Showing posts with label Felix Siauw. Show all posts
Showing posts with label Felix Siauw. Show all posts

Oct 15, 2014

Sederhanakanlah Hijabmu

Tatkala seorang Muslimah hijrah di jalan Allah maka pola pikir dan pola sikapnya akan berubah, dari berpusat pada manusia menjadi berpusat pada Allah, dari ibadah untuk dunia menjadi dunia untuk beribadah, dari bangga diperhatikan menjadi malu saat dipandang mata, dari menakjubi gemerlap dunia menjadi senang menambah takwa.

Muslimah yang berhijrah lebih sederhana dihadapan manusia dan lebih memperhatikan detil pernik cara ibadahnya. Maka hijab yang dia kenakan justru bukan penarik perhatian, karena baginya perhatian Allah lebih dari kecukupan. Baginya hijab bukan pakaian agar dikagumi, dikatakan fashionista, tidak pula agar jadi lebih cantik, agar bisa dianggap kaum sosialita. Baginya kerudung bukan pengganti indahnya rambut tergerai dan jilbab bukan pengganti lekuk badan gemulai.

Muslimah berhijrah artinya meninggalkan nafsu dirinya, menjauhkan diri dari ingin diperhatikan dan dikagumi manusia. Cukup baginya luasan kerudung sampai ke dada, dan panjang jilbab turun ke kaki, adapun warna, adapun gaya, tidak perlu berlebih-lebih. Berhijablah hanya karena Allah semata karenanya engkau tak lagi perlu dikagumi manusia.

Semakin paham seorang Muslimah akan agama ini, semakin sederhana hijabnya karena iman itu tidak rumit, dan karena taat itu sederhana. Perkara niatan itu memang ada didalam hati, karenanya sudah dinilai, baik dinilai oleh orang lain, juga oleh dirimu sendiri. Terkadang terselip niatan ingin diperhatikan, ingin dikagumi namun terbungkus dengan kepalsuan "untuk Islam" "dakwah Islam". Karena niat itu perkara yang tak bisa ditakar, maka perhatikan yang luaran, berpakaianlah sederhana, insyaAllah niat akan disempurnakan. 

Berhijablah karena Allah, sederhanakanlah hijabmu 
-Ustadz Felix Siauw-




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee

Oct 10, 2014

Bila kita benar berdakwah karena Allah, tidak ada alasan untuk kasar dan cela. Namun bila dakwah datangnya dari nafsu dan nista, yang ada hanya angkara, menuduh, dan penuh murka. Niat yang baik mengharuskan cara yang penuh kebaikan, tanda keikhlasan ialah santun dalam penyampaian.

Dakwah itu mengajak jiwa untuk mencondongi kebenaran dan itu tidak bisa didapat dari cara kekasaran. Bagaimanapun manusia itu tersusun dari akal dan hati maka dakwah harus menyentuh keduanya tanpa kecuali. 

Keindahan lisan dan akhlak para Nabi harusnya menjadi teladan bagi sesiapa yang berjalan dan mengajak pada jalan kebenaran. Ada banyak hal yang bisa dibuka dengan jalan kelembutan dan lebih sedikit yang bisa dibuka lewat jalan kekerasan.

Nabi Musa perkasa, namun diperintah berdakwah dengan halusnya kata. Fir'aun sangat angkuh, namun baginya tetap kalimat baik penuh makna. Nabi Muhammad keras pada kekufuran namun jauh dari sikap kasar, ini contoh bagi siapapun yang ingin di jalan yang benar. Dakwah itu menginspirasi bukan malah menyakiti.
-Ustadz Felix Siauw-




shared at WhatsApp family ODOJ1550
re-shared at lovelyboutcrazy.blogspot.com by Vee