Imam Al-Syaukani). 




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee