Showing posts with label Inspiration Story. Show all posts
Showing posts with label Inspiration Story. Show all posts

Oct 23, 2014

Pak Habibie, Suka Jadi Presiden Atau Buat Pesawat?

Ini Jawabannya Ketika Pak Habibie ditanya:
"Lebih suka jadi presiden atau bikin pesawat?"
Beliau menjawab:
"Saya lebih suka bikin pesawat. Semua rasional dan tidak ada pikiran yang tidak jujur dan tidak transparan, karena jikalau ada manipulasi, pesawat terbang akan jatuh!"
Manipulasi dan ketidakjujuran pada pesawat akan membawa dampak instan, langsung kelihatan akibatnya. Makanya tidak ada orang yang berani manipulasi dan dusta dalam membuat pesawat. Beda dengan memimpin sebuah negara, sekalipun dustanya sudah menyesak sampai ke langit dan ke dasar bumi, mengeruhkan seluruh air laut, mengotori seluruh udara, namun dampaknya tidak akan langsung terasa. Oleh karena itu, orang tidak segan dan malu berdusta dalam masalah ini. Bahkan tidak ada kecemasan dan ketakutan.

Padahal kehancuran sebuah pesawat, bahkan seribu pesawatpun tidaklah sebahaya hancurnya sebuah bangsa atau peradaban. Sementara dusta dapat merusak dan memporak porandakan sendi-sendi akhlak atau moral anak bangsa. Dan bila akhlak itu sudah hilang maka tidak ada arti keberadaan fisik sebuah peradaban. 

Sebagaimana yang dikatakan oleh penyair Ahmad Syauqi:
إنما الأمم أخلاق ما بقيت فإن همو ذهبت أخلاقهم ذهبوا
"Sebuah peradaban itu tetap eksis selama akhlaknya masih ada. Bila akhlaknya sudah lenyap maka lenyap pulalah peradaban itu."
Tidak cukup hanya sekedar jadi orang jujur, tapi lawanlah dusta itu, jangan biarkan, jangan diamkan, apalagi ikut pula membenarkan dan mendukungnya.

Kalau kita tidak ingin kehilangan generasi penerus!
-Zulfi Akmal-




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Aug 15, 2014

Lomba Meniup Monyet

Seekor monyet sedang bergelayutan di pucuk pohon kelapa. Dia tidak menyadari kalau ia sedang diintai oleh tiga angin besar, angin topan, angin tornado, dan angin bohorok. Tiga angin itu rupanya sedang bertaruh siapa yang bisa paling cepat menjatuhkan si monyet dari pohon kelapa.
Angin Topan berkata, 
"aku cuma perlu waktu 45 detik..."
Angin Tornado tidak mau kalah, 

"kalau aku cukup dengan 30 detik..."
Angin Bahorok, dengan nada mengejek berkata, 


"kalau aku 15 detik, pasti jatuh tuh si monyet..."

Lalu dimulailah pertaruhan diantara mereka bertiga. 
Angin topan yang pertama, dia tiup angin sekencang-kencangnya. Merasa ada angin yang bertiup kencang, si monyet langsung berpegangan pada batang pohon kelapa dengan sekuatnya. Setelah berusaha meniupkan anginnya dengan keras, ternyata si monyet tetap tidak bergerak. Dan Angin topan pun menyerah.

Giliran angin tornado. Ia juga meniupkan anginnya lebih keras, dengan sekencang-kencangnya. Namun si monyet tetap tidak terjatuh juga. 

Terakhir, Angin bahorok. Lebih keras dan kencang. Si monyet malah makin kuat berpegangannya. Dan tetap saja tidak jatuh.

Ketiga angin itu akhirnya mengakui, kalau si monyet memang hebat. Tangguh, kuat & daya tahannya luar biasa. Tidak berapa lama, tiba-tiba datang angin sepoi-sepoi. Dia mengungkapkan keinginannya untuk ikut bertaruh. Ternyata niat angin sepoi-sepoi hanya dijadikan bahan ejekan dari ketiga angin lainnya. 

"Angin yang besar seperti kami saja tidak bisa, apalagi yang kecil..."

Tanpa banyak bicara, angin sepoi-sepoi langsung meniup ubun-ubun si monyet. Enaaaaaak... Adeeeeem… Segeeeeer… Mata si monyet merem melek. Tidak lama si monyet mulai tertidur dan tanpa disadari terlepaslah pegangannya. Kemudian, jatuhlah si monyet dari pohon kelapa.


Sahabat, boleh jadi ketika kita diuji dengan KESUSAHAN, dicoba dengan PENDERITAAN, didera MALAPETAKA, kita kuat bahkan kuat dari sebelumnya. Tapi ketika kita diuji dengan KENIKMATAN, KESENANGAN, KELIMPAHAN, dan PUJIAN. Saat itulah kita "terjatuh".

So, jangan sampai kita terlena
Tetap rendah hati dan mawas diri
Ingatlah hidup kita di dunia hanya sementara
Ingatlah akhirat kita, karena itulah masa depan kita yang sesungguhnya
Semua akan diminta pertanggung jawabannya
Mari kita jadikan DUNIA KITA sebagai BEKAL
Jangan jadikan BEBAN




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Jul 21, 2014

Mimpi Seorang Gadis

Seorang gadis datang menemui Rasulullah dengan tangan kanannya disorokkan ke dalam kantong bajunya. Dari raut wajahnya, anak gadis ini sedang menanggung kesakitan yang amat sangat. 
Lalu Rasulullah menegurnya.
"Wahai anakku, kenapa wajahmu menampakkan kamu sedang kesakitan dan apa yang kamu sorokkan di tanganmu?"
Lalu gadis malang ini pun menceritakan hal yang berlaku padanya.
"Ya, Rasulullah, sesungguhnya aku adalah anak yatim piatu. Malam tadi aku telah bermimpi dan mimpiku itu telah membuatkan aku menanggung kesakitan ini." 
"Jika tidak jadi keberatan, ceritakanlah mimpimu itu wahai anakku."
Rasulullah mula tertarik dengan penjelasan gadis tersebut. 
"Aku bermimpi berjumpa ibuku di dalam neraka. Keadaannya amat menyedihkan. Ibuku meminta diberikan air kerana dia amat dahaga kerana kepanasan api neraka itu hingga peluh tidak sempat keluar kerana kekeringan sekelip mata."

Jun 3, 2014

Antara Dia dan Kita

Lelaki renta itu dengan kehalusan hatinya ingin ber-Islam menjadi sebab turunnya ayat ‘Abasa watawalla', Rasul pun ditegur Allah karenanya. Seorang miskin lagi buta bukan berarti tak lebih utama dari para pemuka negara.

Lelaki renta itu pernah minta keringanan untuk tidak ikut sholat berjamaah di masjid karena dia buta, karena dia sebatang kara, karena masjid jauh sekali dari rumahnya. Tapi tanya Rasul,
“Apakah engkau masih mendengar adzan?” 
saat dijawabnya masih, maka kata Rasul,
“Kalau begitu, berangkatlah.” 
Lalu, tunduk patuh ia pada perintah sekali pun tak pernah ia sanggah tiap sholat lima waktu sholat berjamaah.

Meski fajar masih pekat dan jarak masjid tak dekat, ia meraba-raba  dalam gelap hingga suatu saat kakinya tersandung bongkahan batu, badannya terjerembab jatuh, mukanya tersungkur di runcingnya batu, berdarah-darah. Setelahnya, selalu datang seorang lelaki menuntunnya dengan ramah pergi dan pulang sholat berjamaah setiap hari, setiap lima waktu. Hingga suatu saat lelaki tua ingin sekali tahu siapa gerangan lelaki penolongnya itu karena ingin ia doakan atas kebajikannya selama ini. Tapi kata lelaki muda
“Jangan sekali-kali kau doakan aku dan jangan sekali-kali kau ingin tahu namaku karena aku adalah iblis”

Jan 31, 2014

Aku Ingin Jadi Orang Yang Bertepuk Tangan Di Tepi Jalan

Sebuah cerita inspiratif yang di share oleh temanku di group chat "LINE".
Sebuah cerita yang membuatku kembali teringat pada keinginan yang ingin kuwujudkan suatu hari nanti. Sebuah keinginan kecil yang telah aku miliki sewaktu aku kecil, hingga saat ini. Sebuah keinginan sederhana yang sulit untuk terwujud karena adanya keinginan lain dari orang-orang di sekelilingku. 

The point of view of this story is from a mother side..
Let’s read the story and consider what your thinking about it..
Did you ever dreaming that little dream in your life??

Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap mendapat ranking ke-23.  Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang sesungguhnya.  Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar, namun anak kami ternyata menerimanya dengan senang hati. 
Suamiku mengeluhkan ke padaku, setiap kali ada kegiatan di perusahaannya atau pertemuan alumni sekolahnya, setiap orang selalu memuji-muji "Superman cilik" di rumah masing-masing, sedangkan dia hanya bisa menjadi pendengar saja. Anak keluarga orang, bukan saja memiliki nilai sekolah yang menonjol, juga memiliki banyak keahlian khusus.  Sedangkan anak nomor 23 di keluarga kami tidak memiliki sesuatu pun untuk ditonjolkan. 
Dari itu, setiap kali suamiku menonton penampilan anak-anak berbakat luar biasa dalam acara televisi, timbul keirian dalam hatinya sampai matanya bersinar-sinar.  Kemudian ketika dia membaca sebuah berita tentang seorang anak berusia 9 tahun yang masuk perguruan tinggi, dia bertanya dengan hati pilu kepada anak kami:
“Anakku, kenapa kamu tidak terlahir sebagai anak dengan kepandaian luar biasa?” 
Anak kami menjawab:
“Itu karena ayah juga bukan seorang ayah dengan kepandaian luar biasa.”
Suamiku menjadi tidak bisa berkata apa-apa lagi, saya tanpa tertahankan tertawa sendiri.