Showing posts with label Bilal bin Rabbah. Show all posts
Showing posts with label Bilal bin Rabbah. Show all posts

Mar 6, 2015

Janganlah.....

Jangan menilai orang dari rupanya.
Karena Rasulullah saw melihat si pendek tak menawan yaitu sahabat beliau Saidina Julaybib r.a dikejar - kejar oleh para bidadari syurga.

 Berilah kesempatan seseorang untuk berubah.
Karena seseorang yang hampir membunuh Rasul pun kini terbaring disebelah makam beliau yaitu Saidina Umar Al Khattab.

Jangan melihat seseorang dari masa lalunya.
Seseorang yang pernah berperang melawan agama Allah pun akhirnya menjadi pedang-nya Allah (saifullah) yaitu Saidina Khalid Ibnu Walid.

Jangan memandang orang dari status dan hartanya.
Karena sepatu emas fir'aun pun berada di neraka, sedangkan sandal lusuh/terompah Saidina Bilal bin Rabah kedengaran langkahnya di syurga.

Subhanallah
Semoga Allah memberikan kita petunjuk dan hidayah-Nya, agar di setiap ilmu yang kita miliki, dapat menggerakkan kita untuk lebih dekat lagi dengan rahmat.




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Aug 25, 2014

Kita hidup di masa ketika 50 ribu dianggap murah untuk beli pulsa, tapi mahal untuk kajian sarat manfaat. Sebagian ada yang bayar guru untuk datang, padahal adab yang benar adalah kita yang mendatangi sumber ilmu. Guru pun ada yang tidak bermental pendidik, melainkan hanya pengajar. Banyak yang bermimpi kalahkan Yahudi tapi masih bisa tidur nyenyak padahal seharian tak selembar pun bacaan bermanfaat ia tuntaskan. Tugas kita adalah mendobrak kultur ini. Bukan persoalan gampang.

Tadi ust Bachtiar ngasih petuah. Kita semua kudu realistis. Kita gak hidup di jaman kejayaan Islam. Shalahuddin Al Ayyubi sukses itu karena batu-batu pijakannya sudah diletakkan oleh generasi-generasi sebelumnya. Kita sekarang meletakkan kembali batu-batu tersebut yang sebelumnya sudah terlanjur berserakan. Jadi kudu banyak-banyak stok sabar dengan obyek dakwah kita, termasuk rekan-rekan kita di jalan dakwah ini. Jangan lihat kekurangannya, tapi cari kelebihannya dan manfaatkan. Syukuri keberadaan mereka dan syukuri keberadaan kita di jalan dakwah. Sebab kalau kita gak ada di barisan dakwah, maka Allah akan menempatkan orang lain untuk memenangkan dakwah ini.

Semua orang punya tempatnya di barisan dakwah. Bilal ra aja statusnya cuma muadzin, tapi slogannya di Perang Badar bikin semua mengamuk. Ada yang harus maju jadi pemimpin, ada yang kudu jadi pengatur strategi, dan ada yang berkontribusi dengan pasang badan mengamankan dakwah. Nggak mungkin semuanya jadi cendekiawan. Tapi semuanya bisa dan wajib berperan.

Pasang cita-cita yang sengeri mungkin. Jangan berimajinasi 5 - 10 tahun ke depan. Bayangkan 100 tahun lagi, mungkin saat itu Islam sudah berjaya lagi. Kita semua sudah nggak ada. Tapi batu-batu pijakan generasi itu kitalah yang meletakkannya. Ngeri...!!

Kalau mengharap balasan dari Allah, dunia ini akan nampak murahan. Ngeri mikirin fitnah dunia seperti yang ust Bachtiar ceritakan tadi.
_Ust. Akmal Sjafril_
(Setelah bertemu dengan Ust. Bachtiar Nasir di AQL Islamic Center.)




shared at WhatsApp family 2b WOW chapter 22
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee