Showing posts with label Marriage. Show all posts
Showing posts with label Marriage. Show all posts

Jan 9, 2015

Untuk Menikah, Engkau Tidak Memerlukan Orang yang Sempurna

🔹 Menikah adalah bab mengambil keputusan, setelah engkau melakukan proses pencarian. 

🔹 Tidak ada manusia sempurna, selalu ada kekurangannya. Jika engkau melihat gadis cantik, di tempat lain juga ada gadis yang lebih cantik. Jika engkau tertarik pemuda tampan, di tempat lain juga ada pemuda yang lebih tampan.

🔹Engkau hanya memerlukan seseorang yang akan menemanimu, mengerti dirimu, bisa menerima kondisimu, mau menjadi sahabatmu dalam suka dan duka, melewati hidup bersama dalam segala keadaannya. 

🔹Engkau tidak memerlukan seseorang yang sempurna untuk menjadi suami atau istrimu, karena memang tidak ada lelaki sempurna, tidak ada perempuan sempurna.

🔹Siapapun yang engkau pilih untuk menjadi pendamping hidupmu, ia selalu memiliki kekurangan. Sebagaimana dirimu pun memiliki kekurangan. 

🔹Maka jangan pernah berharap kesempurnaan dari manusia. Sebab kesempurnaan hanya milik Allah.

🔹Engkau hanya perlu memutuskan untuk memilih seseorang yang mencintaimu karena Allah. Bisa menemanimu karena Allah. Bisa membahagiakanmu karena Allah.




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Oct 6, 2014

Pacaran Atau Menikah?

Jomblo di era sekarang bisa menjadi bahan olok-olokan. Banyak pemahaman yang berseliweran di ranah pergaulan anak muda, “Gak trendy kalau gak punya gebetan.” Ada juga yang mengatakan, “Kurang macho kalau cowok gak punya pacar.” Dan bagi sebagian cewek, ia merasa gak laku kalau gak ada yang “nembak” ngajak pacaran.

Anak muda jatuh cinta memang manusiawi banget. Tetapi kalau solusinya pacaran itu jauh banget, gak nyambung. Cinta itu membuat hati tenang, tetapi pacaran malah sering menggelisahkan. Cinta itu mengangkat derajat seseorang. Namun, adakah orang yang terangkat derajatnya lebih mulia karena pacaran?

Cinta itu seharusnya membuat hidup lebih terencana, dan itu sangat sulit didapat saat pacaran. Saat berjumpa dengan pacar bukan untuk merencanakan hidup tetapi hanya sekedar mencari kebahagiaan yang semu. Merasa bahagia saat jumpa, gelisah ketika berpisah. Bila diajak ngobrol tentang rencana masa depan, komentarnya, “Sok tua banget sich kamu. Gak asyik, ah!” Bahkan ada yang merasa, membicarakan sesuatu yang serius saat jumpa itu mengurangi romantisme dan kemesraan.

Bila ditimbang-timbang dengan pikiran yang jernih dan hati yang bersih pacaran itu banyak ruginya. Bahkan bisa menjerumuskan dan menghancurkan masa depan pelakunya. Pihak yang sangat dirugikan biasanya lebih banyak wanita. Oleh karena itu, wahai para wanita, carilah suami bukan pacar. Dan, bagi lelaki, bila kau menghormati wanita sebagaimana kau menghormati ibumu, nikahilah wanita yang kuat menjaga kehormatannya bukan kau rendahkan dengan cara memacarinya.

Hidup adalah pilihan. Menikahlah bila kamu merasa sudah siap secara mental, ilmu dan spiritual. Tak perlu menunggu punya rumah, mobil dan segala kemewahan hidup untuk menikah. Hidup itu berproses. Dan menjalani proses bersama dengan pasangan hidup itu akan menambah kenikmatan hidup yang luar biasa.

Bagi yang belum siap menikah maka persiapkanlah dengan penuh kesungguhan. Perkuat nyalimu, perdalam ilmumu, biasakanlah bekerja keras, tingkatkan kedekatanmu dengan Tuhanmu, sempurnakan terus mental dan akhlakmu. Carilah guru kehidupan yang bisa membimbingmu. Beradalah di lingkungan yang bisa mempercepat kematangan hidupmu.

Pacaran? “Ogah, ah…”
Menikah? “Siapa takut!”

Salam SuksesMulia!
-Jamil Azzaini-




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Sep 6, 2014

Malam Terakhir

Kisah ini terjadi di Malaysia beberapa tahun yang lalu. Namun penyesalan berkepanjangan terus mengikuti sang istri.

Berikut ini kisah lengkapnya seperti diterjemahkan secara bebas dari laman fitrihadi.com :

Sebenarnya kami adalah pasangan yang romantis. Bahkan, teman-teman sering memperbincangkan keharmonisan kami. Meskipun bekerja, aku tetap melayani suami dan mengurus anak-anak dengan baik. Aku bersyukur suami memahamiku dengan baik. Ini membuat aku semakin sayang kepadanya. Sementara suamiku, di tengah kesibukannya, ia juga selalu membantu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan domestik. Ia juga sering mengimamiku shalat. Aku bahagia dengan hubungan kami.

Hari itu, Senin. Aku ingat betul. Aku pergi ke kantor pagi-pagi karena banyak urusan yang harus aku selesaikan. Termasuk janji bertemu dengan sejumlah klien. Biasanya jam 6 petang aku sudah berada di rumah, hampir bersamaan dengan azan Maghrib berkumandang. Aku lihat suamiku telah bersiap-siap untuk shalat Maghrib. Pun anak-anak telah tampil rapi, mereka sudah mandi dan tampak riang bersama ayahnya. Aku lihat suamiku sangat bahagia bersama anak-anak petang itu.

Ba’da Maghrib, kami keluar ke sebuah restoran. Jaraknya sekira 5 kilometer dari rumah. Sepanjang perjalanan kami bergurau, ngobrol ke sana kemari, disertai tawa yang kadang-kadang lepas. Aku merasakan kegembiraan suamiku petang itu lain dari biasanya. Cara bercandanya, cara tersenyum dan tertawanya. Dalam hati aku hanya bisa bersyukur dan berbahagia.

“Sudah jam 12.30 tengah malam, Bang. Ayo pulang,” kataku setelah melihat jam tangan. Tak terasa sudah larut. Tanpa banyak bicara, suamiku pergi ke kasir.

Kami tiba di rumah dua puluh menit kemudian. Anak-anak kami yang jumlahnya tiga orang segera masuk rumah dan tidur. Usia si bungsu baru tujuh tahun, sedangkan si sulung berusia 12 tahun. Aku juga mulai mengantuk. Maklum, di jam segini dan setelah perut terisi dengan makanan lezat restoran tadi, bawaannya ingin langsung tidur saja. Di saat seperti itu suami membelai rambutku, ia menginginkan sesuatu. Tapi mataku terasa berat, aku ingin tidur.

Suami membisikiku, ini permintaan terakhirnya. Namun, aku berpikir, aku mengantuk dan dia juga mungkin kecapekan. Lebih baik besuk saja. Perlahan-lahan suami melepaskan pelukannya.

Pagi harinya, ada perasaan tak menentu. Seperti ada hal besar yang akan terjadi. Aku menelpon suami, tetapi tidak dijawab. Hingga kemudian aku dikejutkan dengan telepon dari kepolisian. Mereka mengabarkan bahwa suamiku kecelakaan dan memintaku segera datang ke rumah sakit. Hatiku seakan pecah saat itu. Aku ke rumah sakit, tetapi segalanya telah terlambat. Suamiku menghembuskan nafas terakhirnya sebelum aku tiba di sana. Air mata menjadi saksi betapa aku sangat kehilangan dirinya.

Yang lebih kusesali, meskipun aku telah ridha dengan takdir dari-Nya, aku tidak memenuhi permintaan di malam terakhirnya. Hatiku dihinggapi perasaan bersalah yang luar biasa. Aku takut jika suamiku pergi menghadap-Nya dalam kondisi tidak ridha kepadaku. Dan aku tidak sempat meminta maaf kepadanya karena kini ia telah terbaring kaku.

Aku jadi ingat dengan hadits Nabi, “Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang suami yang mengajak istrinya tidur bersama, lalu ditolak isterinya, maka malaikat yang di langit akan murka kepada istrinya itu hingga suami memaafkannya.”

Setiap kali teringat suami, mataku gerimis. Pipiku basah. Aku hanya bisa memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Semoga kisah ini menjadi pelajaran bagi seluruh wanita muslimah di segala penjuru dunia. Jika suamimu memintamu, sepanjang kau mampu, penuhilah. Sebab engkau tak pernah tahu kapan tiba-tiba Allah mengambil suamimu. Dan semoga engkau selalu mendapatkan rahmat-Nya, tersebab suami yang selalu ridha padamu kapan pun juga.




shared at WhatsApp family 2b WOW chapter 22
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Sep 5, 2014

Pengaturan Keuangan

Apakah Anda tahu berapa besar gaji pasangan Anda? Agar masalah keuangan tidak merusak keharmonisan keluarga Anda, pastikan Anda dan pasangan jujur soal masalah yang satu ini. Sebelum menikah, persoalan keuangan mungkin tidak menjadi sebuah hal yang penting untuk dibahas. Saat sudah menikah, tentu saja ada hal-hal baru yang akan Anda alami bersama pasangan Anda. Tiba-tiba, masalah keuangan kini menghampiri Anda dan pasangan Anda. Bila dulu Anda tidak mengurusi soal gaji si dia, setelah menikah, mau tidak mau, Anda harus sama-sama tahu berapa besarnya gaji pasangan Anda.

Untuk membangun hubungan yang harmonis dalam sebuah keluarga, memang tak semudah yang dibayangkan. Pasti selalu saja ada masalah yang mengganjal, bahkan tak terselesaikan, misalnya tentang masalah keuangan. Nah, yang harus Anda pahami dalam masalah keuangan keluarga ialah tentang keterbukaan atau kejujuran terhadap pasangan mengenai keuangan yang dimilikinya. Jadi, jangan hanya terfokus pada pengelolaan keuangan, penghasilan, atau tabungan sebab, percaya atau tidak, sebenarnya akar masalah keuangan keluarga justru terletak pada masalah “kejujuran” antar pasangan lho.

Keharmonisan Rumah Tangga
Survei yang dilakukan National Endowment for Financial Education di Amerika menyebutkan, dari sampel 2.035 orang dewasa yang diambil, 33 persen orang memilih berbohong tentang masalah keuangan pada pasangannya. Seperti dilansir huffingtonpost.com, survei ini juga menyebutkan 35 persen pasangan merasa telah dibohongi oleh pasangannya dalam masalah keuangan.
Tak aneh memang, sebab yang namanya masalah keuangan selalu sensitif, apalagi jika sudah dihubung-hubungkan dengan yang namanya keluarga. Dalam buku yang ditulis Maire Allvine, The Family CFO: The Couple’s Business Plan for Love and Money, diungkapkan bahwa sebagian besar pasangan suami-istri tidak tahu cara yang benar untuk membicarakan keuangan. Penulis yang juga merupakan financial planner ini menegaskan kebanyakan dari mereka justru bereaksi sangat emosional saat membicarakan uang. Bahkan tak sedikit di antara pasangan suami-istri yang saling mencintai ini lebih memilih untuk tidak membicarakan soal uang sama sekali agar terbebas dari perdebatan atau konflik seputar keuangan keluarga.
Hati-hati bagi Anda yang suka tertutup dengan masalah keuangan dengan pasangan Anda. Jangan biarkan berlarut- larut. Ibarat efek bola salju, justru ketidaktegasan dalam penyelesaian masalah keuangan ini akan berdampak buruk bagi keberlangsungan keluarga Anda. Bahkan, saking rumitnya, tak sedikit pasangan yang menjadikan alasan keuangan ini untuk berpisah alias bercerai. So, daripada menjadi bahan pertikaian, lebih baik saling terbuka dan jujur saja, bukan? Dalam berumah tangga, keterbukaan diperlukan dalam segala hal, termasuk masalah keuangan.
Istri biasanya menuntut suami untuk terbuka tentang jumlah gajinya setiap bulan, begitu juga sebaliknya, sang istri juga harus pandai “berhitung” dalam mengelola keuangannya. Sedangkan untuk istri yang bekerja, idealnya ia juga melakukan hal sama seperti apa yang dipintanya kepada pihak suami agar rasa kebersamaan yang dijalankannya ini menjadi jauh lebih positif.
Menurut Ligwina Hananto, CEO Quantum Magna Financial, istri harus jujur tentang jumlah penghasilannya, sebagaimana suami yang jujur tentang jumlah penghasilannya setiap bulan. “Kita harus membantu suami jika penghasilan kita ternyata lebih besar. Jangan egois dengan mengatakan uangmu adalah uangku, tapi uangku adalah uangku sendiri. Penggabungan penghasilan suami dan istri itu berguna untuk memperbesar jumlah tabungan yang bisa disisihkan bagi masa depan anak,” jelas Ligwina.

Hilangkan Kebiasaan Buruk
Bagaimana merancang keuangan keluarga agar tiap bulan tidak hanya habis untuk pengeluaran harian, tapi bisa juga disisihkan untuk ditabung bahkan berinvestasi?
Agar pengelolaan keuangan keluarga lebih terencana, Anda perlu menyusun anggaran alias rancangan bujet. Dari sini Anda bisa melihat dengan terperinci lalu lintas keluar-masuknya keuangan Anda. Untuk bagian ini, Anda diwajibkan melakukan perhitungan anggaran bersama pasangan.
Selain meningkatkan keharmonisan rumah tangga, cara ini terbilang ampuh untuk mengedukasi pasangan yang terbilang boros. “Sering kali masalahnya bukan terletak pada penghasilan yang kurang, tapi kebiasaan yang salah dalam mengelola uang,” ungkap Ligwina. Sebenarnya mengatur keuangan keluarga tidaklah sulit. Kuncinya hanya masalah keterbukaan atau kejujuran, selebihnya biar kedisiplinan Anda dan pasangan dalam mengelola sistem penganggaran yang telah dibuat bersama ini.

Tip Mengelola Anggaran Bersama
Rencana keuangan yang realistis membantu Anda dan pasangan untuk bersikap objektif soal pengeluaran uang keluarga. Tak perlu terlalu ideal sehingga lupa kebutuhan diri sendiri. Tak ada salahnya memasukkan kebutuhan pergi ke salon, berlibur bersama keluarga, dan membeli kebutuhan pribadi (shopping). Yang penting, anggarkan secara realistis keuangan keluarga Anda terlebih dahulu, dan patuhilah.

Berikut ini cara-cara sederhana untuk mengelola keuangan keluarga Anda.
  • Pahami antara “Butuh” dan  “Ingin” : Tak jarang kita suka membelanjakan uang untuk hal yang tak terlalu penting atau hanya didorong oleh rasa keinginan, bukan kebutuhan. Buatlah daftar berupa tabel yang terdiri dari kolom untuk item belanja, kebutuhan dan keinginan. Setelah mengisi kolom item belanja, isilah kolom “kebutuhan” dan “keinginan” dengan tanda cek (V). Dari sini, pertimbangkan dengan lebih matang benda atau hal yang perlu Anda beli atau tidak.
  • Hindari Utang : Godaan untuk hidup konsumtif semakin besar. Tapi, bukan berarti dengan mudah Anda membeli berbagai benda secara kredit. Tumbuhkan kebiasaan mengelola keuangan secara sehat. Mungkin Anda bisa memulainya dari hal yang paling sederhana, seperti tak memiliki utang.

  • Meminimalkan Belanja Konsumtif : Pada kenyataannya, hal inilah yang sulit. Pertama-tama, yang harus Anda ingat adalah bahwa Anda telah terikat dengan yang namanya anggara keluarga, jadi jangan biarkan Anda terus bersikap konsumtif. Lucunya, kebanyakan pasangan justru hanya mampu menahan belanja konsumtif yang sifatnya “pengeluaran” besar, seperti belanja pakaian dan gadget. Sedangkan yang kecil seperti nongkrong di kafe atau restoran dengan teman-teman kantor, tak tertahankan, padahal Anda bisa gunakan pengeluaran ini untuk menabung atau memenuhi kebutuhan lain. Kebiasaan tersebut boleh saja Anda lakukan, asalkan hal itu tidak mengganggu keuangan keluarga Anda.

  • Tetapkan Tujuan atau Cita-cita Finansial : Susun target keuangan yang ingin Anda raih secara berkala bersama pasangan. Tetapkan tujuan spesifik, realistis, terukur, dan dalam kurun waktu tertentu. Tujuan ini membantu Anda lebih fokus menjalankan rencana keuangan keluarga. Misalnya, bercita-cita membeli rumah atau kendaraan baru.

  • Menabung : Anda dan pasangan perlu me-mindset hal ini. Usahakan setelah menerima gaji, sisihkan untuk tabungan dalam jumlah yang telah Anda rencanakan sesuai tujuan atau cita-cita finansial keluarga Anda. Sebaiknya Anda memiliki rekening terpisah untuk tabungan dan kebutuhan sehari-hari.

  • Dana Darurat : Dalam penyusunan anggaran keuangan keluarga, pastikan Anda menyiapkan dana darurat. Sisihkan sekitar 20–30 persen dari penghasilan awal Anda, dan pisahkan dana ini ke dalam tabungan tersendiri. Ingat, karena sifatnya yang “darurat”, jadi tabungan ini hanya dapat digunakan dalam situasi genting.

  • Berinvestasilah : Tentu Anda tak akan puas dengan hanya menunggu tabungan membubung. Padahal cita-cita Anda dan keluarga “selangit”. Inilah saat yang tepat untuk mulai berinvestasi. Takut akan risiko investasi? Tak perlu khawatir, Anda hanya perlu belajar pada ahlinya. Konsultasikan keuangan Anda dengan ahli keuangan yang andal





shared at WhatsApp family 2b WOW chapter 22
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Sep 4, 2014

Jarak Usia Kakak dan Adik

Apa kelebihan dan kekurangan memiliki dua anak dalam jangka waktu tertentu? Meskipun setiap anak dan keluarga berbeda-beda, secara umum, paparan berikut dapat menggambarkan situasi yang akan dialami serta konsekuensinya. 

Jarak usia kakak-adik - Konsekuensi bagi orang tua - Konsekuensi bagi kakak-adik
  • Jarak 1 – 2 tahun

Anda hanya akan punya sedikit waktu untuk dihabiskan bersama pasangan. Banyak hal yang harus dipikirkan setiap hari. Kelebihannya, karena usia kakak adik dekat, biasanya hubungan mereka cukup akrab dan Anda tak harus terus-menerus menemani.
Kedekatan hubungan kakak-adik biasanya sangat erat. Satu sama lain memiliki minat yang kurang lebih sama. Di sisi lain, tingkat persaingan cukup tinggi, terutama pada kakak-adik dengan jenis kelamin yang sama.

  • Jarak 3 – 4 tahun

Ritme hidup berjalan lebih santai dibandingkan mereka yang jarak usia anaknya 1 – 2 tahun. Lebih banyak waktu untuk memperhatikan anak satu persatu.
Bagi si sulung, kehadiran adik akan dihadapi dengan lebih baik. Si sulung selama 3 – 4 tahun telah cukup membangun fondasi bonding dengan orang tua. Ia tidak merasa terancam dengan hadirnya adik. Kakak biasanya menempatkan diri sebagai pembimbing adik

  • Jarak 5 tahun atau lebih

Fase menjadi orang tua akan lebih panjang. Ayah dan ibu dapat menikmati setiap kehadiran anak dengan lebih tenang dan fokus selama masa balita.
Hubungan antar saudara belum tentu erat. Seolah orang tua membesarkan dua anak tunggal di waktu berbeda. Sehingga perilaku dan kecenderungan si adik tidak dapat diprediksi berdasarkan sikap dan perilaku si kakak. 
Demikian semoga bisa menjadi wawasan dan pertimbangan kita calon orang tua dalam mengatur jarak putra-putri kita demi perkembangan mereka.
_artikel ayah bunda_




shared at WhatsApp family 2b WOW chapter 22
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Aug 29, 2014

Merebut Hati Suami

Ngomong-ngomong, Istri mana sih yang tidak ingin dicintai oleh suaminya? Perempuan mana yang tidak bahagia dan bersyukur saat semakin disayang oleh pasangan hidupnya? Yuk kita belajar bagaimana merebut hati suami dan membuatnya semakin sayang pada kita. 
Sebagaimana dilansir Womanatics, ada 9 cara yang bisa kita lakukan : 

Buang Jauh-Jauh Keinginan Membuatnya Cemburu
Tak sedikit yang menyarankan untuk membuat suami cemburu agar kembali jatuh cinta. Dalam beberapa kasus mungkin bisa berhasil. Namun perlu diketahui bahwa dekat dengan pria lain untuk membuatnya cemburu itu artinya Anda sedang pamer sikap romantis yang Anda dapatkan dari pria lain. Atau Anda memang masih bisa Ge-eR mendapati orang lain memuji Anda? Hati-hati, tidak semua pria senang merasa terancam. Salah satu alasan mereka menikahi Anda adalah untuk memiliki rasa nyaman karena seutuhnya Anda menjadi miliknya. Jika sesudah menikah suami masih harus berebut dengan orang lain, ini bisa menjadi membuat rasa dan kepercayaannya pada Anda terkikis.

Menjadi Sosok yang Lembut
Setinggi apapun jabatan Anda, sekeras apapun pekerjaan Anda, bagi pria, wanita adalah simbol kelembutan, kebaikan, cinta, dan kasih sayang. Bersikaplah lembut padanya, pada anak-anak, pembantu, juga pada diri sendiri. Jangan terbiasa bersikap kasar dan menyakiti orang lain, siapapun itu.

Bersikap Baik pada Keluarga dan Orang-Orang di Sekitarnya
Sebagaimana kita mencintai keluarga dan orang-orang di sekitar kita, lakukan hal yang sama pada keluarga dan orang-orang di sekitar suami. Bagi pria, orang tua, saudara, dan teman-teman adalah tanggung jawab mereka. Saat Anda masuk ke keluarganya ia tetaplah sama, seorang anak, saudara, dan sahabat. Hanya kini perannya bertambah menjadi seorang suami dan ayah. Jadi, bersikap baiklah pada keluarga dan teman-temannya.

Menjadi Pilar Kekuatan Baginya
Wanita menyukai  pria yang memiliki kekuatan dan berkuasa. Itu membuat kita merasa nyaman dan aman untuk bersandar di pundaknya. Pria tidaklah berbeda. Mereka juga menyukai wanita yang kuat secara fisik, moral, dan sosial. Kuat bukan berarti mudah marah dan memiliki sikap yang kasar. Namun kita harus cukup kuat untuk mendukungnya kapanpun dia membutuhkan. Dalam masa sulit sekalipun, kita harus tetap bisa menjalankan peran sebagai istri dan ibu dengan baik. Terpenting, kuat untuk membelanya di depan umum, bagaimanapun sulitnya keadaan di rumah.

Buat Dia Merasa Dicintai dan Diinginkan
Siapa yang tak ingin dicintai dan diapresiasi oleh orang yang dicintainya? Bagi wanita, sekritis apapun keadaan, terpenting suami tetap mencintai Anda bukan? Pria juga tidak berbeda. Penting pula bagi mereka untuk selalu merasa dicintai. Jika perlu, ungkapkan betapa Anda sangat mencintainya.

Percaya Bahwa Ia Mencintai Anda
Walaupun sangat mencintai wanitanya, seringkali pria tidak mau terlalu sering mengungkapkan. Jadi jangan heran dan cemas jika 100 kata cinta Anda hanya dibalas sekali saja oleh mereka. Secara alami wanita memang mudah mengekpresikan perasaannya. Sementara pria, banyak dari mereka yang khawatir jika mengucapkan kata cinta akan membuat mereka terlihat cengeng dan tidak jantan (He he… Kasihan ya Bund, cowok tidak bisa bebas berekspresi :D).

Jadi Sumber Inspirasi
Pria akan sangat menghargai wanita yang bisa menjadi sumber inspirasi baginya. Inspirasi ini bisa semacam alasan yang membuatnya menghentikan kebiasaan-kebiasaan buruk, berbuat lebih baik, bersikap lebih baik, dan menjadi manusia yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Setia
Saat pria selingkuh, wanita lebih mudah memaafkan. Namun saat wanita selingkuh, ego dan harga diri seorang pria terluka sehingga mereka jadi lebih sulit memaafkan. Saat melintas godaan untuk berselingkuh, salah satu tips jitu untuk mempertahankan kesetiaan adalah mengingat akibat yang ditimbulkan. Anak menjadi korban, rumah tangga berantakan, orang di sekitar memiliki penilaian buruk, orang tua kecewa, bahkan mungkin Anda bisa kehilangan pekerjaan. Cobalah beberapa beberapa tips untuk menjaga keutuhan rumah tangga. Dan bagi Anda yang pernah selingkuh dan suami memaafkan, bersyukurlah dengan berjanji pada diri sendiri untuk tidak akan berbuat kesalahan yang sama. Jika kita berani bermain api, bukan hanya diri sendiri yang terbakar, orang-orang yang menyayagi dan kita sayangipun dapat ikut terluka.

Menjadi Orang Kepercayaannya
Pria tidak biasa terlihat lemah di depan orang lain. Mereka tidak suka dikasihani dan terlihat nelangsa. Itulah sebabnya pria akan mencari sahabat/pasangan yang mau memahami mereka tanpa membuatnya kehilangan kepercayaan diri. Jika suami rela membagi kesulitannya pada Anda, itu artinya ia yakin telah menemukan pasangan yang bisa menjadi tempat berbagi. Jaga rahasia (termasuk kelemahannya) dan hargai apa yang dilakukan. Saat menemukan pasangan yang bisa membuatnya nyaman, pria bahkan rela jungkir balik melakukan apapun untuk Anda. Poin terakhir ini sangatlah penting. Istri memang harus menjadi orang yang paling dipercayai oleh suami. Suami harus mudah dan nyaman mendiskusikan kelemahan, kegagalan, dan ketidakmampuannya senyaman saat ia membicarakan kelebihan, kesuksesan, dan kemampuannya.

9 cara membuat suami makin sayang istri di atas kelihatannya sangat mudah. Bagi yang terbiasa bersikap lembut dan penyayang memang tidaklah sulit. Bagi yang belum terbiasa, jangan khawatir. Asal mau mencoba, biasanya kita akan terbiasa dan tanpa sadar sudah bisa melakukan tips-tips di atas tanpa merasa kesulitan.
Semoga bermanfaat




shared at WhatsApp family 2b WOW chapter 22
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Aug 22, 2014

Selingkuhnya Para Handphone

Kemarin pagi saya berkicau tentang SMS, BBM atau FB. 24 jam kemudian  saya sadari bahwa ada sekitar 120 orang yang minta ijin share kicauan yang kurekap ulang untuk postingan FB. Itu yang ijin dan terdeteksi. Entah yang tidak. Yang retweet juga saya tidak menghitung.

Tidak menyangka. Pasalnya, saya menulis itu bukan tanpa sebab. Sepekan ini banyak ada saja curhatan para istri tentang perselingkuhan suaminya melalui SMS, BBM atau FB. Maafkan saya wahai para bapak, bukan karena hanya para bapak saja yang berselingkuh, tapi secara umum saya membuka diri untuk curhatan para ibu. Jadi versi para ibu yang saya tahu. Kalau para bapak yang curhat, ada telinga dan HP, BB atau email suami saya yang siap menampung. Begitu yang saya sepakati dengan suami. Kita tidak mau menyeret masalah orang lain ke dalam keluarga.

Melihat sambutan yang demikian, saya senang dan sedih. Senang karena ternyata kicauan saya dianggap bermanfaat. Sedih karena kemungkinan hal ini menjadi perhatian banyak orang lantaran memang telah terjadi. 

Bahkan ada yang langsung inbox, saya kutipkan tanpa menyebut jati dirinya :
Benar sekali status ibu yang soal CLBK dan selingkuh. Tante saya adalah salah satu contoh pemakai media sosial yang tidak cukup dewasa. Sampai akhirnya memutuskan bercerai setelah 30 tahun pernikahan. Tahan berlama-lama main handphone, suaminya gak dibolehin megang handphonenya. Bahkan ke toilet aja di bawa, Bu. Awalnya om gak mau cerai, sampai ibu saya dan tante-tante serta om-om yang lain turun tangan untuk bantu ngebujuk tante supaya narik tuntutan cerainya. Tapi si tante gak bergeming dan tetap asyik dengan social medianya sendiri. Buat status dah kayak ABG, Bu. Akhirnya om memutuskan untuk melepaskan. Biduk rumah tangga, 30 tahun, dan rontok oleh sosmed.
Dalam berbagai kasus, ada yang sembunyi-sembunyi melakukannya tanpa sepengetahuan pasangan. HP dibawa kemanapun pergi. Bahkan saat sholat disempitkan di lipatan sarung. Namun tragisnya ada yang terang-terangan melakukan dengan sepengetahuan pasangan. Saat pasangannya protes, malah bilang :
“Kamu juga boleh kok melakukan kesenangan dengan mantan pacarmu atau cari saja pacar baru lewat fesbuk kalau itu bisa menyenangkan hatimu.”
Gedubrag! Pasangannya sangat kaget dengan ungkapan itu.
“ Apa ayah tidak takut dosa?”
“ Dosa apa? Ayahkan tidak berzina, hanya bersenang-senang dengan cinta masa lalu ayah. Mereka juga tinggal jauh, kalau satu kota malah ayah tidak berani.”
Semakin runyam dan tidak masuk akal.
Demikianlah 'cinta' yang membutakan. Saya juga ragu apakah itu bisa disebut cinta. Apakah dikira sedikit ketergelinciran jika disengaja dan dibiarkan, akan berhenti pada yang sedikit. Tidak. Sudah ada contohnya, suami yang membunuh istri karena cemburu yang berawal dari sosmed. 

Inilah beberapa fakta :
BANDUNG (Pos Kota) – Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terkejut dalam kurun waktu Oktober tercatat 507 pasangan suami isteri di daerah Tatar Galuh, Ciamis mengajukan cerai. Penyebab hancurnya rumah tangga mereka yang paling dominan karena perselingkuhan baik dengan SMS maupun facebook. ”Mereka mengaku terjadinya cerai akibat masuknya pihak ketiga. SMS dan facebook biang kerok perceraian,” kata Humas Pengadilan Agama Ciamis, Anang Permana, Jumat. Dia menegaskan, jumlah 507 penggugat cerai dalam waktu sebulan ini merupakan angka yang spektakuler. Pasalnya lanjut dia, jumlah itu mengalami kenaikan 50 persen dibanding bulan sebelumnya. Untuk Agustus pasangan suami isteri yang mengajukan cerai mencapai 250 orang. Pada Oktober 2010 jumlah tersebut mendadak naik drastis hingga mencapai 507 pasangan
( http://forum.detik.com/akibat-facebook-perceraian-meningkat-di-ciamis-t220628.html)

Bahkan, di Pengadilan Agama Bengkulu Selatan kasus perceraian akibat ulah facebook lebih tragis lagi, tahun 2012 kemarin tercatat mengalami kenaikan jumlah angka hampir 100 persen, sebanyak 26 perkara. Naik tahun sebelumnya tercatat 14 perkara.
(http://www.lokernez.com/2013/04/dampak-facebook-angka-perceraian-di-indonesia-meningkat-tajam.html)

Entah di kota lain, kemungkinan juga tidak jauh berbeda. Karena persoalan ini sepertinya mendunia, di Amerika perceraian karen facebook juga menduduki peringkat ke- 3. Sementara di Inggris juga disinyalir facebook membuat peningkatan kasus perceraian.

Kembali ke dunia kita dan sekitar kita. Mari terus lakukan penyadaran untuk menggunakan teknologi informasi secara proporsional dan beretika. Saya jadi ingat dulu sekali ada seorang ibu yang secara khusus meminta agar saya menulis tentang etika berkomunikasi di dunia maya. Ibu tersebut jengah dengan kegenitan para perempuan yang berkomentar di facebook suaminya dengan hahahihi, wkwkwk, say...dsb.

Sekarang saya posting disini kicauan yang sedang diminati ini. Versi lengkapnya kulwit waspada terhadap bahaya teknologi komunikasi edisi facebook :
  1. Untuk para istri : hati-hati menjaga hati, saat membaca SMS dan BBM yang membuat hatimu "tersenyum" padahal bukan dari suamimu/anakmu/ayahmu.
  2. Untuk para suami : hati-hati menjaga hati, saat membaca SMS dan BBM yang membuat hatimu "tersenyum" padahal bukan dari istri/anakmu/ibumu.
  3. Sudah banyak korban CLBK akibat facebook, bbm, twitter atau apapun bentuk jejaringnya, janganlah terjerumus ke jurang yang sama, waspadalah!
  4. Neraka dunia hancurnya rumah tangga, dan neraka akhirat yang tak bisa dielakkan sesiapapun yang meretas jalannya.
  5. So, stop efek negatif kemudahan teknologi komunikasi agar tidak menjadi jalan neraka
  6. Siapapun pasangan kita, mereka hanya manusia, bukan malaikat. Gempuran atau kikisan bisa melelehkan jika tanpa dukungan.
  7. Sesekali menengok handphone, facebook dan bb pasangan sebagai tanda cinta penjagaan dari ketergelinciran.
  8. Banjiri saja suami/istri dengan pesan cinta kita, yang akan membuat hatinya tersenyum dan jiwanya tertawa dalam bahagia.
  9. Jangan biarkan orang lain yang melakukannya, karena hati suami atau istri adalah ruang pribadi pasangannya.
  10. Menyengaja bermain api mengundang dosa, berbeda dengan tergelincir tanpa sengaja.
  11. Istighfar dan taubatan nasuha caranya memutus hubungan dengan si penggoda, menyesali, meminta maaf pada pasangan dan terus menjaga diri.
  12. Semoga Allah menjaga keluarga kita dari marabahaya penyalahgunaan teknologi komunikasi.
  13. Yakinlah jika anda menginginkan kebaikan dan kebahagiaan keluarga, Allah akan memudahkan menemukan jalannya.
  14. Bagi orang yang menginginkan permainan duniawi, kegembiraan sesaat dan hiburan lewat perselingkuhan media, dia juga akan mudah mendapatkan.
  15. Masing-masing mendapat balasan atas amal hati, amal fikiran, amal lisan dan amal perbuatannya.
  16. Allah Maha Menghitung, Maha Membalas dan tak akan luput secuilpun kebaikan ataupun keburukan maka hapus peluang dosa walau baru lintasan hati.
  17. Bukalah mata hati pada cahaya cinta yang halal, panggillah perasaan kegembiraan dan bahagia yang menentramkan dari pasangan.
  18. Bismillah dengan niat ikhlas dalam bimbingan rahmat-Nya,kita bisa meraih surga dunia keluarga sakinah baiti jannati dan surga akhirat nantinya.

Ehm, saya tengah mengingatkan diri saya sendiri. Jika ada yang juga merasa diingatkan, alhamdulillah. Jika ada yang tersinggung, alhamdulillah. Tapi bukan maksud saya menyakiti siapapun. Semoga dimaafkan keterbatasan saya.
_http://ida-nurlaila.blogspot.jp_




shared at WhatsApp family 2b WOW chapter 22
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Aug 21, 2014

Suami Durhaka?!

Assalamualaikum...
Wahai saudara-saudara sekalian  "Kalau isteri sakitkan hati suami, tandanya durhaka pada suami.
Tapi bagaimana jika suami sakiti hati isteri?"

Jawapan Ustaz :
"Berdosa juga lah. Cuma tidak ada istilah suami durhaka pada isteri, tapi suami akan ditanda Malaikat sebagai durhaka pada Allah SWT.
  • Karena isteri, rezekimu bertambah.
  • Karena isteri, maka lahirlah zuriatmu.
  • Karena isteri, makan, pakaianmu dijaga.
  • Karena isteri, tenang hatimu.
  • Karena isteri, lembut pemandangan matamu.
  • Karena isteri adalah satunya manusia yang boleh melihat cacat celamu yang tersembunyi dari pandangan matamu dan masih menerimamu seadanya.
Janganlah sakiti hati mereka, ingatlah setiap pengorbanan mereka, walaupun kecil di matamu, baginya besar bagi dirinya. Setiap peluh yang menitik yang dikerja untuk keluarganya, setiap air mata yang menitis untuk anak-anak dan suaminya adalah salah satu tanda dia isteri yang terbaik buat anda wahai yang bergelar suami.

Renungan sepintas lalu.
Mengapa wanita sering menangis?

  • Jawab Allah : Karena wanita itu unik,
  • Aku ciptakan ia sebagai makhluk istimewa,
  • KU kuatkan bahunya untuk menjaga anak-anaknya,
  • KU lembutkan hatinya untuk memberi rasa aman,
  • KU kuatkan rahimnya untuk menyimpan benih manusia,
  • KU teguhkan peribadinya untuk terus berjuang saat yang lain menyerah,
  • KU beri dia naluri untuk tetap menyayangi, walau dikhianati oleh teman, walau disakiti oleh orang yang disayangi. Wanita makhluk kuat.
Tapi jika suatu saat dia menangis itu kerana KU beri air mata untuk membasuh luka batin dan memberi kekuatan baru. Wanita sangatlah istimewa.




shared at WhatsApp family 2b WOW chapter 22
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Aug 11, 2014

Mengenal Gaya Komunikasi dan Kebutuhan Emosional Pada Pria

Materi kopdar keempat dari komunitas to be wonderful wife pada tanggal 6 Juli 2014 yang lalu disampaikan oleh Adri Suyanto, seorang trainer dan ayah dari dua orang putri. Materi ini sbnrnya terinspirasi dari buku "Men Are From Mars, Women Are From Venus"

Mengapa materi ini sangat penting dan wajib diketahui oleh semua (calon) istri?

Yup, karena secara psikologis kebutuhan seorang laki-laki berbeda dengan wanita. Karena cara mereka berkomunikasi berbeda dengan cara wanita berkomunikasi.
Karena kita sebagai sosok kaum hawa seringkali justru bersikap dan menganggap sama apa yang mereka rasakan dengan apa yang kita rasakan, menganggap sama apa yang mereka butuhkan dengan apa yang kita butuhkan, menganggap sama bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah dengan bagaimana cara kita menyelesaikan masalah. Menganggap sama inilah yang justru akhirnya membangun jurang yang semakin lebar antara suami dan istri. Itulah mengapa penting bagi kita untuk memahami materi ini.

Ada beberapa hal yang tidak disebutkan dalam buku ini. Pada dasarnya tatacara komunikasi juga dipengaruhi oleh lingkungan dan karakter. Kalau dalam pelajaran biologi kita dulu ada istilah fenotif = genotif + lingkungan. Ini juga berlaku dalam hubungan dalam rumah tangga.
Misal secara psikologis tentu orang-orang dengan tipe sanguinis akan berbeda dengan mereka yang bertipe melankolis, koleris, dan plegmatis.
Orang sanguinis seperti saya adalah tipe yang hidup di masa kini, sedangkan istri saya bertipe melankolis yang bias hidup di masa yang akan datang. Sehingga lebih sering ketika berdiskusi saya bisa mengandalkan argumen-argumen beliau yang memang bisa berpikir jangka panjang dan analitis. Kalau seorang suami tidak menyadari perbedaan ini mungkin yang muncul adalah perasaan selalu dikalahkan oleh istri karena lebih sering berargumen dan beranalisis dalam diskusi. Padahal ini sebuah keuntungan tersendiri. Bisa menutupi kekurangan kita dengan kelebihannya. Begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu tak ada salahnya saat kita telah memiliki pendamping hidup nanti bisa melakukan tes personality ini. Agar kita tahu apa dan bagaimana sih tipe kepribadian kita dan suami kita. Agar kita faham apa sih kelemahan pada tipe kita dan suami kita. Mengetahui dan memahami inilah salah satu upaya untuk menghindari konflik yg berlebihan. Bisa searching kok tentang tes dan keterangan tipe-tipe personality ini.
Sebenarnya tes kepribadian jenis ini juga dipengaruhi lingkungan. Ada tes lain sebenarnya yang bisa kita pakai untuk melihat jenis kepribadian kita secara genetik dan ini ilmiah. Tes stifin. Kita akan tahu apakah kita masuk kategori orang sensing, thinking, intuiting, feeling, ataukah insting. Saat kita tahu maka kita bisa tepat cara mengarahkan dan memotivasi. Kebetulan saya tipe intuiting ekstrovert dan istri saya intuiting introvert.

Hal lain yang tidak disebutkan di buku ini dan perlu kita pahami adalah ternyata selain tipe kepribadian mempengaruhi karakter seseorang, lingkungan juga mengambil peran penting dalam hal ini.
Bagi seorang suami seperti saya yang lahir dan besar di kota kecil mungkin memiliki lingkungan yang tidak sama dengan istri yang lahir dan besar di kota besar. Jika kami terbiasa berbicara dengan volume tinggi, sebaliknya dengan istri. Jika di daerah saya cara "memuji" anak kecil dengan ungkapan misalnya : wah arek koq elek, irunge pesek.. (Wah anak koq jelek, hidungnya pesek). Tapi bagi istri saya yg mendengar ungkapan ini di awal tentu akan sangat kaget dan tersinggung. Yup, ternyata lingkungan juga berpengaruh dalam pola interaksi suami-istri. Dan saling bercerita, menyampaikan apa yg disuka dan tidak disuka dari kebiasaan pasangan hidup kita bisa membantu proses adaptasi semakin mudah.

Kembali pada buku "men are from mars, women are from venus". Ada beberapa bab yang coba mengupas tentang perbedaan umum pada seorang pria dan wanita. Apa saja dan bagaimana berkompromi dengan perbedaan itu?

A. Perbedaan Nilai (Value)
Perempuan : memberi  atau menawarkan petunjuk/nasehat tanpa diminta
Bagi kaum perempuan yang lebih sering menyenangi pola kedekatan hubungan. Sering ngobrol dengan teman-teman kita, kadang saling curhat dan menceritakan masalah atau kegalauan hati, lalu kawan kitapun memberikan nasihat meski tanpa kita minta. Dan kita fine-fine aja. Malah sebaliknya: senang. Betul??
Padahal, pola ini tidak berlaku bagi para laki-laki! Mereka akan merasa tidak dihargai saat perempuan melakukan hal itu. Karena secara naluri, fokus laki-laki ada pada proses keterampilan dan  penyelesaian masalah. Mereka tidak akan pernah bertanya dan minta solusi sampai ia merasa paling buntu. Karena tantangan sekaligus menjadi prestasi bagi mereka saat bisa menyelesaikan masalah. Mereka akan meminta masukan solusi saat mereka BUTUH dan mereka akan  bertanya/mengungkapkannya.
Laki-laki : menawarkan penyelesaian, tanpa menghiraukan perasaan.Karena tipe umum laki-laki yang tidak akan bertanya kecuali sudah buntu dan merasa perlu meminta bantuan, maka ketika ia dapati seorang istri sedang menyampaikan keluh kesahnya hampir dipastikan ia akan memberi solusi. Karena ia pikir kondisinya sama. Padahal biasanya perempuan menceritakan masalahnya lebih sering hanya untuk minta didengarkan, bukan untuk dikritik dengan masukan yang kadang kurang menghiraukan perasaan.