Showing posts with label Managing. Show all posts
Showing posts with label Managing. Show all posts

Aug 18, 2014

Manajemen Konflik

🍒 Apa itu konflik? 
Beda antara harapan dan realita.
🍒 Sumber konflik : 
  1. Beda prioritas (visi/misi) --- masa depan.
  2. Beda karakter --- masa sekarang, karakter muncul dari pengalaman hidup. 
  3. Beda latar belakang 

🍒 Simulasi : 
Coba urutkan list prioritas dibawah ini :
  • ✅ Lembaga/komunitas 
  • ✅ Karir/jabatan 
  • ✅ Cita-cita 
  • ✅ Keluarga (orang tua/saudara ) 
  • ✅ Keuangan 
  • ✅ Anak 
  • ✅ Suami 
  • ✅ Agama 
  • ✅ Seks 
  • ✅ Persahabatan 

🍒 Beda prioritas dengan pasangan, apa yang dilakukan? 
  1. Bicarakan dengan pasangan (forward
  2. Konsultasi dengan pihak ketiga (mediasi)
  3. Lepaskan (away

Pada konseling pranikah terkadang disarankan untuk membuat perjanjian pranikah. Mana yang bisa disepakati dan mana yang bisa ditoleransi. Ini bisa membantu mendeteksi mana yang bisa memicu konflik. 

🍒 Beda karakter, kenali suamimu.
Simulasi big five personality  *silahkan tes masing-masing

Nilai rata-rata : 
Tinggi jika > 3 
Rendah jika < 3 

A (Agreeableness) : Keterbukaan pada kesepakatan. 
Jika tinggi : setia, karena mendahulukan orang lain terkadang dia sendiri tersakiti.

N (Neuroticism) : Keterbukaan pada stress 
Jika tinggi : susah beradaptasi saat stres.
Jika rendah : mudah menyimpan masalah. Tidak ekspresif. Rata-rata suami berharap dapat istri dengan N rendah.
N itu otak negatif. Jika N sedang aktif maka harus diredam terlebih dahulu. Modulasi N dengan sentuhan fisik, suguhan, dsb. Oleh karena itu jika suami kita setelah tes ternyata N tinggi maka bisa diterapkan pendekatan ini. 

O (Openess) : Keterbukaan pada pikiran
Jika tinggi : pandai merangkai kata, pintar merayu, mudah diberikan saran, lebih fleksibel masalah keuangan.

C (Conscientiousness) : Keterbukaan hati 
Jika tinggi : perfeksionis, detail.
Jika rendah : spontan, impulsif, cenderung mengorbankan dirinya, mengambil resiko.

E (Extraversion) : Keterbukaan pada orang lain 
Jika tinggi : lebih mudah bahagia, optimis.
Jika rendah : tertutup, introvert.
Jika N adalah otak negatif, maka E adalah otak positif. Modulasinya adalah dengan kata-kata atau rayuan.

🍒 Cara bicara dengan suami (saat ada konflik). Disingkat : LEMPOK-DIAS
  1. Bahasa dan sikap yang Lemah lembut 
  2. Penuh Empati dan kasih sayang 
  3. Banyak Memuji dan menyanjung 
  4. Ungkapkan tidak setuju lewat Perasaan 
  5. Orangnya dipuji, perbuatannya dikritik 
  6. Kalimat tanya untuk tawarkan solusi 
  7. Ambil jalan tengah, sampai cukup Dikerjakan bersama
  8. Tawarkan diri untuk saling mengIngatkan 
  9. Jika masih Alot, coba lagi di lain waktu 
  10. Tutup diskusi dengan berkasih Sayang 

🍒 Waspadai sektor yang memicu konflik
  1. Kualitas hubungan 
  2. Silaturrahim orang tua 
  3. Penghasilan 
  4. Figur lain 

🍒 Saat butuh bantuan pihak ketiga, syaratnya: 
  1. Orang yang ber-Islam : Akan ada aib yang diceritakan (tanpa sengaja), sehingga harus memenuhi : Amanah dan syarat berhijab.
  2. Orang yang ber-Ilmu : Seseorang yang ahli di bidangnya, meskipun yang bersangkutan belum menikah. Misal psikolog, psikiatri, ustadz.
  3. Orang yang ber-Amal : Seseorang yang berpengalaman 

Saat konsultasi dengan pihak ketiga, gunakan kata kiasan! Berhati-hatilah menjaga kehormatan suami dan keluargamu dengan tidak membuka aib.

🍒 Beda antara mengikhlaskan dan melepaskan :
Mengikhlaskan 
  1. Dimulai sejak awal beriktiar 
  2. Khusnudzon mencoba segala cara dan strategi 
  3. Hal-hal masih bisa dikompromikan 

Melepaskan (to let go)
  1. Ikhtiar yang paling akhir 
  2. Pasrah karena semua cara dan strategi telah dilakukan 
  3. Hal-hal prinsip dan tidak bisa dikompromikan

🍒 Kesempitan dalam pernikahan, periksa 2 hal berikut : 
  1. Sebab shalat 
  2. Sebab amal perbuatan 

Yang perlu dilakukan: 
  1. Ikhtiar langit
  2. Ikhtiar bumi : muhasabah dan tetap berbuat baik.
  3. Bermusyawarah 

🍒 Indahnya muhasabah, jika mengalami kesempitan 
  1. Seberapa dekat dengan Allah (shalat dan sedekah) 
  2. Seberapa baik dengan oranng tua? Menjaga silaturrahim.
  3. Seberapa baik dengan orang lain? Penyebab kebahagiaan. 
  4. Sudahkah menjauhi zina? Hindari kerusakan pintu rezeki.

🍒 Apa itu cinta? 
Triangular Theory by Stenberg 
🔺 Passion/Lust : gairah.
🔺 Intimacy : kedekatan yang dibangun dari komunikasi.
🔺 Commitment  : diuji saat titik kritis
Semoga bermanfaat.
Oleh: dr. Hafid Algristian
(Dokter curhat, Certified Instructor Indonesian Board of Hypnotherapy, 
Dept Psikiatri FK Unair-RSUD Dr.Soetomo)




shared at WhatsApp family 2b WOW chapter 22
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Aug 7, 2014

Persiapan Menuju Pernikahan Part 2

Postingan kali ini lanjutan dari materi sebelumnya yang disampaikan oleh mbak Euis Kurniawati pada kopdar #1 tanggal 25 Mei 2014.
Yuks mari menyimak lanjutannya..
^^

Sebelumnya kita sudah bahas sekilas tentang persiapan pernikahan yang pertama yaitu persiapan ruhiyah/mental (ada 4 point : ujian dan tanggung jawab. Sabar dan syukur. Mengubah espektasi menjadi obsesi. Menata ketundukan pada semua ketentuan-Nya)

Persiapan pernikahan yang selanjutnya :
2. Ilmiyah Tsaqafiyah / Ilmu pengetahuan.
Ada banyak hal ternyata yang HARUS kita pelajari dan pahami sebelum masuk gerbang pernikahan, bahkan bagi mereka yang telah menikah pun pasti akan merasakan hal yang tidak jauh berbeda, butuh selalu belajar, butuh selalu menimba ilmu. Karena dinamika rumah tangga begitu luas, begitu kompleks, dinamis. Akan lebih membantu jika sebelum menemui masalah kita sudah punya wacana tentang itu dan tahu bagaimana bertindak dengan tepat. Akan berbeda kalau sekedar trial-error. Ibarat kita akan beli sebuah peralatan elektronik misalnya, pasti ada buku petunjuk tentang penggunaannya dan antisipasi apa yang harus dilakukan agar tidak rusak. Begitu pula dengan pernikahan.
Mungkin saat kita berupaya menambah wawasaan kita, misal dengan baca buku / buka link-link artikel, akan ada bersitan pikiran, “Aduh.. Rasanya kok hampa ya, males, kayaknya belum terlalu urgent belajar ini.” Hmm.. Paksakan saja terus baca, yakinkan diri saja, mungkin ndak terasa manfaatnya saat ini, tapi suatu saat nanti info ini PASTI
akan sangat berguna.
Beberapa ilmu yang perlu kita pelajari sebelum menikah, antara lain:

  • Fiqh

Pernah ada cerita seorang kawan yang kebetulan habis ngisi taklim ibu-ibu paruh baya di sebuah kota, banyak dari mereka yang belum ngerti kalau ternyata ada kewajiban mandi junub setelah berhubungan suami istri. Kewajiban itu saja mereka belum paham, apalagi caranya. Padahal rata-rata sudah menikah bukan dalam hitungan bulan. Tapi sudah bertahun-tahun bahkan banyak yang usia pernikahannya diatas 10 tahun. Lalu bagaimana dengan sholatnya selama ini? Wallahu a’lam ..
Jika istri telah bersih dari haidh, apakah boleh berhubungan dengan suami meski ia belum bersuci (mandi besar)? Ini juga masuk bahasan fiqh. Termasuk juga tentang apakah beda status najis pada pipis bayi laki-laki dan bayi perempuan? Fiqh pula yang akan menjawabnya. Dan masih banyak contoh yang lainnya.
In sya Allah pada pertemuan-pertemuan berikutnya akan diundang ustadz yang kompeten untuk membahas masalah ini.