Showing posts with label Imam Al Ghazali. Show all posts
Showing posts with label Imam Al Ghazali. Show all posts

Mar 4, 2015

Sahabat Yang Baik

Al-Hasan Al-Bashri berkata: 
“Perbanyaklah sahabat-sahabat mu’minmu, karena mereka memiliki Syafa’at pada hari kiamat.”
Imam Syafi’i berkata :
“Jika engkau punya teman - yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karna mencari teman -baik- itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali.”

Lalu bagaimana kriteria sahabat yang baik tersebut?
Para ulama menjelaskan tentang sahabat yang baik adalah seperti ini :
Lukman Al Hakim menasihati anaknya:
  1. Wahai anakku setelah kau mendapatkan keimanan pada Allah, maka carilah teman yang baik dan tulus.
  2. Perumpamaan teman yang baik seperti “pohon” jika kau duduk di bawahnya dia dapat menaungimu, jika kau mengambil buahnya dapat kau makan. Jika ia tak bermanfaat untukmu ia juga tak akan membahayakan-mu.

Ulama lain mengatakan :
  1. Seorang sahabat adalah orang yang tidak ingin dirimu menderita, akan terus memberimu semangat ketika engkau sedang terpuruk.
  2. Tidak ikut mencaci ketika orang lain mencacimu

Menurut Imam Al-Ghazali ada dua belas kriteria sahabat :
  1. Jika kau berbuat baik kepadanya, maka ia juga akan melindungimu.
  2. Jika engkau merapatkan ikatan persahabatan dengannya, maka ia akan membalas balik persahabatanmu itu.
  3. Jika engkau memerlukan pertolongan darinya, maka ia akan berupaya membantu sesuai dengan kemampuannya.
  4. Jika kau menawarkan berbuat baik kepadanya, maka ia akan menyambut dengan baik.
  5. Jika ia memproleh suatu kebaikan atau bantuan darimu, maka ia akan menghargai kebaikan itu.
  6. Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik dari dirimu, maka akan berupaya menutupinya.
  7. Jika engkau meminta sesuatu bantuan darinya, maka ia akan mengusahakannya dengan sungguh-sungguh.
  8. Jika engkau berdiam diri (karena malu untuk meminta), maka ia akan menanyakan kesulitan yang kamu hadapi.
  9. Jika bencana datang menimpa dirimu, maka ia akan berbuat sesuatu untuk meringankan kesusahanmu itu.
  10. Jika engkau berkata benar kepadanya, niscaya ia akan membenarkanmu.
  11. Jika engkau merencanakan sesuatu kebaikan, maka dengan senang hati ia akan membantu rencana itu.
  12. Jika kamu berdua sedang berbeda pendapat atau berselisih paham, niscaya ia akan lebih senang mengalah untuk menjaga.

"Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain kecuali mereka yang bertakwa"
(QS 43 :67)
Berkaitan dengan ayat di atas, para ulama menjelaskan bahwa jika kasih sayang dalam persahabatan yang kita jalin dengan teman kita bukan didasari karena Allah, maka kelak hal itu akan berbalik menjadi permusuhan di hari kiamat. Apalagi jika teman kita tersebut sering mengajak dan menjerumuskan kita ke dalam perbuatan-perbuatan yang dimurkai oleh Allah seperti kesyirikan dan kemaksiatan, maka bisa dipastikan dia akan menjadi musuh yang nyata bagi kita di hari kiamat. Dan hal ini tidak berlaku kepada orang-orang yang bertakwa, yang mana mereka menjalin persahabatan karena Allah dan di atas ketakwaan kepada Allah. (Lihat penjelasan Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di dalam kitab Taisir al-Karim ar-Rahman, cetakan Dar Ibnu Hazm, Beirut 1424 H, halaman 735)




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Aug 9, 2014

Ilmu Tanpa Amal = Sia - Sia

Sekalipun engkau telah belajar selama 100 tahun dan mengumpulkan 1000 kitab, kau tak akan mendapatkan rahmat Allah tanpa beramal. 
“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An-Najm [53]: 39)
“Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang soleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (QS. Al-Kahfi [18]: 110)

Wahai anakku…
Selama tidak beramal, engkau pun tidak akan mendapatkan pahala. 
Ali Karramallahu wajhahu berkata, 
“Siapa yang mengira dirinya akan sampai pada tujuan tanpa sungguh-sungguh, maka ia hanyalah berangan-angan. Angan-angan adalah barang dagangan milik orang-orang bodoh."

Al-Hasan Al-Basri rahimahullah berkata, 
“Meminta syurga tanpa berbuat amal termasuk perbuatan dosa.” 
Dalam sebuah khabar, Allah SWT berfirman, 
“Sungguh tak punya malu orang yang meminta syurga tanpa berbuat amal.”
Rasulullah SAW bersabda, 
“Orang cerdas ialah orang yang dapat mengendalikan dirinya dan berbuat untuk setelah kematian. Dan, orang bodoh adalah siapa yang menuruti hawa nafsunya dan selalu berangan-angan akan mendapatkan ampunan Allah.”
Mengekang mata untuk kepentingan selain Wajah-Mu adalah sia-sia. Dan, tangis mereka untuk sesuatu yang hilang selain-Mu adalah kebatilan dan hiduplah sesukamu kerana kau pasti akan mati juga. Cintailah orang sesukamu sebab kau pasti akan berpisah dengannya, dan berbuatlah sesukamu kerana sesungguhnya kau akan menuai ganjarannya.
Wahai anakku, apa pun yang kau perolehi dari mengkaji ilmu kalam, debat, kedokteran, administrasi, syair, astrologi, arud, nahwu & sharf, jangan sampai kau sia-siakan umur untuk selain Sang Pemilik Keagungan.
- Imam Al-Ghazali dalam Ayyuhal-Walad -




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee