Showing posts with label Nasehat. Show all posts
Showing posts with label Nasehat. Show all posts

Mar 10, 2015

Dia Yang Beradab Tinggi Dalam Menasehati

Tingkat kebutuhan kita terhadap nasehat.
Sering kali berbanding terbalik dengan rasa  suka hati terhadapnya.

Kadang kita fasih bicara, tapi gagap beramal.
Maka ba’da iman dan amal shalih, hidup saling mendo’a dan mengingatkan itu jelita.

Iman menuntunmu menasehati kawan yang keliru.
Tapi syaitan membisikkan cara penyampaian yang membuat jauh dari kebenaran.
Orang berilmu menjaga lisannya karena Allah
Jika takjub pada bicaranya, dia diam.
Jika takjub pada diamnya, dia berbicara.
(Imam Adz Dzahabi)
Adalah Imam Ahmad, agung dalam mengamalkannya. Inilah yang dikisahkan Harun Ibn Abdillah Al-Baghdadi : Di satu larut malam pintuku diketuk orang. Aku bertanya, “Siapa?”. Suara di luar lirih menjawab, “Ahmad!”.  Kuselidik, “Ahmad yang mana?” . Nyaris berbisik kudengar, “Ibnu Hanbal!” . Subhanallah, itu Guruku!

Kubukakan pintu, dan beliau pun masuk dengan langkah berjingkat; kusilakan duduk, maka beliau menempuh hati-hati agar kursi tak berderit.

Kutanya, “Ada urusan sangat pentingkah sehingga engkau duhai Guru, berkenan mengunjungiku di malam selarut ini?” . Beliau tersenyum. “Maafkan aku duhai Harun,”  ujar beliau lembut dan pelan, “aku terkenang bahwa kau biasa masih terjaga meneliti hadits di waktu semacam ini. Kuberanikan untuk datang karena ada yang mengganjal di hatiku sejak siang tadi.”

Aku terperangah, “Apakah hal itu tentang diriku?”

Beliau mengangguk.

“Jangan ragu,” ujarku,”sampaikanlah wahai Guru, ini aku mendengarkanmu.”

“Maaf Harun,” ujar beliau, “tadi siang kulihat engkau sedang mengajar murid-muridmu. Kaubacakan hadits untuk mereka catat. Kala itu mereka tersengat terik mentari, sedangkan dirimu teduh ternaungi bayangan pepohonan. Lain kali jangan begitu duhai Harun, duduklah dalam keadaan yang sama, sebagaimana muridmu duduk.”

Aku tercekat, tak sanggup menjawab. Lalu beliau berbisik lagi, pamit undur diri. Kemudian melangkah berjingkat, menutup pintu hati-hati. Masya Allah, inilah Guruku yang mulia, Ahmad bin Hanbal. Akhlak indahnya sangat terjaga dalam memberi nasihat dan meluruskan khilafku.

Beliau bisa saja menegurku di depan para murid, toh beliau Guruku yang berhak untuk itu. Tetapi tak dilakukannya demi menjaga wibawaku.

Beliau bisa saja datang sore, bakda Maghrib atau Isya yang mudah baginya. Itu pun tak dilakukannya, demi menjaga rahasia nasihatnya. Beliau lakukan juga agar keluargaku tak tahu , agar aku yang adalah ayah dan suami tetap terjaga sebagai imam dan teladan di hati mereka.

Maka termuliakanlah Guruku sang pemberi nasihat, yang adab tingginya dalam menasihat menjadikan hatiku menerima dengan ridha dan cinta.

Namun bagaimanapun, nasehat itu permata. Ada yang ditimpukkan ke muka, digenggamkan ke tangan, atau diselip ke saku bersama senyum. Pokoknya, ambil permatanya.




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Nov 11, 2014

An Nashihah

Sudahkah kita menjadikan Allah tempat bergantung hidup kita?
Seperti firman-Nya dalam Al Qur'an :
" Allahush shomad"
(QS. Al Ikhlas : 2)
Wahai saudaraku jika kita bisa mengamalkan hal ini, maka kita berada diatas tauhid yang baik. Namun jika belum, segera kita perbaiki! Kebanyakan kita bergantung kepada Allah ketika menghadapi suatu urusan yang dianggap besar sedangkan hal-hal yang dianggap kecil, maka Allah dilupakan. Waiyyadzubillah.

Mengambil hikmah yang dikisahkan para ulama bahwa ada seorang yang sholeh, sebelum ia membeli garam maka ia berdoa terlebih dahulu kepada Allah memohon agar Allah memberikan ia garam. Subhanallah! Sungguh tauhid yang sangat baik. Dimana ia tahu bahwa garam itu milik Allah dan mudah bagi Allah menghalangi orang sholeh tersebut dari mendapatkan garam. Meskipun di pasar banyak garam dijual. Dan sangat jauh dengan kita yang mengaku sudah bertauhid kepada Allah dengan baik, namun prakteknya tidak sesuai dengan pengakuannya.

Wahai saudaraku mari kita praktekan Allahush shomad dalam kehidupan kita agar kita tidak menjadi orang yang sombong kepada Allah subhaanahu wa ta'aala.
-Abu Abdillah Ramlan-




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee