Showing posts with label Ramadhan. Show all posts
Showing posts with label Ramadhan. Show all posts

Nov 15, 2014

Hentakkan Jiwamu

Kadang, ada saatnya dalam hidup ini kita tidak lagi membutuhkan cara-cara gradual untuk meraih kebaikan, atau menghindar dari keburukan. Karena, perbedaan yang tipis antara menempuh cara gradual untuk melakukan perbaikan, dengan tabaathu’ (keengganan), takaasul (kemalasan) dan taswiif (menunda-nunda), sering menjadi celah bagi setan untuk menghalangi seseorang dari langkah-langkah kebaikan dengan alasan bertahap dalam melakukannya.

Ya, ada saatnya kita membutuhkan hentakan jiwa untuk keluar dari perangkap setan yang menghalangi kita untuk mengambil langkah tegas, cepat dan tepat dalam melakukan kebaikan. Karena, sedikit saja kita tunda langkah tersebut dengan berbagai alibi, disanalah setan masuk, mengulur-ngulur waktu lebih lama sambil memberi janji-janji manis penuh pesona, lalu menggiring pada kesesatan yang nyata.

Ketika azan telah berkumandang, sementara kita masih tertidur lelap serasa malam masih panjang, atau tenggelam dalam kesibukan kerja bak pejuang, saat itu kita perlu hentakan untuk menggerakkan jiwa menyambut panggilan Tuhan, menghadap-Nya dengan jiwa yang tenang.

Ketika jadwal mengaji sudah tiba gilirannya, sementara kita sedang asyik bercengkerama dengan keluarga, bercanda dengan kolega, menyalurkan hobi yang disuka, menghadiri undangan tetangga, atau asyik berselancar di dunia maya, saat itu kita perlu hentakan untuk menggerakkan hati, memenuhi agenda jiwa, menunaikan janji membina diri menuju takwa.

Ketika batang demi batang rokok tidak juga dapat kita tinggalkan, janji untuk menghentikannya sudah berkali-kali dinyatakan, berbagai terapi sudah dipraktekkan, saat itu kita butuh hentakan jiwa, tinggalkan total hingga tak tersisa dan hapuskan rokok dari ingatan saat itu juga.

Ketika bayang-bayang ‘si dia’ begitu menggoda, senyumannya selalu terbayang di pelupuk mata, ucapannya indah terdengar bagaikan kata-kata mutiara, bayang-bayangnya selalu hadir saat bekerja, beribadah dan dimana saja, berpindah-pindah antara satu ‘zina’ ke ‘zina’ berikutnya. Saat itu, perlu hentakan jiwa. Hapuskan ‘file’ tentang ‘si dia’ dalam pikiran dan perangkat lainnya, atau segera menikah, agar ekspresi cinta tersalurkan dengan halal dan penuh mesra.

Dahulu, kala perang Mu’tah yang sangat heroik, ketika satu demi satu panglima perang kaum muslimin gugur, timbul sedikit kegentaran pada diri Abdullah bin Rawahah, sahabat mulia yang dikenal ahli sastra. Namun dia tidak ingin terpenjara oleh jebakan setan durjana. Segera dia hentakan jiwanya untuk turun ke arena, seraya bersenandung penuh makna.

Aqsamtu billahi ya nafsu latanzilinnah
Latanzilinnah aw latukrahinnah
Wa qad ajlabannasu wasysyaddu rannah
Maalii araaki takrahiinal jannah

Aku bersumpah! 
Wahai jiwa, engkau harus turun perang
Engkau harus turun, atau kalau tidak, engkau akan dipaksa
Orang-orang sudah turun, perang sengit bergemerincing
Mengapa ku lihat engkau tidak menyukai surga?

Tak lama kemudian, Abdullah bin Rawahah sudah termasuk barisan syuhada. 

Ramadan adalah kesempatan emas untuk melakukan berbagai hentakan jiwa menuju takwa, meraih pahala, menanggalkan dosa, berharap mendapatkan kucuran rahmat, ampunan dan surga. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?
-Riyadh, Abdullah Haidir-




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Jul 24, 2014

Hendak ke mana, Ramadhan?

Aku lihat RAMADHAN dari kejauhan. Lalu kusapa ia,
"Hendak ke mana?" 
Dengan lembut ia berkata,
"Aku harus pergi, mungkin JAUH & sangat LAMA. Tolong sampaikan pesanku untuk orang MUKMIN:
'Syawal akan tiba sebentar lagi, ajaklah SABAR untuk menemani hari-hari dukanya, peluklah ISTIQOMAH saat ia kelelahan dalam perjalanan TAQWA, bersandarlah pada TAWADHU saat kesombongan menyerang, mintalah nasehat QUR'AN & SUNNAH di setiap masalah yang dihadapi.'

Sampaikan pula salam dan terima kasih untuknya karena telah menyambutku dengan suka cita dan melepas kepergianku dengan derai air mata.
Kelak akan kusambut ia di SURGA dari pintu AR RAYAN.
Selamat meraih pahala terbaik di detik-detik terakhir RAMADHAN.
Masih ada beberapa hari lagi untuk bercengkrama dengan RAMADHAN."


"Ya ALLAH, andai di hari ini ada diantara hamba-hambaMu yang Engkau angkat derajatnya, Engkau ampuni dosa-dosanya, Engkau lapangkan rizkinya, Engkau muliakan keturunannya, Engkau lepaskan dari semua kesulitannya, Engkau indahkan akhlaknya dan Engkau berkahi segala hartanya. Maka Insya ALLAH jadikanlah saudaraku yang sedang membaca ini beserta keluarganya sebaik-baik hamba yang mendapatkannya."
آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Jun 25, 2014

Marhaban Ya Ramadhan


Sudah nak puasa ni...
saya
    mungkin
         banyak
              salah
                  pada
                       mu
                        sengaja
                       atau
                     tidak
                 jadi
            sebelum
         masuk
    ramadhan
saya
mohon
      maaf
            zahir
                  batin
                    kepada
               semua
          setulus
      hati
ku
,,,,,,,,,kembang melati sungguh lah indah,,,,,,,,,,,,,,,
,,,,,,,,,di tengah taman jadi hiasan,,,,,
,,,,,,harum RAMADHAN tercium sudah,,,,,,,,,
,,,,,,,kalau ada KHILAF mohon di maaf kan,,,,,,,,


,,,,,,,,, makan roti sambil berlari,,,,,,,,,,,
,,,,,,,,Bersih kan HATI SUCI KAN DIRI,,,,,,,,,,,,


,,,,bunga teratai terikat rapi,,,,,,,,,,,,,,,,
,,,,,,,,,Lama di pandang indah sekali,,,,,,,,,,,,,,


,,,,biar pun RAMADHAN  sebentar lagi,,,,,,,,,
,,,,mudah-mudahan  saya jadi orang pertama yg ngucapkan,,,,,,,,,,,,,, 


SELAMAT BERPUASA
Dosa Jangan ditambah
Amal Jangan dikurang
Cinta Jangan dibagi
Hidup hanya satu kali
Gugur Bunga kerana layu 
Gugur Iman kerana Nafsu 
Gugur Cinta kerana Cemburu
Tertawa kerana Bahagia
Menangis kerana Derita
Bertaubat kerana Dosa
Beribadah kerana Takwa
Hidup tanpa Cinta pasti Hampa
Hidup gila Harta pasti Celaka
Hidup penuh Dosa akan ke Neraka
Hidup Bersyukur dengan apa adanya 
Insya Allah akan Bahagia
BIAR putus cinta dengan MANUSIA tetapi JANGAN putus cinta  dengan ALLAH

Send this to your muslim friend if you love Allah
Marilah sama sama menyebut Allahu Akbar




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee