Showing posts with label Rezeki. Show all posts
Showing posts with label Rezeki. Show all posts

Mar 27, 2015

Renungan : Rezeki

Syaikh Ali Mustafa Thanthawi -rahimahullah-mengatakan:

Falsafah rezeki itu sangat sulit untuk dimengerti, juga terlalu jauh untuk bisa diraih.
Tengoklah kehidupan manusia. Diantara mereka ada para penyelam yang Allah jadikan roti (kehidupan) mereka dan segenap keluarga tersimpan jauh di dasar lautan. Mereka takkan bisa menggapainya hingga mereka menyelam ke dasar lautan yang dalam.

Ada juga para pilot yang Allah jadikan roti (kehidupan) mereka berada di atas awan, sehingga mereka tidak mungkin mendapatkannya sampai mereka terbang tinggi ke angkasa.

Ada juga yang roti (kehidupannya) tersembunyi di dalam bebatuan yang sangat keras, sehingga mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali dengan memecah batu-batu itu.

Ada pula orang-orang yang rezeki mereka berada di bawah gorong-gorong air yang kotor, atau di tempat-tempat penambangan yang dalam, dimana wajah mentari dan cahaya siang tak dapat dilihat.

Ada orang yang mendapatkan bagian rezekinya dengan tangan, kaki, lisan dan otaknya. Ada juga yang tidak bisa meraihnya kecuali dengan mempertaruhkan nyawa dan menghadapkan diri kepada kematian, seperti halnya para pemain sirkus yang selalu saja diburu kematian. Kalau ia tidak mendapati rezekinya dengan cara jatuh bertumpuh di atas kepala, ia mendapatinya ketika berada di antara taring-taring singa atau di bawah kaki-kaki gajah.

Maka bersyukurlah kepada Allah, karena Dia telah menjadikan rezekimu berada di atas meja kerjamu. Kau bisa meraihnya sambil duduk di atas kursi. Dia tidak menjadikannya berada di puncak-puncak gunung yang tinggi, atau di dasar lautan yang dalam, juga tidak harus berhadapan dengan singa ataupun macan.
-Syekh Ali Musthafa Thanthawi dalam risalah Ma'a An-Naas-




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Feb 18, 2015

Tidak Lari Mengapa Dikejar & Tidak Hilang Mengapa Khawatir

Biasanya anda berlari karena mengejar sesuatu agar tidak menjauh. Sebagaimana biasanya sesuatu bila ditinggal atau diabaikan akan hilang, sehingga anda khawatir setiap kali ketinggalan sesuatu. Namun anehnya selama ini anda berlari mengejar rezeki, padahal untuk urusan rezeki, ia tidak pernah lari. Sebaliknya, anda menjadi gundah, lagi panik bila menyadari ada dari sebagian harta anda yang ketinggalan di suatu tempat karena anda khawatir kehilangan.

Sobat! Ketahuilah sikap semacam ini sejatinya adalah kesalahan besar yang selama ini melilit diri anda. Percayalah bahwa rezeki anda tidak akan pergi menjauh sehingga tidak ada perlu anda berlari tunggang-langgang mengejarnya. Sebaliknya rezeki anda juga tidak akan hilang dipungut orang walaupun telah ketinggalan di suatu tempat. Cukuplah anda berusaha sewajarnya yaitu dengan tetap mengindahkan batasan dan hukum syari'at, niscaya seluruh rezeki anda pasti berhasil anda dapatkan dan nikmati.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
إن الروح الأمين نفث فى روعى أنها لا تموت نفس حتى تستوفى رزقها فأجملوا فى الطلب 
"Sejatinya Malaikat Jibril (Ruhul Qudus) membisikkan ke dalam jiwaku bahwa tiada seorang jiwapun yang meninggal dunia hingga ia benar-benar telah mengenyam jatah rezekinya, karena itu tempuh jalan-jalan yang baik dalam mencari rezeki."
(HR. Ibnu Abi Syaibah, Al-Baihaqi, dan lainnya)
Percayalah sobat, niscaya anda bahagia.
~Ust. Dr. M. Arifin Badri, M.A.~




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Jan 2, 2015

Belajar Konsep Rezeki Dari Penjual Rujak

Hari ini hujan mulai jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang berteduh di teras ruko. Beliau saya pinjamkan tempat duduk dari dalam toko. Masih penuh gerobaknya dengan buah-buah tertata rapi. Kulihat dari dalam toko beliau membuka buku kecil. Rupanya sebuah Al-Qur'an. Beliau begitu tekun dengan Al-Qurannya. Sampai jam setengah 11 hujan tak kunjung berhenti. Saya mulai risau karena sepi pembeli. Saya keluar sekadar memberikan air minum kemasan dan beberapa butir kurma. Tidak ada sedikitpun raut gelisah terlihat di wajahnya.
“Kalau musim hujan jualannya repot juga ya, Pak. ” Kataku sambil menatap gerobaknya. “Masih banyak banget.”
Beliau tersenyum, “Iya bu. Mudah-mudahan ada rejekinya.” jawabnya.
“Aamiin,” kataku.
“Kalau gak abis gimana, Pak?” tanyaku penuh iba.
“Ya... Kalau gak abis ya risiko, Bu. Kalau yang gak bisa sampai besok kayak semangka, melon yang udah kebuka ya kasih ke tetangga juga seneng dari pada kebuang. Kalau kayak bengkoang, jambu, mangga yang masih bagus bisa disimpan. Mudah-mudahan aja dapet nilai sedekah,” katanya tersenyum.
“Kalau hujan terus sampai sore gimana, Pak?” tanyaku lagi.
“Ya Alhamdulillah bu. Berarti rejeki saya hari ini diizinkan banyak berdoa dan meminta sesuatu sama Allah. Kan kalau hujan waktu mustajab buat berdoa bu.” Katanya sambil tersenyum. “Dikasih kesempatan berdoa juga kan rejeki, Bu.”
“Terus kalau gak dapet uang gimana, Pak?” tanyaku lagi.
“Berarti rejeki saya bersabar, Bu. Allah yang ngatur rejeki, Bu. Saya bergantung sama Allah. Apa aja bentuk rezeki yang Allah kasih ya saya syukuri aja. Tapi Alhamdulillah, bertahun-tahun saya jualan rujak belum pernah sampai kelaparan." “Pernah gak dapat uang sama sekali, tau tau tetangga ngirimin makanan. Kita hidup cari apa Bu, yang penting bisa makan biar ada tenaga buat ibadah dan usaha,” katanya lagi sambil memasukan Al-Qur'annya ke kotak di gerobak.
“Mumpung hujannya rintik, Bu. Saya bisa jalan. Makasih yaa ,Bu.” katanya sambil menutup badannya dengan plastik dan membuka payung yang menempel di gerobaknya.
Saya terpana. Betapa malunya saya, dipenuhi rasa gelisah ketika hujan datang, begitu khawatirnya rezeki materi tak didapat sampai mengabaikan nikmat yang ada di depan mata. Tiba-tiba hati yang tadinya gundah menjadi ceria, mumpung masih hujan. Masih ada kesempatan dapat berdoa di waktu mustajab. 




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Dec 23, 2014

Misteri Rizki dan Ikhtiar

Mungkin kau tak tahu di mana rizqimu. Tapi rizqimu tahu di mana engkau. Dari langit, laut, gunung, dan lembah; Rabb memerintahkannya menujumu.

Allah berjanji menjamin rizqimu. Maka melalaikan ketaatan pada-Nya demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijamin-Nya adalah kekeliruan berganda.

Tugas kita bukan mengkhawatiri rizqi atau bermuluk cita memiliki; melainkan menyiapkan jawaban "Dari Mana" & "Untuk Apa" atas tiap karunia.

Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia ; dia alpa bahwa hakikat rizqi bukanlah yang tertulis dalam angka ; tapi apa yang dinikmatinya.

Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya; demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkannya mati.

Maka amat keliru jika bekerja dimaknai mentawakkalkan rizqi pada perbuatan kita. Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rizqi itu urusanNya.

Kita bekerja tuk bersyukur, menegakkan taat & berbagi manfaat. Tapi rizqi tak selalu terletak di pekerjaan kita; Allah taruh sekehendakNya.

Bukankah Hajar berlari 7x bolak-balik dari Shafa ke Marwah; tapi Zam-zam justru terbit di kaki bayinya? Ikhtiar itu laku perbuatan. Rizqi itu kejutan.

Ia kejutan tuk disyukuri hamba bertaqwa; datang dari arah tak terduga. Tugasnya cuma menempuh jalan halal; Allah lah yang melimpahkan bekal.

Sekali lagi; yang terpenting di tiap kali kita meminta & Allah memberi karunia ; jaga sikap saat menjemputnya & jawab soalanNya, "Buat apa?"

Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia ; lupa bahwa semua hanya "hak pakai" yang halalnya akan dihisab & haramnya akan di'adzab.

Banyak yang mencampakkan keikhlasan amal demi tambahan harta, plus dibumbui kata tuk bantu sesama ; lupa bahwa 'ibadah apapun semata atas pertolonganNya.

Dengan itu kita mohon agar setiap tetes keringat dan jengkal langkah kita tercatat ikhlas kepada -Nya sebagai tanda bakti dan ibadah hanya untuk Allah semata...

Semoga kutipan kalimat-kalimat diatas bermanfaat bagi Kita semua..




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Dec 5, 2014

Menjemput Rezeki

Sahabat-sahabatku, mudah-mudahan kita tidak ragu sedikit pun terhadap rizki yang sudah Allah
janjikan untuk kita. Karena kita diciptakan sudah lengkap dengan rizkinya, dan tidak pernah meleset. Apa yang ditetapkan Allah untuk kita, pasti akan berjumpa dan apapun yang tidak ditetapkan Allah untuk kita, pasti tidak akan pernah bertemu.

Kita diciptakan oleh Allah ketika dirahim umur 4 bulan, kita sudah ditetapkan rizki, ajal, nikmat
dan musibah yang akan menimpa dan amal-amal kita. Kita tidak disuruh mencari rizki, tapi kita disuruh menjemput rizki. Karena kalau dicari, belum tentu ada, antara ada dan tiada. Tapi kalau menjemput sudah pasti ada, walaupun belum tentu bertemu dikarenakan kurang sungguh-sungguh atau kurang terampil.

Rizki secara umum dibagi menjadi 3, yaitu:
  • Rizki yang dijamin
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata [Lauh Mahfuzh].”
(QS. Huud : 6)
  • Rizki yang digantungkan
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka,”
(QS. Ar-Raad : 11)
  • Rizki yang dijanjikan
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah [ni’mat] kepadamu, dan jika kamu mengingkari [ni’mat-Ku], maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
(QS. Ibrahim : 7)

Cara tergampang mendatangkan rizki adalah syukuri rizki yang ada. Jangan pernah takut oleh rizki yang belum ada, tapi takutlah belum mensyukuri rizki yang sudah ada.

Syarat syukur :
  1. Hati yakin tidak ada pemberi karunia selain Allah, bukan perusahaan yang menjamin kita, gaji, orang tua, gelar atau keterampilan, tetapi hanya dari Allah.
  2. Afdholu doa “Alhamdulillah” orang yang ahli syukur selalu memuji Allah dalam setiap kejadian.
  3. Orang yang ahli syukur selalu berterimakasih kepada orang yang menjadi jalan rizki.
  4. Gunakan nikmat untuk mendekat ke Allah. Punya kening gunakan untuk banyak bersujud, punya mata gunakan untuk banyak membaca Alquran, punya mulut gunakan untuk banyak dzikir, punya uang gunakan untuk banyak menolong orang.
Semoga bermanfaat.
-KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)-




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Nov 29, 2014

Bacalah 2 Menit Saja

Seorang mandor bangunan yang berada di lantai 5 ingin memanggil pekerjanya yang sedang bekerja di bawah. Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan. 
Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas, dilemparnya Rp. 1.000- yang jatuh tepat di sebelah si pekerja. Si pekerja hanya memungut Rp 1.000 tersebut dan melanjutkan pekerjaannya. 
Sang mandor akhirnya melemparkan Rp 100.000 dan berharap si pekerja mau menengadah "sebentar saja" ke atas. Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja.
Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja. Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor.
Cerita tersebut di atas serupa dengan kehidupan kita, Allah selalu ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi "dunia" kita. Kita diberi rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur kepada-NYA. Bahkan lebih sering kita tidak mau tahu dari mana rejeki itu datang. Bahkan kita selalu bilang, kita lagi "HOKI!". Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rejeki milik Allah. Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan "batu kecil" yang kita sebut musibah agar kita mau menoleh kepada-NYA. Sungguh Allah sangat mencintai kita, marilah kita selalu ingat untuk menoleh kepada-NYA. Sehingga tak perlu lagi lemparan batu kecil lagi saat IA rindu dan ingin berkomunikasi dengan kita. 

Semoga bermanfaat




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Oct 21, 2014

4 Cara Allah Memberi Rezeki pada Makhluk-Nya

REZEKI LEVEL KE-1 (YANG SUDAH DIJAMIN OLEH ALLOH)
"Tidak suatu binatangpun (termasuk manusia) yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya."
(QS. Hud : 6)
Artinya Alloh akan berikan kesehatan, makan, minum, dll untuk seluruh makhluk hidup yang ada di dunia ini. Ini adalah rezeki dasar yang terindah.

REZEKI LEVEL KE-2 (DIPEROLEH KARENA HASIL USAHA/IKHTIAR/KERJA MANUSIA)
"Tidaklah manusia mendapat apa-apa kecuali apa yang telah dikerjakannya" 
(QS. An-Najm : 39)
Alloh akan berikan rezeki sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Jika ia bekerja 2 jam, dapatlah hasil yang 2 jam. Jika kerja lebih lama, lebih rajin, lebih berilmu, lebih sungguh-sungguh, ia akan mendapat lebih banyak. Tidak pandang dia itu muslim atau kafir.

REZEKI LEVEL KE-3 (DITAMBAH KARENA SELALU BERSYUKUR)
“... Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan tambah (nikmat) kepadamu, tapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." 
(QS. Ibrahim : 7)
Inilah rezeki yang disayang Allah. Orang-orang yang pandai bersyukur akan dapat rasakan kasih sayang Allah dan dapat rezeki yang lebih banyak. Itulah Janji Allah! Orang yang pandai bersyukurlah yang dapat hidup bahagia, sejahtera dan tentram. Usahanya akan sangat sukses, karena Allah tambahkan selalu.

REZEKI LEVEL KE-4 (ISTIMEWA DAN TIDAK DISANGKA-SANGKA KHUSUS UNTUK ORANG BERIMAN DAN BERTAQWA)
".... Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”
(QS. Ath-Thalaq : 2-3)
Seperti seorang yang memelihara 10 ekor ayam. Ada seekor ayam kesayangannya, maka dia memberi makan segenggam beras langsung dari tangannya sambil mendekapnya. Sementara yang 9 ekor dia beri dengan cara melemparkan segenggam beras ke tanah, maka berebutanlah 9 ekor ayam tersebut.
Peringkat rezeki yang keempat ini adalah rezeki yang sangat istimewa, tidak semua orang bisa meraihnya. Orang istimewa ini (muttaqun) adalah orang yang benar-benar dicintai & dipercaya oleh Allah untuk memakmurkan atau mengatur kekayaan Allah di bumi ini.

Wallaahu alam. Selamat menjemput rezeki.




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Aug 21, 2014

Jalan Rezeki

Janganlah khawatirkan REZEKIMU, karena Allah sudah menjaminnya untuk semua yang hidup... Tapi khawatirkan AMALANMU, karena Allah tidak menjamin dirimu masuk surga.

Simaklah dengan seksama uraian indah Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- berikut ini:
"Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah -dengan hikmahNya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti -dengan rahmatNya- membukakan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu. 
Renungkanlah keadaan janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari satu jalan, yaitu pusar. Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rezeki itu, Allah membuka untuknya DUA JALAN REZEKI yang lain [yakni dua puting susu ibunya], dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu; rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat. Lalu ketika masa menyusui habis, dan terputus dua jalan rezeki itu dengan sapihan, Allah membuka EMPAT JALAN REZEKI lain yang lebih sempurna dari yang sebelumnya; yaitu dua makanan dan dua minuman. Dua makanan = dari hewan dan tumbuhan. Dan dua minuman = dari air dan susu serta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan kepadanya. Lalu ketika dia meninggal, terputuslah empat jalan rezeki ini, Namun Allah -subhanah- membuka baginya -jika dia hamba yang beruntung- DELAPAN JALAN REZEKI, itulah pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, dia boleh masuk surga dari mana saja dia kehendaki.
Dan begitulah Tuhan -subhanah-, Dia tidak menghalangi hamba-Nya untuk mendapatkan sesuatu, kecuali Dia berikan sesuatu yang lebih afdhol dan lebih bermanfaat baginya. Dan itu tidak diberikan kepada selain orang mukmin, karenanya Dia menghalanginya dari bagian yang rendahan dan murah, dan Dia tidak rela hal tersebut untuknya, untuk memberinya bagian yang mulia dan berharga."
[Kitab Al-Fawaid, hal: 57]




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee