Showing posts with label Media Social. Show all posts
Showing posts with label Media Social. Show all posts

Nov 19, 2014

WhatsApp, Facebook, Instagram........

Imam Masjidil Haram Asy-Syaikh Su’ud asyc-Syuraim dalam sebuah khutbah jum’at beliau berkata : "Adakah dari kita yang tidak melihat perubahan dalam kehidupannya setelah masuknya Whatsapp, Facebook, Instagram dan yang lainnya dalam kehidupan?"

Bacalah ! Peringatan penting !!!

Hal ini merupakan Ghazwul fikri yang menyerang akal, namun sangat disayangkan, kita telah tunduk padanya dan kita telah jauh dari dien islam yang lurus dan dari dzikir kepada Allah. Kita telah menjadi penyembah-penyembah Whatsapp, Twitter, Facebook, Instagram dan semacamnya.

Kenapa hati kita mengeras?
Itu karena seringnya kita melihat cuplikan video yang menakutkan dan juga kejadian-kejadian yang di share di Whatsapp. Hati kita kini mempunyai kebiasaan yang tak lagi takut pada suatu pun. Oleh karenanya hati mengeras bagai batu.

Kenapa kita terpecah belah dan kita putus tali kekerabatan?
Karena kini silaturrahmi kita hanya via Whatsapp saja, seakan kita bertemu mereka setiap hari, namun bukan begini tata cara bersilaturrahim dalam agama Islam kita.

Kenapa kita sangat sering mengghibah manusia, padahal kita tidak sedang duduk dengan seorangpun?
Itu karena saat kita mendapatkan satu message yang berisi ghibahan terhadap seseorang atau suatu kelompok, dengan cepat kita sebar ke grup-grup yang kita punya, dengan begitu cepatnya kita mengghibah, sedang kita tidak sadar berapa banyak dosa yang kita dapatkan dari hal itu.

Sangat disayangkan, kita telah menjadi para pecandu!
Kita makan, handpone ada ditangan kiri kita.
Kita duduk-duduk bersama teman-teman, handpone  ada di genggaman.
Berbicara dengan ayah dan ibu yang wajib kita hormati, akan tetapi handpone  ada di tangan pula.
Sedang menyetir, handpone  juga ada di tangan.
Sampai anak-anak kita pun telah kehilangan kasih sayang dari kita, karena kita telah berpaling dari mereka dan lebih mementingkan handpone .
Dan masih banyak lagi.

Aku tidak ingin mendengar seseorang yang memberi pembelaan pada teknologi ini. Karena sekarang, jika sesaat saja handpone kita tertinggal, betapa kita merasa sangat kehilangan. Andai perasaan seperti itu ada juga pada "shalat dan tilawatul Qur'an kita".

Adakah dari kita yang mengingkari hal ini? 
Dan siapa juga yang tidak mendapatkan perubahan negatif di kehidupannya setelah masuknya teknologi ini pada hidupnya dan setelah ia menjadi pecandu?

Demi Allah, siapakah yang akan menjadi teman kita nanti di kubur?
Apakah handpone ?
Mari kita sama kembali pada Allah, jangan sampai ada hal yang menyibukkan kita dari dien kita, kita tak tahu berapakah sisa umur kita!

Allah berfirman:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا
“Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit” 
(Qs. Thoha : 124)
Apakah kita salah satu pecandu itu?  Wal 'iyaadzubillaah. Astaghfirullah.
Semoga handpone yang kita miliki adalah wasiilah untuk kebaikan dan bukan wasiilah dalam keburukan.




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Aug 22, 2014

Selingkuhnya Para Handphone

Kemarin pagi saya berkicau tentang SMS, BBM atau FB. 24 jam kemudian  saya sadari bahwa ada sekitar 120 orang yang minta ijin share kicauan yang kurekap ulang untuk postingan FB. Itu yang ijin dan terdeteksi. Entah yang tidak. Yang retweet juga saya tidak menghitung.

Tidak menyangka. Pasalnya, saya menulis itu bukan tanpa sebab. Sepekan ini banyak ada saja curhatan para istri tentang perselingkuhan suaminya melalui SMS, BBM atau FB. Maafkan saya wahai para bapak, bukan karena hanya para bapak saja yang berselingkuh, tapi secara umum saya membuka diri untuk curhatan para ibu. Jadi versi para ibu yang saya tahu. Kalau para bapak yang curhat, ada telinga dan HP, BB atau email suami saya yang siap menampung. Begitu yang saya sepakati dengan suami. Kita tidak mau menyeret masalah orang lain ke dalam keluarga.

Melihat sambutan yang demikian, saya senang dan sedih. Senang karena ternyata kicauan saya dianggap bermanfaat. Sedih karena kemungkinan hal ini menjadi perhatian banyak orang lantaran memang telah terjadi. 

Bahkan ada yang langsung inbox, saya kutipkan tanpa menyebut jati dirinya :
Benar sekali status ibu yang soal CLBK dan selingkuh. Tante saya adalah salah satu contoh pemakai media sosial yang tidak cukup dewasa. Sampai akhirnya memutuskan bercerai setelah 30 tahun pernikahan. Tahan berlama-lama main handphone, suaminya gak dibolehin megang handphonenya. Bahkan ke toilet aja di bawa, Bu. Awalnya om gak mau cerai, sampai ibu saya dan tante-tante serta om-om yang lain turun tangan untuk bantu ngebujuk tante supaya narik tuntutan cerainya. Tapi si tante gak bergeming dan tetap asyik dengan social medianya sendiri. Buat status dah kayak ABG, Bu. Akhirnya om memutuskan untuk melepaskan. Biduk rumah tangga, 30 tahun, dan rontok oleh sosmed.
Dalam berbagai kasus, ada yang sembunyi-sembunyi melakukannya tanpa sepengetahuan pasangan. HP dibawa kemanapun pergi. Bahkan saat sholat disempitkan di lipatan sarung. Namun tragisnya ada yang terang-terangan melakukan dengan sepengetahuan pasangan. Saat pasangannya protes, malah bilang :
“Kamu juga boleh kok melakukan kesenangan dengan mantan pacarmu atau cari saja pacar baru lewat fesbuk kalau itu bisa menyenangkan hatimu.”
Gedubrag! Pasangannya sangat kaget dengan ungkapan itu.
“ Apa ayah tidak takut dosa?”
“ Dosa apa? Ayahkan tidak berzina, hanya bersenang-senang dengan cinta masa lalu ayah. Mereka juga tinggal jauh, kalau satu kota malah ayah tidak berani.”
Semakin runyam dan tidak masuk akal.
Demikianlah 'cinta' yang membutakan. Saya juga ragu apakah itu bisa disebut cinta. Apakah dikira sedikit ketergelinciran jika disengaja dan dibiarkan, akan berhenti pada yang sedikit. Tidak. Sudah ada contohnya, suami yang membunuh istri karena cemburu yang berawal dari sosmed. 

Inilah beberapa fakta :
BANDUNG (Pos Kota) – Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terkejut dalam kurun waktu Oktober tercatat 507 pasangan suami isteri di daerah Tatar Galuh, Ciamis mengajukan cerai. Penyebab hancurnya rumah tangga mereka yang paling dominan karena perselingkuhan baik dengan SMS maupun facebook. ”Mereka mengaku terjadinya cerai akibat masuknya pihak ketiga. SMS dan facebook biang kerok perceraian,” kata Humas Pengadilan Agama Ciamis, Anang Permana, Jumat. Dia menegaskan, jumlah 507 penggugat cerai dalam waktu sebulan ini merupakan angka yang spektakuler. Pasalnya lanjut dia, jumlah itu mengalami kenaikan 50 persen dibanding bulan sebelumnya. Untuk Agustus pasangan suami isteri yang mengajukan cerai mencapai 250 orang. Pada Oktober 2010 jumlah tersebut mendadak naik drastis hingga mencapai 507 pasangan
( http://forum.detik.com/akibat-facebook-perceraian-meningkat-di-ciamis-t220628.html)

Bahkan, di Pengadilan Agama Bengkulu Selatan kasus perceraian akibat ulah facebook lebih tragis lagi, tahun 2012 kemarin tercatat mengalami kenaikan jumlah angka hampir 100 persen, sebanyak 26 perkara. Naik tahun sebelumnya tercatat 14 perkara.
(http://www.lokernez.com/2013/04/dampak-facebook-angka-perceraian-di-indonesia-meningkat-tajam.html)

Entah di kota lain, kemungkinan juga tidak jauh berbeda. Karena persoalan ini sepertinya mendunia, di Amerika perceraian karen facebook juga menduduki peringkat ke- 3. Sementara di Inggris juga disinyalir facebook membuat peningkatan kasus perceraian.

Kembali ke dunia kita dan sekitar kita. Mari terus lakukan penyadaran untuk menggunakan teknologi informasi secara proporsional dan beretika. Saya jadi ingat dulu sekali ada seorang ibu yang secara khusus meminta agar saya menulis tentang etika berkomunikasi di dunia maya. Ibu tersebut jengah dengan kegenitan para perempuan yang berkomentar di facebook suaminya dengan hahahihi, wkwkwk, say...dsb.

Sekarang saya posting disini kicauan yang sedang diminati ini. Versi lengkapnya kulwit waspada terhadap bahaya teknologi komunikasi edisi facebook :
  1. Untuk para istri : hati-hati menjaga hati, saat membaca SMS dan BBM yang membuat hatimu "tersenyum" padahal bukan dari suamimu/anakmu/ayahmu.
  2. Untuk para suami : hati-hati menjaga hati, saat membaca SMS dan BBM yang membuat hatimu "tersenyum" padahal bukan dari istri/anakmu/ibumu.
  3. Sudah banyak korban CLBK akibat facebook, bbm, twitter atau apapun bentuk jejaringnya, janganlah terjerumus ke jurang yang sama, waspadalah!
  4. Neraka dunia hancurnya rumah tangga, dan neraka akhirat yang tak bisa dielakkan sesiapapun yang meretas jalannya.
  5. So, stop efek negatif kemudahan teknologi komunikasi agar tidak menjadi jalan neraka
  6. Siapapun pasangan kita, mereka hanya manusia, bukan malaikat. Gempuran atau kikisan bisa melelehkan jika tanpa dukungan.
  7. Sesekali menengok handphone, facebook dan bb pasangan sebagai tanda cinta penjagaan dari ketergelinciran.
  8. Banjiri saja suami/istri dengan pesan cinta kita, yang akan membuat hatinya tersenyum dan jiwanya tertawa dalam bahagia.
  9. Jangan biarkan orang lain yang melakukannya, karena hati suami atau istri adalah ruang pribadi pasangannya.
  10. Menyengaja bermain api mengundang dosa, berbeda dengan tergelincir tanpa sengaja.
  11. Istighfar dan taubatan nasuha caranya memutus hubungan dengan si penggoda, menyesali, meminta maaf pada pasangan dan terus menjaga diri.
  12. Semoga Allah menjaga keluarga kita dari marabahaya penyalahgunaan teknologi komunikasi.
  13. Yakinlah jika anda menginginkan kebaikan dan kebahagiaan keluarga, Allah akan memudahkan menemukan jalannya.
  14. Bagi orang yang menginginkan permainan duniawi, kegembiraan sesaat dan hiburan lewat perselingkuhan media, dia juga akan mudah mendapatkan.
  15. Masing-masing mendapat balasan atas amal hati, amal fikiran, amal lisan dan amal perbuatannya.
  16. Allah Maha Menghitung, Maha Membalas dan tak akan luput secuilpun kebaikan ataupun keburukan maka hapus peluang dosa walau baru lintasan hati.
  17. Bukalah mata hati pada cahaya cinta yang halal, panggillah perasaan kegembiraan dan bahagia yang menentramkan dari pasangan.
  18. Bismillah dengan niat ikhlas dalam bimbingan rahmat-Nya,kita bisa meraih surga dunia keluarga sakinah baiti jannati dan surga akhirat nantinya.

Ehm, saya tengah mengingatkan diri saya sendiri. Jika ada yang juga merasa diingatkan, alhamdulillah. Jika ada yang tersinggung, alhamdulillah. Tapi bukan maksud saya menyakiti siapapun. Semoga dimaafkan keterbatasan saya.
_http://ida-nurlaila.blogspot.jp_




shared at WhatsApp family 2b WOW chapter 22
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee